Jenis, Manfaat dan Harga Ikan Gurame

Jenis, Manfaat dan Harga Ikan Gurame

Ikan gurame termasuk salah satu jenis ikan air tawar. Ikan gurame hidup di perairan yang dalam dan tenang. Memiliki ukuran tubuh yang relatif besar dan panjang.

Ikan gurame cukup mudah dipelihara di air tenang, dapat berkembang biak secara alami, serta harganya relatif mahal.

Di negeri kita Indonesia ini, ikan gurame sudah banyak dibudidayakan di berbagai wilayah nusantara seperti di pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Ikan ini termasuk dalam jajaran ikan yang diminati dan sangat populer dikenal oleh masyarakat. Rasa dagingnya yang lezat membuat nilai ekonomis menjadi sangat tinggi. Oleh karena itulah banyak orang yang menggeluti bisnis budidaya ikan gurame.

Jenis Jenis Ikan Gurame

Jenis jenis ikan gurame

Apakah kamu tau? Ternyata ikan gurame memiliki beberapa jenis yang berbeda. Ada 8 jenis ikan gurame loh. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Gurame Soang

Ciri ciri gurame soang seperti apa? Bentuk tubuhnya pipih memanjang dengan warna kombinasi putih dan hitam, warna bagian ekor kemerahan. Dahi yang menonjol ke atas seperti kepala angsa yang dalam bahasa sundanya adalah saong.

Oleh sebab itulah gurame ini disebut ikan gurame saong. Berasal dari Jawa Barat terutama Ciamis.

Ukuran gurame soang bisa mencapai sepanjang 65cm dengan berat hingga 8kg.

2. Gurame Jepun

Jenis ini lebih dikenal di Jawa Tengah, sudah populer bahwa jenis gurame ini diperkirakan merupakan gurame asli Jawa Tengah.

Ciri cirinya bagian atas tubuhnya memiliki warna hitam pekat, dan sisik yang berwarna putih dengan garis garis gelap sehingga terlihat keabu-abuan.

Ukuran gurame jenis jepun ini yakni mencapai panjang sekitar 45cm dengan bobot sekitar 3,5-4kg.

3. Gurame Paris

Gurame paris memiliki ciri ciri yang menonjol yakni tubuhnya yang berwarna oranye. Berat satu ikan gurame paris bisa mencapai sekitar 1,5kg.

4. Gurame Bastar

Ciri ciri gurame bastar yakni memiliki warna abu-abu kehitaman dan juga berwarna putih di bagian kepalanya dan juga memiliki sisik lebar. Gurame bastar memiliki kelebihan pertumbuhan yang cepat.

Mau tau lebih banyak tentang ikan ini? baca selengkapnya dalam artikel khusus tentang ikan gurame bastar dengan klik link di atas.

5. Gurame Kapas

Jenis gurame kapas adalah berwarna putih keperakan seperti warna kapas. Memiliki sisik yang lebar dan kasar. Gurame kapas dapat tumbuh cukup cepat hingga berbobot mencapai 1,5kg per ekor.

6. Gurame Bluesafir

Gurami bluesafir memiliki ciri ciri warna hitam kemerahan. Gurame jenis ini dapat mencapai berat 4kg dengan panjang maksimal sekitar 35cm per ekornya.

Oleh orang tertentu, gurami bluesafir ini biasanya juga dijadikan hiasan ikan akuarium.

7. Gurame Porselin

Ciri ciri gurame porselin yakni memiliki tubuh yang berwarna merah muda cerah dengan bagian bawahnya yang warna putih. Ukuran kepala gurame ini relatif kecil dengan pertumbuhan yang cukup cepat. Beratnya bisa mencapai mencapai 2 kg per ekor.

8. Gurame Batu

Jenis gurame batu ini memiliki warna hitam merata dengan sisik kasar. Pertumbuhan ikan gurame batu tergolong lambat. Di umur setahun bobot ikan pada umumnya hanya mencapai 0,5kg dengan ukuran yang kurang besar. Sehingga jenis ikan gurame ini kurang diminati untuk budidaya ikan gurame.

Manfaat Ikan Gurame

Selain cita rasanya yang lezat, ikan gurame juga memiliki sejuta manfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan nutrisi ikan gurame sangat baik bagi tubuh manusia.

Ikan gurame memiliki kandungan protein sebanyak 19%. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis ikan lainya seperti ikan lele, ikan nila dan lainnya.

Selain protein, gurame juga memiliki kandungan lain yakni lemak sebesar 2,2%. Tidak hanya itu, gurame juga memiliki kandungan nutrisi lainya seperti vitamin, zat makronutrien dan mikronutrien lainnya.

Jadi, apa saja manfaat ikan gurame bagi tubuh? mari simak ulasan berikut ini!

1. Baik Untuk Kesehatan Mata

Ikan gurami yang dikonsumsi secara rutin akan memberikan manfaat untuk kesehatan mata. Hal ini karena ikan gurami juga kandungan vitamin A yang berkhasiat menjaga kesehatan mata dan mencegah penyakit pada mata, seperti rabun dan katarak.

2. Membantu Perkembangan Otak

Gurame memiliki kandungan asam lemak omega 3 memiliki fungsi sangat baik untuk perkembangan sel otak manusi, terutama usia anak-anak.

Telah ada penelitian yang membuktikan bahwa seorang anak yang secara rutin mengkonsumsi nutrisi minyak ikan atau asam lemak akan mampu memicu perkembangan sel otak dan kecerdasanya.

3. Membantu Pertumbuhan Otot

Kandungan protein yang ada pada ikan gurame juga berperan penting dalam pembentukan otot. Apalagi untuk usia anak-anak, jika rutin mengkonsumsi ikan gurame maka akan sangat membantu tumbuh kembang anak.

4. Baik Untuk Kesehatan Kulit

Selain untuk membantu pertumbuhan otot, Kandungan protein ikan gurame dapat berfungsi juga untuk membantu meregenerasi kulit, sehingga akan menjaga kulit tetap sehat dan halus.

5. Sumber Energi

Kandungan asam amino esensial ikan gurame dapat berfungsi sebagai energi pengganti dari bagian tubuh yang mengalami kerusakan. Dan menjadi sumber energi bagi tubuh selain kerbohidrat dan lemak.

6. Mempercepat Penyembuhan Luka

Mengkonsumsi ikan gurami juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Hal ini karena kandungan protein ikan gurame yang akan digunakan tubuh sebagai unsur fibrinogen & tromboplastin.

Jika terjadi luka pada tubuh, kedua unsur tersebut yang berfungsi membantu mempercepat pembekuan darah dan pembentukan jaringan baru menggantikan jaringan yang rusak.

Harga Ikan Gurame

Harga ikan gurame

Tentu masih ada yang bertanya 1 kg ikan gurame berapa ekor? itu ya tergantung dari ukuran besar kecilnya gurame saat dipanen.

Harga ikan gurame konsumsi

Beriktu ini adalah daftar harga ikan gurame terbaru untuk ukuran siap konsumsi. Daftar ini adalah harga ikan gurame per kg berdasarkan wilayah.

WilayahHarga/Kg
DKI JakartaRp 47.500.
BodetabekRp 50.000.
BandungRp 55.000.
Jawa BaratRp 48.000.
Jawa TengahRp 45.000.
Jawa TimurRp 55.000.
YogyakartaRp 45.000.
BaliRp 55.000.
AcehRp 53.500.
LampungRp 54.000.
RiauRp 55.500
Sumatra UtaraRp 55.000
Sumatra SelatanRp 54.000
Kalimantan BaratRp 56.000
Kalimantan TimurRp 55.000
Sulawesi UtaraRp 56.000

Harga bibit ikan gurame

bibit ikan gurame

Lalu apa kabar harga bibit ikan gurame? yuk simak tabel daftar harganya berikut ini.

UkuranHarga / EkorIsi / Box
Telur2760.000 ekor
2-3 cm1356.000 ekor
3-4 cm1505.000 ekor
3-5 cm1754.000 ekor
4-6 cm2003.000 ekor
5-7 cm3252.000 ekor
Jempol5001.200 ekor

Namun perlu dicatat, daftar harga ikan gurame konsumsi dan juga bibit/benih ikan gurame tersebut masih sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi. Namanya juga jual beli, pasti ada kondisi dimana harga naik ataupun turun.


Demikianlah pembahasan mengenai jenis jenis ikan gurame, manfaat ikan gurame, dan juga daftar harga ikan gurame.

Semoga bermanfaat!

terima kasih

Cara Pemijahan Ikan Koi – Budidaya Ikan

Cara Pemijahan Ikan Koi – Budidaya Ikan

Ikan koi dan ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan jenis ikan air tawar yang mempunyai hubungan kekerabatan yang sangat dekat karena berasal dari family, genus dan spesies yang sama namun berbeda ras. Oleh sebab itu, di Indonesia banyak orang yang juga menyebutnya dengan ikan mas koi.

Sudah tidak asing lagi bahwa bagi penggemarnya, ikan koi ini menjadi jenis ikan hias yang dipelihara sebagai hobi. Karena bentuknya yang indah dan cantik, maka ikan koi banyak dipelihara sebagai hiasan untuk keindahkan hingga dijadikan ajang kontes.

Disisi lain, menurut kepercayaan orang bahwa dengan memelihara ikan koi di rumah maka akan dapat membberikan keberuntungan hidup bagi pemiliknya.

Hal yang perlu diketahui oleh pemula bahwa Ikan koi termasuk ke dalam binatang yang berdarah dingin. Ini berarti, temperatur tubuhnya sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh temperature air.

Ikan koi hidup di air tawar dengan iklim sedang yaitu pada suhu berkisar 8-30℃. Ikan koi tidak tahan jika mengalami penurunan suhu yang drastic dan tiba-tiba, misalnya penurunan suhu air hingga 5℃ akan dapat menyebabkan ikan koi menjadi stress.

Jenis-Jenis Ikan Mas Koi

  1. Kohaku, ikan koi berwarna putih dengan bercak merah dibadanya.
  2. Taisho-Sanke, ikan koi mempunyai warna badan putih dengan bercak merak pada bagian badannya.
  3. Show-sanke, ikan koi yang berwarna hitam dengan bercak putih dan merah didadannya.
  4. Utsurimono, ikan koi yang mempunyai warna hitam dengan bercak berwana putih berbentuk kerucut di bagian badanya.
  5. Bekko, ikan koi yang mempunyai putih, merah dan kuning.
  6. Asagi, ikan koi yang mempunyai badan berwarna biru atau kuning kebiruan.
  7. Shusui, ikan koi yang mempunyai sisik besar-besar, kulitnya lembut danmempunyai tanda merah ditubuhnya.
  8. Goromo, ikan koi yang mempunyai warna hitam yang bercampur ke setiap skala merah.
  9. Kawarimono, ikan koi yang mempunyai warna hitam,kuning, hitam putih danhijau.
  10. Ogon, ikan koi yang badannya berwarna keemasan (golden) 
  11. Hikarimono, ikan koi mempunyai warna emas dan perak dengan kepala jernih
  12. Kinginrin, ikan koi yang mempunyai tanda perak dibadannya.
  13. Tancho, ikan koi yang mempunyai warna putih dengan tanda merah hanya pada bagian kepalanya.

Di kalangan para penggemar ikan koi dikenal juga berbagai jenis ikan koi lainnya yang namanya didasarkan pada keindahan warna yang dimiliki ikan koi. Yakni seperti Goshiki, Hariwake, Matsuba, Shiro Utsuri, Hi Utsuri, Ki Utsuri, Koi Slayer, Chagoi, Ochiba Shigure, Kumonryu, Soragoi, Kikokuryu.

Pakan Ikan Koi dan Kebiasaan Makan

Ikan koi termasuk dalam golongan ikan omnivora atau pemakan segalanya. Lalu apa sebenarnya makanan ikan koi?. Jadi begini. Saat masih kecil, ikan koi akan menyantap udang-udangan renik serta dapnia. Setelah dewasa, ikan koi mulai memakan jentik nyamuk, serangga air, dan juga lumut.

Kualitas Air yang Bagus untuk Budidaya Ikan Koi

Kualitas air merupakan salah satu syarat kunci keberhasilan dalam budidaya ikan. Berikut ini adalah beberapa parameter kualitas air perlu diperhatikan:

1. Suhu Air

Ikan koi dapat hidup pada pada air dengan suhu berkisar 8-30℃. Namun demikian, pada suhu yang terlalu ekstrim kecenderungan ikan akan berhenti makan dan system kekebalan tubuhnya akan hilang.

Suhu air yang ideal untuk ikan koi adalah 15-25℃.

2. Derajat keasaman (pH)

Kadar pH yang ideal untuk ikan koi agar tumbuh sehat yaitu berkisar 6,5-8,5. pH air pada pagi hari cenderung rendah, sedangkan pH air pada siang hari cenderung lebih stabil.

3. Kadar Oksigen (O2)

Kandungan oksigen yang baik untuk ikan koi berkisar 5-7 ppm. Pada kondisi ini ikan koi akan merasa cukup mendapatkan oksigen sehingga koi dapat bergerak santai, tidak gelisah dan responsive terhadapa pakan.

4. Amoniak

Konsentrasi amoniak dapat terjadi karena pengeluaran hasil metabolism, proses dekomposisi dari sisa pakan atau plankton yang mati. Konsentrasi amoniak dibawah 0,002 ppm relative aman untuk ikan koi. Namun, jika diatas angka tersebut akan dapat menyebabkan timbulnya keracunan pada ikan.

Proses Pemijahan Ikan Koi

Pemijahan adalah adalah proses mempertemukan sel telur dan sperma yang umumnya terjadi secara eksternal. Keberhasilan pemijahan sangat tergantung dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

Secara umum, ada dua teknik pemijahan yang sering dilakukan yakni:

  1. Pemijahan alami, merupakan pemijahan ikan yang terjadi secara alami tanpa adanya pemberian rangsangan hormonal maupun perlakuan lainnya.
  2. Pemijahan buatan, merupakan pemijahan yang dilakukan dengan cara pemberian rangsangan hormonal untuk mempercepat proses reproduksi, baik dari indukikan jantan untuk menghasilakan sperma maupun indukan betina untuk menghasilkan sel telur.

1. Pesiapan Kolam Pemijahan Ikan Koi

Siapkan kolam untuk pemijahan ikan koi berukuran kisaran 4×6 meter. Lakukan pencucian kolam dan pengeringan selama 2 hari. Setelah itu baru kemudian dilanjutkan dengan pengisian air ke kolam pemijahan dengan ketinggian 100 cm.

Isi dengan air yang selalu mengalir untuk merangsang pasangan koi yang akan dipijah. Di pintu pemasukannya dipasang saringan untuk mencegah telur yang mungkin hanyut.

Sifat dari telur ikan adalah adesif atau menempel. Maka, sediakan penempel telur yang memadai agar telur koi bisa selamat.

Media untuk telur harus mengapung, bisa menggunakan ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Media yang baik terbuat dari ijuk yang panjang dan rata, panjangnya berkisar 120cm x 40cm.

Jumlah media tempel telur ini disesuaikan dengan seberapa besar induk betina, biasanya 4-6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.

2. Pemilihan Induk Ikan Koi

Gambar: Cara Memilih induk ikan koi

Pemilihan induk ikan koi harus dilakukan dengan cermat dan teliti untuk mendapatkan induk yang baik dan sehat. Memilih indukan ikan koi yang baik bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Umur indukan ikan berkisar antara 2 tahun bagi betina dengan berat 2kg/ ekor. Sedangkan induk ikan koi jantan berumur 1 tahun dengan berat 1 kg/ ekor.
  2. Bentuk badan keselurahan mulai mulut sampai sirip ekor harus mulus, sehat, sirip tidak rusak, garis sisik linear literalis posisinya sama.
  3. Bagian kepala induk ikan koi relative lebih kecil dari pada bagian badannya.
  4. Sisik induk ikan koi lebih tersusun secara teratur
  5. Pangkal ekor ikan koi yang besar dan kuat, tidak melengkung

3. Perbedaan Ikan Koi Jantan dan Betina

Sebelum memulai pemilihan induk ikan koi, tentu harus tau dulu cara membedakan ikan koi jantan dan betina bagaiman, dan juga ciri ciri ikan koi jantan dan betina bagaimana.

Nah, agat tidak salah dalam menentukan induk jantan dengan induk betina. Ada berapa perbedaan antara ikan koi jantan dengan ikan koi betina. Apa saja itu, yuk dilihat perbedaanya pada table berikut ini.

NoCiri CiriJantanBetina
1TubuhRampingGendut
2PerutMengecilMembesar
3AnusMenonjolCengkung ke dalam
4InsangTutup insang kasarTutup insang halus 
5Bagian perut ke anusBila dipijit akan mengeluarkan seperti susuBila dipijit akan mengeluarkan cairan bening kekuningan
6Geraka berenangGesitLambat
7PertumbuhanLebih cepatLambat

4. Pemijahan Ikan Koi

Setelah dilakukan pemilihan indukan betina, maka proses berikutnya adalah memasukkannya ke dalam kolam pemijahan yang sudah dipersiapkan.

Masukkan induk ikan koi sekitar pukul 16-00. Masukan indukan betina dulu kedalam kolam agar melakukan adaptasi yang cukup sehingga induk betina tidak stress. Setelah 2 hingga 3 jam, susul masukkan induk jantan ke kolam pemijahan dengan perbandingan 1 induk betina berbanding 3-4 ekor induk jantan.

Pemijahan biasanya terjadi pada tengah malam hari, induk betina akan berenang mengelilingi kolam dengan diikuti induk jantan di belakang. Sperma yang dihasilkan oleh induk jantan akan membuahi sel telur yang menempel pada media telur dari ijuk.

Setelah media telur dari ijuk dipenuhi dengan telur ikan koi, maka langkah selanjutnya adalah bersiap untuk melakukan pemindahan telur untuk penetasan.

Foto telur ikan koi dan Bibit ikan koi

5. Penetasan Telur Ikan Koi

Penetasan telur ikan koi dapat dilakukan dengan membiarkan media telur yang telah ditempelin telur tetap pada kolam pemijahan dan memindahkan induk dari kolam pemijahan. Jadi telur akan menetas di kolam pemijahan tersebut. Atau dapat juga dilakukan dengan memindahkan media telur ikan koi ke kolam khusus untuk penetasan telur.

Namun, cara penetasan telur yang pertama dengan membiarkan telur menetas pada kolam pemijahan tentu menjadi pilihan yang lebih praktis karena menghemat lahan.

Untuk penetasan, jangan biarkan telur kontak langsung dengan udara. Jadi harus dipastikan media tempel telur terendam dalam air.

Agar telur ikan koi dapat menetas dengan baik, maka sebaiknya atur suhu air tetap stabil. Suhu yang normal dalam penetasan telur ikan koi yakni antara 27-30℃.

Jika suhu terlalu dingin maka penetasan telur ikan koi akan berlangsung lama. Sedangkan jika suhu terlalu tinggi maka kemungkinan telur-telur akan membusuk dan tidak dapat menetas.

Setelah 28-29jam, telur yang terbuahi akan berubah warna menjadi kuning dan akan mulai terlihat bintik mata dari telur tersebut. Kemudian setelah 48-72jam telur akan menetas dan larva akan terlihat bergerombol disekitar media tempel telur dan pinggiran kolam.

Sampai pada tahap ini kolam air perlu ditingkatkan kandungan oksigennya di dalam air. Dapat dilakukan dengan penambahan aerasi agar penetasan telur lebih berlangsung dengan baik.

Pemeliharaan larva/ Bibit Ikan Koi

Bibit koi hasil penetasan masih riskan karena masih berada pada kondisi peralihan. Oleh karena itu dibutuhkan pemeliharaan yang baik. Pemberian pakan yang tepat mulai dari ukuran, komposisi, jumlah, dan kualitas akan sangat mempengaruhi kesehatan, perkembangan dan mengurangi resiko kematian bibit koi. Rotifer menjadi pilihan pakan awal yang baik bagi larva ikan koi.

1. Kolam Pembesaran Ikan Koi

Benih ikan koi yang sudah berenang bebas harus dipindahkan kekolam khusus pembesaran. Simak poin poin berikut ini untuk cara mempersiapkan kolam pembesaran ikan koi.

  1. Kolam pembesaran ini harus dipersiapkan seminggu sebelum pemijahan, hal ini dilakukan agar kolam pembesaran telah ditumbuhi pakan alami saat benih dimasukkan.
  2. Kolam dikeringkan selama dua hari di bawah terik matahari dan disemprot dengan pestisida untuk membutnuh binatang yang tidak diperlukan. Pestisida yang dipakai adalah Dipherex atau Nogos dengan dosis 0,5-1,0 ppm.
  3. Kolam dipupuk dengan kotoran ayam dan jerami agar dapat tumbuh pakan alami berupa binatang renik.
  4. Volume kotoran ayam 1,5 kg/m2, sedangkan jerami ditindih dengan batu dan diletakkan di sudut-sudut kolam.
  5. Pintu pemasukan air ke kolam harus diberi saringan.

Dalam beberapa hari, air di dalam kolam yang terkena jerami akan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Beberapa hari kemudian akan jernih kembali, jika pemberian kotoran ayam dan jerami dilakukan dengan tepat makan akan mulai tumbuh infusoria dan fitoplankton.

Pada saat ini benih-benih koi sudah dapat dimasukkan setelah kurang lebih sepuluh hari dan daphnia akan tumbuh.

Jika teknik pembuatan kolam untuk pakan alami tersebut gagal. Maka pemberian pakan bisa dilakukan dengan pakan buatan.

2. Pemberian Pakan

Pakan bagi makhluk hidup merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting sebagai sumber energy untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembang biakannya.

Benih ikan koi perlu diberikan pakan yang baik dan tepat. Ada dua teknik pemberian pakan yakni pakan alami dan pakan buatan.

Pakan alami atau pakan hidup misalnya cacing darah, cacing tanah, daphnia, cacing tubifex cocok diberikan pada benih koi (hingga bobot 50 g/ekor) karena lebih mudah dicerna oleh benih sesuai dengan kondisi sistem pencernaan, selain itu koi juga dapat memakan phitoplankton dalam kolam. Pakan alami sudah tersedia jika kolam pembesaran dengan pakan alami yang telah dibuat seperti di atas berhasil dibuat.

Sedangkan pakan ikan koi buatan yakni seperti kuning telur yang telah direbus, susu bubuk untuk anak sapi, tepung udang, ataupun pakan tepung khusus untuk ikan koi.

Jumlah pakan diberikan berdasarkan jumlah ikan (bobot biomassa) dalamkolam dengan kisaran kebutuhan 3-5% perhari, dengan frekuensi pemberian 2-3kali perhari hal ini juga disesuaikan dengan kondisi ikan dan media air pemeliharaannya.

Penutup

Ada sebuah penelitian menyebutkan bahwa Ikan Koi yang dibudidaya pada kolam lumpur ternyata memiliki kualitas warna yang lebih bagus dibandingkan dengan yang dipelihara pada kolam tembok.

Ternyata hal tersebut karena ikan koi yang dipelihara dalam kolam lumpur banyak menyantap ganggang ataupun makanan alami lainnya yang memang tumbuh di lumpur.

Makanan ikan koi alami berupa ganggang yang dimakan koi tersebut mengandung banyak zat karoten. Oleh karena itu, jika Anda ingin memiliki hasil budidaya ikan koi menjadi lebih cantik, bagus dan sehat. Berikan pakan yang memiliki sumber karoten yang tinggi seperti “krill”, paprika, dan daun marigold, semuanya dapat anda campurkan dalam makanannya. Saat ini sudah banyak makanan sumber karoten yang tersedia dalam bentuk extract, sehingga mudah jika dicampurkan dengan pellet atau roti.

Pakan Alami Ikan Lele dari Tumbuhan dan Hewan

Pakan Alami Ikan Lele dari Tumbuhan dan Hewan

Dalam kegiatan budidaya ikan lele pakan menjadi hal yang sangat penting. Tentu saja karena setiap makhluk hidup membutuhkan pangan untuk keberlangsungan hidupnya. Ikan lele memerlukan pakan untuk pertumbuhan, nutrisi untuk beraktivitas dan juga untuk reproduksi.

Dalam budidaya ikan lele, frekuensi pemberian pakan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Frekuensi pemberian pakan adalah jumlah pakan yang diberikan per satuan waktu. Sebagai contoh dalam sehari pakan ikan diberikan tiga kali.

Frekuensi dan kuantitas pemberian pakan pada ikan ini yang akan menjadi penentu konversi daging atau berat ikan yang dihasilkan.

Ada dua macam pakan untuk ikan lele yakni pakan buatan dan pakan alami.

Namun demikian, pada artikel kali ini ikantawar.com akan mengulas tentang pakan alami ikan lele.

Pakan alami ikan lele

Ikan lele tergolong dalam jenis ikan omnivora (pemakan segalanya), namun karena sifatnya yang kanibal jadi disebut sebagai ikan omnivora yang cenderung karnivora.

Pakan alami ikan lele bisa berupa jasad hewani yakni larva, serangga, jentik nyamuk, cacing dan lainnya.

Mari simak lebih detail pakan alami ikan lele yang bisa kita temukan disekitar kita dengan mudah dan biaya yang murah untuk mendukung Ternak Ikan Lele Supaya Cepat Besar.

1. Pakan Ikan dari Tanaman/ Dedaunan

daun pepaya pakan ikan lele

Seperti yang sudah diulas di atas, bahwa ikan lele termasuk jenis ikan omnivora. Jadi pakan yang terbuat dari tanaman atau dedaunan yang ada disekitar kita bisa menjadi pakan yang alami.

Pakan ikan dari daun pepaya, kangkung, enceng gondok bisa dijadikan pakan ikan dengan mengolahnya menjadi pelet. Pembuatan pakan ikan alami dari tumbuhan menjadi pelet ini dilakukan dengan proses fermentasi. Disamping itu, sudah diketahui bahwa tanaman tersebut juga memiliki khasiat/ obat untuk ikan lele.

Ada yang lebih simple dan mudah untuk membuat alternatif pakan alami ikan lele yakni menggunakan daun singkong. Bagaimana caranya? cekidot

✓ Pakan Lele dari Daun Singkong

Daun singkong digunakan untuk pakan lele sebaiknya dicampur dengan pelet, tujuannya agar lele mau memakannya dengan lebih lahap. Campuran ini cocok untuk pakan ikan lele yang sudah berukuran sebesar sekitar 12 cm atau kira kira sebesar dua telunjuk jari tangan.

Daun singkong digunakan untuk campuran pakan karena kandungan gizi yang cukup tinggi. Kandungan gizi yang dimiliki yakni protein sebesar 29% – 30%, serat kasar sebesar 22%, fat sebesar 4,8%, energi sebesar 1300 Kcal/kg serta asam amino sebesar hampir 60%.

Pemberian pakan lele dengan campuran daun singkong dan pelet dapat dilakukan sekali saja dalam sehari atau setidaknya 3 kali seminggu.

✓ Cara Membuat Pakan Lele Daun Singkong

Siapkan bahan bahan yang diperlukan, yakni Pelet, Daun Singkong, dan Air Panas.

Cara membuat campuran pakan lele pelet dan daun singkong adalah sebagai berikut:

  1. Terlebih dahulu iris/ cincang menjadi kecil kecil daun singkongnya, dengan ukuran kurang lebih setengah centimeter.
  2. Kemudian masukkan irisan daun singkong tersebut ke dalam wadah ember.
  3. Masukkan peletnya, kemudian aduk rata.
  4. Siram dengan air panas untuk merendam campuran tersebut.
  5. Tunggu sampai dingin dan daun singkong telah layu.
  6. Sebaiknya saring campuran pakan tersebut sebelum sebar ke kolam lele, tidak disaringpun bisa.

✓ Pakan Lele dari Daun Pepaya

Daun pepaya memiliki banyak manfaat bagi lel, salah satunya yakni untuk menghilangkan sifat kanibalisme lele dan tidak menyerang satu sama lain. Bagaimana caranya? Kita bisa mencincang halus daun pepaya dengan masukkan dan mencampurkan sedikit tetesan tebu/molase yang di aduk hingga merata. Kemudian diamkan selama lebih kurang 15 menit. Setelah itu baru bisa diberikan kepada lele.

✓ Cara Membuat Pakan Lele Dari Daun Pepaya

Cara lain yang bisa kita lakukan yakni membuat pakan lele dari daun pepaya untuk dijadikan pelet, adalah sebagai berikut.

Bahan-bahan yang diperlukan:

a. Daun pepaya segar, Ragi tempe dan ikan asin secukupnya
b. Tepung jagung 40 kg
c. Tepung ikan 30 kg
d. Tepung kedelai 30 kg

Cara membuatnya:

  • Campur jadi satu, tepung ikan, tepung jagung, tepung kedelai dan ragi tempe dan aduk hingga merata. Tambahkan air sedikit saja supaya adonan kalis.
  • Masukkan campuran tersebut kedalam wadah yang ditutup rapat. Diamkan selama lebih kurang 12 jam.
  • Giling hingga halus daun pepaya dan ikan asin yang sudah disiapkan.
  • Buka adonan setelah 12 jam dan campurkan gilingan daun pepaya ikan asin. Campurkan dan aduk-aduk lagi hingga merata.
  • Cetak adonan menjadi pelet menggunakan mesin pelet.
  • Setelah menjadi pelet kemudian keringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur.
  • Pelet yang sudah kering bisa langsung diberikan untuk pakan lele atau jika banyak bisa disimpan dalam wadah yang kedap udara agar tidak mudah rusak.

2. Pakan Ikan dari Tumbuhan Azolla

Tanaman Azolla

Tumbuhan Azolla termasuk dalam jenis paku air yang hidup di perairan. Azolla sering dijumpai tumbuh pada lahan pertanian di pesawahan. Tumbuhan azola memiliki ukuran panjang 1,5 – 2,5 cm dengan bentuk daun yang kecil dan saling bertindih. Permukaan daunnya berwarna hijau kemerah-merahan.

Kini azola juga banyak dijadikan sebagai pakan ikan karena kandungan protein yang dimiliki yakni 31% pada Azolla segar dan 39% pada azolla yang sudah difermentasi.

Cara membuat pelet dari fermentasi Azolla

Untuk membuat pelet dari tanaman azolla, simak langkah singkatnya berikut ini:

  • Campur 50kg Azolla dengan 1 liter molase dan 30cc probiotik
  • Masukkan semua bahan tersebut dalam drum plastik ukuran 200 L
  • Untuk Fermentasi, diamkan selama 15-20 hari
  • Setelah waktu fermentasi selesai, hasil fermentasi tanaman azolla tersebut dicampur dengan bahan lain seperti tepung jagung atau sejenisnya
  • Bentuk menjadi pelet.

3. Pakan Ikan Lele dari Bekicot dan Keong

Bekicot untuk pakan ikan lele

Bekicot dan keong masih banyak dijumpai di pekarangan dan sawah di pedesaan, bahkan banyak juga orang yang sudah melakukan budidaya bekicot untuk pakan ikan.

Bekicot dan keong sudah diketahui kaya akan protein. Hal inilah yang menjadi alasan bekicot dan keong bisa dijadikan pakan ikan alami yang bagus.

Namun demikian, bekicot dan keong tidak serta merta langsung diberikan sebagai pakan. Bekicot dan keong harus diolah terlebih dahulu. Cangkang dan dagingnya harus dipisahkan dengan cara direbus dengan air hingga mendidih. Selain untuk mempermudah pemisahan daging dari cangkangnya, proses perebusan ini juga bertujuan untuk membunuh kuman penyakit yang mungkin ada pada bekicot dan keong yang bisa berakibat penyakit pada ikan.

Pemisahan daging dari cangkangnyabisa dengan dicukil menggunakan tusuk sate ataupun garpu. Cincang daging bekicot dan keong menjadi kecil kecil. Setelah dingin, daging tersebut siap diberikan untuk pakan ikan.

4. Bangkai Unggas

Unggas mati untuk pakan ikan lele

Di sekitar kamu ada pelaku bisnis ternak ayam/ unggas? dari ratusan atau ribuan unggas yang diternak biasanya ada saja yang mati. Tidak mungkin hidup semuanya seratus persen, semua peternak ayam sudah mengakui hal itu.

Limbah unggas yang mati tersebut bisa dijadikan pakan alternatif alami untuk ikan lele.

Namun demikian, tentu saja lebih baik diproses dulu sebelum dijadikan pakan ya. Bangkai unggas harus direbus dan dibuang bulu bulunya terlebih dahulu.

Setelah diproses dengan direbus, perhatikan juga cara memberikan makan. Sebaiknya gunakan tali untuk menggantung bangkai ketika diberikan ikan. Jika daging bangkai sudah habis dimakan ikan lele, angkat tulang tulangnya supaya tidak jadi residu di kolam ikan lele.

5. Pakan Ikan dari Cacing

cacing tanah untuk pakan lele

Siapa yang tidak tau cacing tanah?. Di pedesaan cacing sangat mudah ditemukan di tanah yang lembab di kebun, sawah, dan di sekitar rumah. Cacing bisa menjadi pakan alternatif yang murah untuk ikan. Cacing memiliki kandungan nutrisi dua kali lipat dari pakan buatan

Cacing termasuk dalam hewan kelas oligochaeta. Sudah umum diketahui bahwa cacing memiliki kandungan protein yang tinggi mencapai 58% – 78% dari berat kering. Kandungan protein tersebut lebih tinggi dari yang terdapat pada kerbau, sapi, kambing ataupun telur.

Penutup

Problem yang menjadi kerisauan banyak petani ikan adalah harga pakan ikan yang tinggi. Untuk itu, para petani ikan dituntut kreatif untuk meniasati dengan pakan ikan alternatif yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pakan alami ikan lele yang diulas di atas semoga bisa menjadi solusi untuk meningkatkan hasil dan kualitas budidaya ikan lele.

Namun demikian, keberhasilan budidaya ikan bukan serta merta tentang banyaknya ikan, kolam, ataupun pakan yang diberikan. Semua butuh proses yang baik dan benar, kerja keras, ketekunan dan tentu saja ada doa keluarga di setiap waktu.