Cara Pembuatan Kolam Terpal Lele dan Tips Sukses Bagi Pemula

Cara Pembuatan Kolam Terpal Lele dan Tips Sukses Bagi Pemula

Mungkin sebagian besar dari Anda pernah terbersit keinginan untuk melakukan usaha dengan modal yang tak seberapa dan usaha yang dapat dilakukan sendiri dalam artian tidak membutuhkan pegawai.

Saat ini hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, ada berbagai jenis usaha yang dapat di rintis sendiri seperti salah satunya yang sedang banyak di gandrungi masyarakat adalah budidaya ikan lele.

Budidaya ikan lele dapat dikatakan gampang-gampang susah, pasalnya Anda juga perlu belajar bagaimana budidaya ikan lele yang baik dan juga mempersiapkan modal usaha untuk membuat kolam ikan lele.

Salah satu cara menghemat anggaran Anda adalah dengan membuat kolam terpal lele, karena kolam terpal lele di percaya menjadi opsi jitu saat lahan yang Anda miliki tidak terlalu luas dan juga selain itu kolam terpal lele mudah dalam proses pembuatannya.

Nah, ada dua jenis kolam terpal lele yang perlu Anda ketahui dan bagaimana cara membangunnya. Yuk simak!

1. Dibangun Di Atas Permukaan Tanah

Membangun sebuah kolam terpal lele di atas permukaan tanah merupakan salah satu opsi yang dapat Anda lakukan saat akan memulai budidaya ikan lele. Hal-hal yang harus Anda perhatikan dan perispkan adalah konstruksi yang harus menggunakan kerangka.

Hal yang anda butuhkan untuk memulai membuat kerangka adalah dengan cara membuatnya dari bambu, pilihlah bambu yang kuat sebagai penyangga terpal dan segala isi kolam nantinya. Kolam jenis ini tidak memerlukan penggalian sama sekali, hanya membutuhkan kerangka yang akan dilapisi oleh terpal yang juga berbahan baik dan memiliki kualitas unggul agar tidak mudah rusak dan tidak bocor nantinya.

Dalam hal ukuran, rata-rata kolam terpal lele yang di bangun di atas permukaan tanah sekitar 4 x 5 x 1 meter.

2. Dibangun Di Dalam Tanah

Cara pembuatan kolam terpal lele yang lain adalah dengan membangun kolam lele di dalam tanah. Tentunya Anda membutuhkan tenaga extra untuk menggali atau melubangi tanah sebagai tempat keseluruhan terpal

Ada dua teknik yang sering dipakai yaitu jika Anda menginginkan terpal masuk penuh ke dalam tanah maka Anda harus mengikat dengan pasak atau penguat yang lain di sepanjang tepian kolam terpal lele. Namun jika Anda berencana membuat hanya sebagian saja terpal yang masuk ke dalam tanah, maka Anda tetap harus membuat kerangka kecil untuk melindungi kolam.

Nah bagaimana, cukup mudah kan? Apakah Anda sudah memiliki gambaran di benak untuk memulai budidaya ikan lele? Jika iya maka ada juga beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memulai usaha budidaya ikan lele. Ada dua hal paling penting yang perlu Anda perhatikan saat akan ternak lele, diantaranya adalah sebagai berikut:

Letak Kolam Terpal Lele

Ikan lele cukup mudah dibudidayakan karena ikan lele dapat tumbuh di berbagai jenis tempat. Namun meskipun demikian Anda harus tetap memperhatikan bagaimana kondisi dan tingkat keasaman yang dimiliki di area sekitar.

Karena tingkat keasaman (Ph) yang paling baik untuk ternak lele adalah pada kisaran Ph 7-8. Selain itu kebersihan kolam juga mempengaruhi tingkat kenyamanan ikan lele.

Suhu


Hal penting yang perlu Anda ingat juga suhu dalam kolam terpal lele dan area sekitarnya. Yang perlu diketahui Ikan lele dapat hidup dalam suhu sekitar 27-32oC.

Sedangkan apabila terjadi suhu yang rendah maka bisa-bisa hal tersebut dapat mengganggu proses pencernaan pada ikan lele, dan sebaliknya jika suhu tinggi maka ikan lele dapat memproses makanan dalam pencernannya dengan waktu lebih cepat.

Setelah mengetahui dua unsur yang sangat perlu diperhatikan saat akan memulai budidaya ikan lele, Anda juga perlu mengetahui tentang beberapa penyebab gagalnya ternak ikan lele yang tentunya tidak Anda inginkan.

Jadi, yuk simak beberapa penyebab gagalnya budidaya ikan lele di bawah ini

Kolam terpal lele dalam kondisi terbuka

Dengan kondisi terbukanya kolam terpal lele, dapat membiarkan predator seperti kadal dan lain-lain masuk dan menganggu ikan lele. Jadi alangkah lebih baik jika Anda selalu melakukan pengawasan extra atau membuat penutup kolam.

Dasar Kolam Rendah

Dalam pembuatan kolam terpal lele, hal yang juga mempengaruhi dalam proses perkembangbiakan ikan lele adalah kedalaman kolam. Jika kolam di buat semakin dalam maka kemungkinan predator menyerang sangat tipis dan sebaliknya. Predator tentu saja akan merugikan Anda sebab mayoritas datang saat masa panen ikan lele tiba.

Bibit Lele yang Memiliki Kualitas Buruk

Ketika Anda memutuskan untuk membeli bibit lele, pilihlah bibit lele yang unggul dan terbaik. Pasalnya jika Anda keliru memilih bibit ikan lele yang buruk maka akan berakibat pada perkembangbiakan selanjutnya. Ikan lele banyak yang mati karena lemah dan tentunya dapat merugikan usaha budidaya ikan lele Anda.

Pakan yang Tidak Terkontrol


Ikan lele membutuhkan kontrol makanan yang tersistem dengan baik. Apalagi saat akan mendekati masa panen. Maka Anda harus sering-sering mengontrol waktu dan jenis makanan ikan lele.

Suasana Ramai dan Bising


Siapa bilang hanya manusia yang bisa merasakan stress? Hewan juga bisa merasakannya termasuk ikan lele. Ikan lele bisa melalui fase stress jika mendengar terlalu banyak kebisingan, bisa-bisa ikan lele malas untuk makan dan pada akhirnya berakibat fatal yaitu meninggalnya ikan lele dalam jumlah yang massive.

Lele Kanibal

Tidak meratanya ukuran ikan lele dalam satu kolam ternyata dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal, seperti banyaknya ikan lele yang menjadi kanibal. Ikan lele berukuran besar jika sedang lapar maka dengan mudah dapat menjadikan ikan lele yang ukurannya lebih kecil sebagai santapannya.

Sehingga solusinya akan lebih baik jika Anda mengklasifikasikan ukuran lele yang sama tiap kolamnya untuk mencegah kejadian lele kanibal.

Penyakit dan Virus

Jika penyakit sudah menjangkit seekor ikan lele maka bisa-bisa ikan lele dalam satu kolam yang sama akanmengalami hal serupa, seperti bintik putih dalam kulit ikan lele dan penyakit dengan ciri yang lain. Hal tersebut dapat membuat kematian ikan lele dalam jumlah banyak dan tentu saja akan memberikan dampak kerugian yang lumayan besar bagi Anda.

Bangkai Ikan Lele

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika terdapat bangkai ikan lele dalam kolam terpal lele Anda adalah dengan tindakan langsung membuangnya. Pasalnya bangkai ikan lele tidak bisa dibiarkan berlama-lama di dalam kolam dan bercampur dengan ikan lele yang lain. Karena hal tersebut dapat membuat stress ikan lele yang masih bertahan hidup.

Nah di atas adalah beberapa pengetahuan tentang cara pembuatan kolam terpal lele dan beberapa tips agar Anda dapat sukses memulai usaha budidaya ikan lele.

Kunci utama dalam memulai budidaya ikan adalah niat dan tekad sepenuh hati serta siap mempelajari hal baru tentang pengetahuan ikan lele untuk menghadapi beberapa kondisi-kondisi buruk yang akan datang kedepannya.

Selamat mencoba dan good luck!

 

Bingung Cara Budidaya Belut yang Praktis dan Mudah? Yuk, Simak Pembahasannya Di Bawah Ini

Bingung Cara Budidaya Belut yang Praktis dan Mudah? Yuk, Simak Pembahasannya Di Bawah Ini

Cara Budidaya Belut – Saat ini, banyak orang yang lebih memilih untuk berbisnis dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Hal ini karena jika bisnis dilakukan dengan tekun dan pantang menyerah, bisnis dapat memberikan keuntungan yang lebih banyak. Tak heran, banyak orang yang mulai menjalankan bisnis untuk bisa meraup banyak keuntungan.

Salah satu bisnis yang dianggap dapat memberikan banyak sekali keuntungan ialah budidaya belut.

Siapa yang tak kenal dengan hewan licin yang satu ini? Hewan air tawar yang satu ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh Anda seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat, fosfor, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin B dan vitamin C.

Tentunya dengan berbagai macam kandungan nutrisi baik yang ada di dalamnya, hal ini membuat belut banyak disukai oleh sebagian besar orang.

Dengan peluang yang sangat baik tersebut, tentu saja hal ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ditambah lagi, cara budidaya belut juga sangat mudah untuk Anda lakukan.

Nah, Anda bisa memperhatikan beberapa langkah mudah budidaya belut di bawah ini:

Sarana Untuk Ternak Belut

1. Drum/Tong


Anda bisa menggunakan drum atau tong bekas untuk membudidayakan belut. Akan tetapi, untuk membuat kolam dari tong Anda harus melakukan beberapa cara di bawah ini:

  • Bersihkan bagian dalam drum/tong hingga benar-benar bersih
  • Buatlah lubang yang memanjang pada bagian sisi drum
  • Letakkan drum di tanah yang datar dan pasang pengganjal bagian kanan serta kiri drum agar tidak mudah terguling
  • Sebelumnya, Anda bisa membuat saluran pembuangannya terlebih dahulu
  • Setelah itu, pasang peneduh dari sinar matahari agar belut tidak kepanasan
  • Beri lapisan jerami pada bagian dasar drum dengan ketebalan 50 cm
  • Siram jerami menggunakan mikroorganisme stater dengan komposisi 1 liter per drumnya
  • Beri lapisan kompos atau pupuk kandang atau tanah humus setinggi 5cm
  • Tambahkan lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur dengan pupuk TSP 5kg
  • Masukkan air bersih, diamkan untuk tahap fermentasi sebelum dimasukkan belut selama 2 minggu

2. Kolam Terpal

Anda juga bisa menggunakan kolam terpal sebagai sarana budidaya belut. Untuk menjaga kualitas air, Anda bisa menggunakan sistem center drain ketimbang harus menggunakan pompa penyedot. Cara budidaya belut dengan center drain ini Anda hanya tinggal membuat kolam dengan bentuk mengerucut di tengah dan buatlah saluran pembuangan air pada bagian tengahnya.

Dengan menggunakan sistem ini, Anda hanya tinggal membuka pipa pembuangan untuk membersihkan kolam. Setelahnya, jika sudah bersih Anda bisa menambahkan air yang baru lagi.

3. Bak Fiber

Anda juga bisa menggunakan bak fiber sebagai salah satu cara budidaya belut yang baik. Akan tetapi, dengan menggunakan bak fiber yang satu ini tentu saja biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar.

4. Bak Semen

Anda juga bisa menggunakan bak semen sebagai sarana permanen untuk budidaya belut. Akan tetapi, sama dengan bak fiber, harga yang harus Anda keluarkan juga cukup besar. Nah, untuk cara budidaya belut yang satu ini Anda bisa membuat sistem center drain agar lebih mudah dalam sistem pembuangan.

Pilih Bibit Belut Terbaik

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan ialah dengan memilih bibit belut. Tentu saja, dalam pemilihan bibit belut ini Anda harus memperhatikan beberapa hal penting agar bisa menghasilkan kualitas belut yang unggul. Lalu, apa sajakah hal yang harus Anda perhatikan saat memilih bibit belut?

1. Tubuh Belut Tidak Lemas Saat Dipegang

Cara budidaya belut yang baik ialah Anda harus memilih bibit yang tidak lemas atau lembek saat dipegang. Ini karena belut yang sehat memiliki tubuh yang keras.

2. Pilihlah Bibit Belut yang Bebas Dari Luka

Hal ini sangat penting untuk Anda perhatikan. Pastikan bahwa Anda memilih belut dengan tubuh yang bebas dari luka baik itu karena penyakit ataupun terkena goresan benda tajam. Hal ini karena dapat menular ke yang lainnya.

3. Pilihlah Belut yang Lincah

 

Tentu saja, belut yang sehat adalah belut yang lincah pergerakannya. Dengan memilih belut yang lincah, Anda bisa menghasilkan kualitas belut dewasa yang unggul nantinya.

4. Ukuran Belut yang Seragam

Usahakan pada saat membeli bibit belut Anda memilih yang memiliki ukuran seragam. Jika ada belut yang memiliki ukuran lebih besar, hal tersebut bisa membuatnya lebih dominan sehingga membuatnya lebih banyak makan dan tumbuh lebih cepat.

Tebar Belut Dengan Jumlah yang Ideal


Cara budidaya belut selanjutnya ialah dengan menebar benih dengan ukuran yang ideal sesuai dengan luas kolam. Umumnya, agar bibit belut dapat berkembang dengan baik tebar benih 50 hingga 100 ekor/m2. Nah, agar belut terhindar dari stress dan membantu meningkatkan kualitas dari belut itu sendiri, tebarlah belut pada waktu pagi atau sore hari.

Untuk belut hasil dari tangkapan alam, sebaiknya dikarantina selama 1-2 hari lamanya dengan air bersih yang mengalir. Atur sirkulasi air seperti genangan sawah dan jangan membuat kolam yang terlalu dalam karena hal ini dapat membuat bibit belut lebih keras untuk mencapai permukaan sehingga membuatnya kurus. Anda bisa memberikan pakan kocokan telur selama dalam proses karantina tersebut.

Beri Pakan Selama Ternak Belut

Memberikan pakan merupakan salah satu cara budidaya belut yang sangat penting. Hal ini pastinya berkaitan dengan tumbuh kembang belut nantinya. Dalam memberikan pakan belut juga tidak boleh sembarangan. Dimana, Anda hanya cukup memberikan pakan sebanyak 5 hingga 20% dari bobot tubuh belut /harinya.

Untuk pakan belut itu sendiri, Anda bisa menggunakan ulat hongkong, keong mas/sawah, lambung katak, berudu (kecebong), anakan ikan mas, ikan guppy, ikan cithol, ikan cere, cacing lumbricus, cacing lor, cacing merah dan masih banyak yang lainnya. Beri pakan saat sore hari karena belut biasanya mencari mangsa pada sore atau malam hari.

Pemanenan Belut

Untuk bisa membudidaya belut agar siap dipanen Anda hanya membutuhkan waktu selama 3 – 4 bulan lamanya. Tentunya, proses yang satu ini bisa dibilang sangat cepat. Jika Anda dapat merawatnya dengan baik Anda bisa mendapatkan bobot rata-rata belut 3 hingga 5 ekor perkilonya.

Sangat menguntungkan bukan cara budidaya belut yang satu ini? Untuk harga yang harus Anda tawarkan, Anda bisa menyesuaikannya dengan harga pasar. Anda bisa menjualnya di pasar ikan atau tetangga sebelah rumah.

Bagaimana? Sangat mudah bukan cara budidaya belut yang satu ini? Anda hanya tinggal memperhatikan beberapa langkah di atas dengan baik dan jangan lupa untuk tetap terus merawatnya sembari memberikan pakan dengan nilai gizi.

Jadi, Anda tidak perlu bingung untuk mencari bisnis yang lainnya, karena hanya dengan tekun menjalankan budidaya belut dengan tekun Anda juga bisa meraup banyak keuntungan bahkan bisa membuka lapangan kerja. Semoga cara budidaya belut yang satu ini bermanfaat untuk Anda.

 

Inilah Alasan Mengapa Anda Perlu Melirik Budidaya Lele Bioflok

Inilah Alasan Mengapa Anda Perlu Melirik Budidaya Lele Bioflok

Sudah menjadi rahasia umum jika memulai usaha budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan usaha baru yang dapat dilakukan oleh siapa saja asal memiliki tekad, niat dan juga modal usaha tentunya.

Namun Anda juga jangan terlalu khawatir karena modal yang Anda butuhkan untuk memulai budidaya ikan lele tidak terlalu merogoh kantong Anda kok dan tentunya jika Anda berhasil telaten, maka iming-iming keuntungan yang lumayan tinggi tidak lagi menjadi angan semata.

 

Saat ini yang sedang trend di kalangan masyarakat adalah budidaya lele bioflok. Sebuah konsep budidaya baru yang menekankan pada unsur pakanan ikan lele.

Nah kabar gembiranya budidaya lele bioflok ini ternyata dapat menekan modal biaya karena menggunakan istilah makanan ‘herbal’ dan bukan makanan pabrikan.

Dalam prinsip budidaya lele bioflok penggunaan bahan pakan ‘herbal’ seperti bahan pangan yang terdiri dari campuran ampas tahu, bekatul, bawah putih dan sebagainya pada intinya mempunyai maksud untuk mencegah serangan hama dan virus dan membuat daya tahan fisik ikan semakin sehat dan kuat.

Nah bioflok sendiri berdasar dari kata ‘bios’ yang berarti kehidupan dan ‘flock’ yang memiliki arti yaitu gumpalan. Maksudnya kurang lebih adalah gabungan dari bermacam organisme seperti protozoa, bakteri, ragi dan mikroba kecil lainnya yang tergabung dan menjadi gumpalan.

Hal tersebut masuk dalam prinsip budidaya lele bioflok karena tidak hanya menambahkan makanan herbal namun juga menambahkan beberapa organisme hidup (probiotik) yang berperan sebagai tambahan pakan ikan lele yang alami dan dapat menjaga kualitas air di dalam kolam sehingga ikan lele lebih sehat lagi.

Bagaimana? Apakah Anda mulai tertarik ingin mencoba budidaya lele bioflok di rumah masing-masing? Jika iya, inilah beberapa alasan kenapa sih Anda harus melirik budidaya lele bioflok sebagai usaha baru Anda, yuk simak!

1. Lebih Menghemat Pakan Ikan Lele


Seperti yang telah dituliskan beberapa informasi di atas mengenai sistem budidaya bioflok. Maka sudah jelas jika budidaya lele bioflok ini dapat menghemat anggaran dalam hal pakan ikan lele, karena Anda dapat menggunakan pakan herbal kepada ikan lele. Sehingga Anda tak perlu lagi langganan pakanan pabrik yang lumayan merogoh kocek Anda.

Namun meskipun demikian Anda harus tetap memberikan treatment khusus seperti rajin memberikan vitamin dan vaksin agar kebal terhadap bakteri dan penyakit. Bisa kebayang kan kalau misalnya banyak ikan lele yang mati karena kurangnya perawatan vaksin dan vitamin? Bisa-bisa bisnis budidaya ikan lele Anda akan cepat gulung tikar.

2. Lebih Menghemat Air Dalam Kolam

Jika dalam budidaya ikan lele konvensional Anda harus sesering mungkin mengganti air agar ikan lele di dalamnya merasa nyaman dan tidak stress. Kali ini ada yang berbeda dengan budidaya lele bioflok, justru yang Anda butuhkan adalah bakteri di dalam kolam air yang selanjutnya diubah sebagai nutrisi yang baik untuk ikan lele.

Sehingga akan menimbulkan kemungkinan yang kecil untuk sesering mungkin mengganti air kolam.

3. Solusi Cerdas Untuk Lahan Sempit

Nah bagi Anda yang memang tidak memiliki cukup lahan untuk memulai budidaya lele bioflok ini maka Anda sangat direkomendasikan memilih teknik budidaya lele bioflok ini.

Selain itu ikan lele dapat hidup dalam kolam padat, sebagai contoh perbandingan, jika model kolam satu meter kubik biasanya hanya mampu diisi paling penuh 50 ekor ikan lele, maka lain lagi pada kolam bioflok Anda dapat mengisinya dengan penuh sekitar 500 ikan lele. Pilihan yang jitu bukan?

Memang untuk memulai bisnis saat ini selain modal yang dibutuhkan adalah bagaimana Anda dapat memutar otak dengan baik dan selalu menyesuaikan peluang dan kesempatan yang ada. Nah, jika Anda memang berminat melakoni budidaya lele bioflok maka hal pertama yang perlu Anda persiapkan adalah akat dan bahan membuat kolam terpal sebagai tempat tinggal ikan lele.

Berikut adalah alat dan bahan yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu diantaraya adalah:

  • Terpal besar dengan ukuran sesuai lahan yang Anda siapkan
  • Terpal talang ukuran menyesuaikan
  • Besi Wire-mesh berdiameter minimal 7mm dengan panjang besi 5,4 m dan lebar besi 2,1 m
  • Paralon berjumlah dua buah
  • Siapkan juga las listrik
  • Kabel ties/ripet secukupnya
  • Terpal atap (opsional) namun lebih baik jika ada atapnya
  • Paralon

Setelah berhasil mempersiapkan alat dan bahan. Maka berikut ini adalah tutorial atau cara membuat kolam terpal untuk budidaya ikan bioflok, yuk simak!

  1. Pertama silahkan potong besi wire-mesh yang telah dipersiapkan menjadi dua bagian sama panjang.
  2. Lalu langkah selanjutnya mulai gabungkan 2 besi wire-mesh tadi menggunakan las listrik.
  3. Kemudian Anda dapat memulai membuat rangka kolam ikan lele dengan menyatukan kedua ujung besi wire-wesh sehingga nantinya berbentuk bulat.
  4. Carilah sebuah lahan yang sesuai dan tempatkan kerangka kolam ikan lele di tempat tersebut. Lalu jangan lupa untuk membuat saluran pembuangan yang ada pada bagian tengah kerangka kolam ikan lele.
  5. Langkah selanjutnya adalah meletakkan pipa PVC pada lubang saluran yang baru saja di buat.
  6. Jangan lupa untuk memasang karpet talang pada sisi-sisi yang dimiliki kerangka kolam Anda dan ikat dengan kabel ties.
  7. Kemudian pasanglah terpal yang sesuai dan rapi pada kerangka kolam berbentuk bulat tadi.
  8. Sertakan penutup kolam jika Anda telah berhasil membuatnya (opsional).
  9. Kolam ikan lele untuk budidaya lele bioflok sudah dapat digunakan semestinya.

Nah langkah selanjutnya adalah persiapan penebaran bibit ikan lele dalam kolam terpal. Ingat ya jika Anda menginginkan hasil ikan lele yang sehat dan maksimal maka dalam pemilihan bibitnya juga carilah bibit ikan lele yang unggulan dan paling baik jenisnya.

Penebaran bibit ini dapat Anda lakukan setelah air di dalam kolam terpal sudah matang serta membentuk flok yaitu dengan cara menambahkan beberapa probiotik di dalamnya dengan ukuran air yang pas dan tidak terlalu banyak. Lalu aduk selama 24 jam atau lebih dengan terus menerus menggunakan alat bantuan yaitu aerator.

Setelah air benar-benar sudah matang dan sudah terdapat beberapa flok protein di dalamnya maka Anda dapat mulai menebar benih ikan lele namun juga Anda tetap harus melakukan pengecekan pH air dalam kolam terlebih dahulu sampai pH netral.

Ada tips untuk Anda saat menebar bibit ikan lele lebih baik melakukannya pada pagi hari yaitu sekitar jam 5 pagi karena kondisi air sedang sejuk-sejuknya.

Setelah itu jangan lupa untuk terus memantau dan merawat ikan lele dalam kolam terpal dengan cara memberikan pakanan secara rutin serta memberikan vaksin dan vitamin.

Jika Anda telaten maka dalam waktu kurang lebih 2 bulan, malah bisa cepat dari itu Anda sudah dapat merasakan panen ikan dan mendapat keuntungan jutaan rupiah. Jadi tunggu apalagi?

Nah di atas adalah beberapa alasan kenapa sih Anda harus memulai bisnis baru yaitu budidaya lele bioflok? Semoga tulisan di atas dapat membantu menjawab. Selain itu juga terdapat tutorial membuat kolam terpal untuk ikan lele beserta perawatannya yang mungkin akan Anda butuhkan nantinya.

Jadi, ayo bulatkan tekad Anda dan mulailah mengumpulkan modal usaha yang tak seberapa demi mendapatkan keuntungan fantastis dari budidaya lele bioflok. Selamat mencoba, goodluck!

 

Bisnis Ikan Lele yang Mudah dan Praktis Bagi Para Pemula

Melakukan budidaya ikan lele merupakan salah satu bisnis yang sedang banyak digandrungi oleh sebagian besar orang.

Apalagi untuk bisa ternak lele yang satu ini sangatlah mudah, Anda juga tidak membutuhkan banyak modal untuk bisa mengembangkan usaha yang satu ini. Jika Anda bisa lebih terampil dan tekun, bisnis yang Anda geluti pun bisa lebih sukses.

Ditambah lagi, kandungan nutrisi yang ada di dalam ikan lele sangat baik unutk kesehatan dan kecerdasan otak Anda.

Tak heran jika saat ini banyak orang yang mulai mengkonsumsi ikan lele sehari-hari sebagai lauk. Dengan banyaknya orang yang mulai mengonsumsi ikan lele, hal ini membuat permintaan ikan lele di pasar juga semakin besar.

Ini merupakan suatu peluang yang sangat baik bagi Anda untuk meraup keuntungan yang besar pula.

Lalu, bagaimana cara bisnis ternak lele terutama bagi Anda para pemula yang baru akan memulai bisnis yang satu ini? Nah, tidak perlu bingung karena Anda bisa melakukan beberapa cara bisnis ternak lele seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Memanfaatkan Kolam Terpal

Mengapa harus menggunakan kolam terpal? Hal ini karena kolaam terpal memiliki harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membuat kolam beton ataupun kolam tanah. Selain itu, pembuatan kolam terpal juga lebih cepat. Selain itu, dengan penggunaan kolam terpal, ikan lele bisa menjadi lebih aman dari ikan pemangsa lainnya. lalu.

Apakah ada kelebihan lain dari penggunaan kolam terpal untuk bisnis ternak lele? Berikut penjelasannya.

  • Lebih mudah bagi Anda untuk mengatur volume dan tinggi air
  • Harga yang jauh lebih murah bisa membantu Anda untuk berhemat
  • Cara pembuatannya yang mudah dan cepat
  • Terbebas dari kontaminasi tanah sehingga ikan lele yang Anda budidayakan lebih bersih dan sehat.

Memilih Benih Terbaik

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan saat akan membudidayakan ikan lele yang satu ini adalah dengan memilih benih ikan yang unggul. Tentu saja, dengan Anda memilih benih ikan terbaik hal tersebut dapat membantu sekitar 50% untuk bisa mendapatkan benih ikan dengan kualitas tinggi.

Saat Anda akan memilih benih ikan lele yang satu ini, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, seperti pilihlah benih dengan ukuran yang sama, memiliki sifat agresif serta gesit, pilih juga lele dengan warna yang lebih terang. Dengan memilih benih terbaik, hal tersebut dapat memaksimalkan kualitas lele yang bisa Anda dapatkan.

Perhatikan Kualitas Air

Meski bisnis ternak lele yang satu ini bisa dibilang cukup mudah, akan tetapi jika Anda tidak tahu caranya maka Anda bisa membuatnya menjadi gagal panen. Salah satunya yaitu pada kualitas air yang harus digunakan. Kualitas air dari ikan lele bisa dibilang cukup berbeda jika dibandingkan dengan ikan lainnya.

Dimana ikan lele lebih menyukai untuk tinggal di air yang keruh namun bukan berarti kotor. Ikan lele bernapas dengan menggunakan labirin, hal inilah yang membuatnya memerlukan sedikit oksigen untuk bernapas. Anda bisa menambahkan berbagai tanaman seperti eceng gondok dan talas untuk membuat kolam tampak lebih keruh.

Warna hijau pada kolam merupakan warna baik yang menandakan bahwa ikan lele sedang berkembang. Sedangkan untuk warna merah hal tersebut berarti ikan lele siap untuk dipanen.

Pastikan Dengan Baik Ketinggian Kolam Air


Dalam melakukan bisnis ternak lele yang satu ini, ada beberapa hal penting yang tidak boleh untuk Anda lewatkan begitu saja. Sama halnya dengan mengatur kualitas air. Mengatur ketinggian air juga dapat berpengaruh pada kualitas benih yang dapat dihasilkan. Jumlah air yang ada di dalam kolam tentunya akan terus menyusut karena adanya penguapan yang disebabkan oleh panas sinar matahari.

Untuk menyiasatinya, Anda bisa menggunakan air setinggi 20cm pada bulan pertama, lalu ditambah menjadi 40cm pada bulan kedua dan ditambah lagi menjadi 80cm pada bulan ke 3.

Berilah Pakan Ikan Lele yang Terbaik

Bagi Anda yang ingin bisnis ternak lele dengan kualitas ikan yang sangat unggul, Anda wajib untuk memberikan pakan terbaik yang kaya gizi bagi ikan lele. Pelet atau sentrat merupakan salah satu makanan terbaik yang bisa dikonsumsi oleh ikan lele.

Akan tetapi, harganya yang lebih mahal membuat beberapa pembudidaya tidak bisa menggunakannya secara terus menerus. Apalagi kebutuhan makan ikan lele sebanyak 3 hingga 4 kali setiap harinya.

Namun, ada alternatif makanan yang bisa Anda manfaatkan seperti ikan kecil, kroto (anakan kerangkang), cacing, ayam mati dari peternak sebagai pakan alami ikan lele. Kandungan gizi yang ada di beberapa pakan alami ikan lele tersebut juga tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele.

Panen Ikan Lele

Masa panen ikan lele pada umumnya selama 90 hari atau 3 bulan lamanya. Jika sudah waktunya, maka Anda bisa memilih ikan yang sudah siap panen dan memisahkan ikan yang belum siap untuk dipanen agar bisa dibudidayakan lagi. Sebelum menjualnya ke pasar, sortir ikan lele yang layak jual dengan ikan lele yang akan dikonsumsi sendiri.

Nah, Anda juga bisa menyetor ikan lele ke beberapa tempat makan ataupun restoran. Tentunya, keuntungan yang bisa Anda dapatkan juga lebih banyak. Apabila Anda merasa waktu 3 bulan terlalu lama untuk panen ikan lele, Anda bisa membudidayakan ikan lele dengan jenis sangkuriang yang memiliki masa panen hanya 2 bulan saja.

Sangat mudah bukan untuk bisnis ternak lele yang satu ini. Anda tidak usah khawatir jika Anda tidak berbakat untuk melakukan bisnis ternak lele tersebut. Hal ini karena Anda bisa mencari berbagai tips untuk bisa sukses bisnis ternak lele di internet.

Nah, jika Anda ingin melakukan bisnis ikan lele dengan cara yang berbeda, Anda bisa melalukan budidaya ikan lele organik. Tentu saja, budidaya yang satu ini cukup berbeda dengan budidaya ikan lele sebelumnya. Dimana pakan dan sarana kolam diberikan perhatian khusus serta ditambah probiotik untuk membantu pertumbuhan ikan lele tersebut.

Penambahan probiotik pada ikan lele memberikan banyak sekali manfaat, seperti hasil ikan yang jauh lebih unggul dengan tekstru daging yang halus dan ikan lebih panjang.

Anda bisa menghemat pakan ikan lele jika ditambahkan dengan probiotik di dalamnya. Nafsu makan meningkat dan membuat ikan menjadi lebih sehat.

Selain itu, air kolam juga tidak berbau sehingga ramah lingkungan. Tentu saja akan ada banyak sekali manfaat dari bisnis ternak lele terbaru yang satu ini.

Nah, jika Anda bingung mencari probiotik Anda bisa membelinya di beberapa toko ikan atau Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan cara difermentasikan agar makanan bisa lebih mudah di cerna oleh ikan.

Cara bisnis ternak lele yang satu ini merupakan cara budidaya ikan lele yang telah dikembangkan beberapa tahun terakhir dan terbukti bisa menghasilkan kualitas yang unggul.

 

Kiat Sukses Budidaya Udang Vaname Di Kolam Terpal

Kiat Sukses Budidaya Udang Vaname Di Kolam Terpal

Trend usaha budidaya ikan perairan hingga udang saat ini sedang marak digandrungi masyarakat. Bagaimana tidak, dengan modal yang tidak terlalu merogoh kocek dan jika Anda telaten serta sanggup mempelajari hal baru, maka Anda dipastikan akan meraup keuntungan yang lumayan fantastis.

Salah satu budidaya hewan perairan yang dapat Anda jadikan opsi membuka usaha baru adalah mencoba budidaya udang. Jika Anda mulai berminat menekuni usaha budidaya udang, maka langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah mencari jenis udang yang paling sering di konsumsi dan paling sesuai dengan permintaan pasar.

Jenis udang yang saat ini sedang menjadi pilihan utama adalah jenis udang vaname. Sehingga tak jarang akan Anda temui orang-orang yang mulai melakukan budidaya udang vaname di kolam terpal, kolam beton maupun kolam biasa.

Nah, varian udang yang memiliki nama latin Litopenaeus vannamei ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan jenis udang yang lain, diantaranya adalah pertumbuhan udang yang lebih cepat dari yang lain, tidak mudah terserang virus dan penyakit, pemberian pakan udang yang relatif sederhana dan lebih mudah dan daya tahan hidup udang yang cukup lama.

Memang saat ini budidaya udang terkenal akan keuntungan yang menggiurkan. Pasalnya udang merupakan salah satu komoditas ekspor yang diandalkan dari Indonesia. Selain itu banyak juga masyarakat lokal yang gemar mengonsumsi udang karena kaya protein dan rendah kalori serta khasiat lain yang baik bagi kesehatan manusia.

Jadi hal pertama yang perlu Anda pikirkan ketika akan memulai usaha budidaya udang vaname adalah kolam budidaya. Banyak orang mengurungkan niat budidaya ikan maupun udang karena terhambat masalah kolam karena tidak ketersediannya lahan yang dimiliki.

Namun tentunya banyak jalan menuju Roma dong, Anda dapat melakukan beberapa opsi pembuatan kolam, salah satunya adalah mencoba dengan budidaya udang vaname di kolam terpal.

Namun sebelum itu tentunya Anda perlu mengetahui beberapa kelebihan budidaya udang di kolam biasa atau kolam beton dengan budidaya udang di kolam terpal. Yuk simak!

1. Udang Tidak Berbau Tanah

Akan terdapat kelebihan yang kentara karena udang hasil panen Anda tidak akan berbau lumpur. Hal ini tentu saja tidak menyulitkan Anda untuk sortir hasil panen seperti tanpa harus membersihkan udang.

2. Menjaga Kestabilan Suhu Dalam Kolam

Menjaga suhu di dalam kolam memang sangat krusial saat melakukan budidaya udang. Kabar gembiranya kolam terpal dipercayai dapat menahan fluktuasi suhu dalam kolam yang biasanya berubah sesuai dengan musim yang terjadi saat itu.

3. Pengelolaan yang lebih mudah

Setelah selesai masa panen maka kolam perlu dibersihkan dan disterilkan tentunya. Kolam terpal terkenal mudah dan cepat dalam proses pembersihan yaitu pengeringan kolam budidaya udang. Jika kolam biasa membutuhkan waktu 3-7 hari masa pengeringan, maka kolam terpal hanya membutuhkan waktu 1-2 hari untuk proses pengeringan dan pembersihan. Sangat efisien waktu kan?

4. Minim Hama dan Virus Penyakit

Melakukan budidaya udang vaname memang riskan dalam hal kematian udang karena hama yang menyerang. Nah Anda tak perlu terlalu merisaukannya karena Budidaya udang vaname di kolam terpal dapat mengurangi tingkat hama dan virus penyakit yang menyerang sehingga membuat hasil panen Anda lebih maksimal lagi.

Memang benar jika Budidaya udang vaname di kolam terpal di percaya dapat mengatasi masalah kekurangan lahan yang mungkin sedang Anda alami dan menjadi menjadi kendala utama Anda.

Budidaya udang vaname di kolam terpal relatif mudah dan dapat dilakukan siapa saja, hal yang perlu Anda persiapkan untuk Budidaya udang vaname di kolam terpal adalah sebagai berikut ini:

1. Pembuatan Kolam Terpal

Langkah pertama yang perlu Anda persiapkan dan lakukan adalah membuat tempat hidup udang yaitu sebuah kolam terpal. Nah kolam terpal yang ideal adalah di bangun di tempat dengan luas kira-kira satu hektar dengan mengisinya dengan 4 kolam terpal.

Namun jika Anda tidak memiliki cukup lahan untuk budidaya udang vaname di kolam terpal maka Anda dapat membuatnya diukuran kecil 1 kolam dengan ukuran kurang lebih panjang 10 m dan lebar 5 meter.

Namun hal yang perlu Anda ketahui jika semakin luas kolam yang Anda buat maka budidaya udang vaname di kolam terpal yang sedang Anda geluti juga akan membuat hasil udang Anda lebih banyak dan maksimal. Namun jika Anda sedikit takut dan ingin coba-coba maka buatlah seperlunya.

2. Lapisan Terpal

Tentunya lapisan kolam terpal yang Anda buat untuk budidaya udang vaname di kolam terpal membutuhkan lapisan terpal yang kuat agar tidak bocor. Selain itu juga membutuhkan lapisan terpal sampai luar kolam. Hal ini bertujuan agar saat hujan datang udang vaname dapat terlindungi dengan baik dari tanah dari luar maupun longsoran kecil tanah saat itu.

Tanah yang masuk ke dalam kolam dapat menyebabkan derajat keasaman yang dimiliki air di dalamnya dapat berubah dan akan berujung pada hasil budidaya udang vaname di kolam terpal yang tidak maksimal.

3. Kincir Angin yang Terdapat Di Dalam Kolam

Salah satu komponen penting saat Anda memutuskan melakoni usaha budidaya udang vaname adalah menyediakan kincir angin yang di pasang di dalam kolam. Kincir angin memiliki manfaat yaitu sebagai kontrol kotoran yang dihasilkan oleh udang serta sebagai penyuplai oksigen untuk udang.

Tentunya hal tersebut juga akan membuat proses kembangbiak udang menjadi lebih baik dan sehat dan akan berakibat pada hasil panen udang yang akan melimpah dan tentunya akan sangat menguntungkan bagi Anda kan?

4. Volume Air Dalam Kolam

Dalam kolam Anda perlu menakar volume air yang pas, jangan kurang maupun berlebihan karena tidak baik untuk perkembangbiakan udang vaname. Jangan lupa gunakan air payau yang sesuai dengan habitat asli udang.

Sering-seringlah mengganti air agar udang merasa betah berada di dalam kolam, jangan sampai terdapat banyak tanah yang masuk karena akan mempengaruhi Ph air kolam. Dan jangan pula gunakan air PDAM karena mengandung kaporit yang notabenenya tidak disukai oleh udang.

5. Pemilihan Bibit


Pilihlah bibit udang vaname yang paling baik. Masukkan bibit udang vaname dengan jumlah sekitar 100 bibit udang untuk satu kolam. Usahakan jangan terlalu banyak agar udang dapat leluasa bergerak bebas. Usahakan membuat kondisi senyaman mungkin agar udang tidak stress dan mati.

Tentunya Anda tidak mau dong jika harus rugi dan tidak mendapatkan untung karena persiapan dan pola perawatan Anda kurang maksimal.

Nah di atas adalah beberapa tips memulai budidaya udang vaname di kolam terpal serta alasan kenapa Anda perlu memilih menggunakan kolam terpal untuk melakukan usaha budidaya udang vaname. Cobalah membulatkan tekad Anda dan cobalah usaha budidaya ikan vaname ini. Jika Anda telaten, ingat! Proses tidak akan mengkhianati hasil. Jadi selamat mencoba!

 

Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal yang Mudah dan Cepat

Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal yang Mudah dan Cepat

Budidaya Ikan Gurame – Perkembangan teknologi serta berbagai macam penemuan dalam berbagai bidang memang mampu memberikan kemudahan bagi manusia.

Salah satu bidang yang mendapatkan pengaruh sangat baik dari perkembangan teknologi yang satu ini adalah budidaya ikan tawar.

Jika dulu untuk membudidayakan ikan tawar harus membuat sebuah kolam dari tanah atau dari beton yang membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya dan biaya yang tidak sedikit, namun kini Anda sudah bisa menggunakan kolam terpal sebagai sarana budidaya ikan tawar.

Terpal merupakan salah satu sarana kolam terbaik yang banyak digunakan para pembudidaya beberapa tahun terakhir.

Selain harganya yang lebih murah, ternyata budidaya dengan menggunakan kolam terpal juga tidak menurunkan kualitas dari ikan yang dihasilkan. Ikan gurame menjadi salah satu jenis ikan yang paling banyak dibudidayakan.

Bahkan, budidaya ikan gurame di kolam terpal merupakan salah satu solusi terbaik baik Anda yang memiliki modal pas-pasan namun ingin membuat usaha budidaya ikan gurame. Dengan memanfaatkan terpal sebagai sarana kolam ikan, maka Anda bisa menghemat biaya pembuatan kolam. Akan tetapi, untuk melakukan budidaya ikan gurame di kolam terpal juga tidak boleh sembarangan.

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan agar budidaya ikan gurame yang Anda lakukan bisa menghasilkan kualitas yang unggul, yakni sebagai berikut.

Menentukan Jenis Kolam Terpal yang Akan Digunakan

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk budidaya ikan gurame di kolam terpal ialah dengan menentukan jenis kolam terpalnya terlebih dahulu. Ada beberapa jenis kolam terpal yang bisa Anda gunakan seperti kolam yang dibuat dari rangka kayu ataupun pipa, kolam yang dibuat dari tumpukan bata dan kolam yang dibuat dengan menggali tanah terlebih dahulu lalu kemudian ditutup terpal pada bagian atasnya.

Masing-masing dari kolam tersebut memiliki kelebihan. Seperti contohnya Anda bisa menggunakan kolam dengan menggunakan tanah sebagai dindingnya. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban terpal saat menahan air.

Menentukan Ukuran Kolam Terpal

Langkah selanjutnya yakni dengan menentukan ukuran kolam terpal itu sendiri. Untuk ukuran kolam yang dibutuhkan, hal ini bergantung pada luas lahan yang Anda miliki serta jumlah benih ikan gurame yang akan Anda budidayakan. Tentunya, semakin banyak benih gurame yang akan dibudidayakan, maka semakin luas kolam terpal yang harus dibuat.

Persiapkan Kolam


Setelah kedua poin di atas sudah siap, maka langkah berikutnya yaitu menyiapkan berbagai macam kebutuhan yang dibutuhkan untuk membuat kolam terpal. Setelah kolam terpal tersebut selesai dibuat, jangan lupa untuk membersihkannya sampai bersih terutama untuk permukaan terpal yang pastinya mengandung berbagai macam bahan kimia.

Isi Kolam dengan Air yang Tepat

Mengisi air kedalam kolam juga harus diperhitungkan dan tidak boleh sembarangan. Hal ini bertujuan agar benih ikan yang dibudidaya dapat tumbuh dengan baik. Seperti contohnya apabila Anda menggunakan kolam terpal dengan panjang 4 meter lebar 2 meter dan tinggi 1 meter, maka air yang harus diisikan yakni setinggi 50 hingga 75cm.

Setelah diisi air, jangan langsung memasukkan benihnya. Tunggu hingga kira-kira 1 minggu lamanya.

Memasukkan Benih Ikan Gurame


Nah, jika semua hal tersebut sudah siap, maka Anda bisa langsung memasukkan benih ikan gurame ke dalam kolam. Untuk jumlah ikan yang akan dimasukkan ke dalam kolam juga harus disesuaikan dengan ukuran kolam tersebut. Dimana untuk setiap kolam terpal dengan ukuran 4x2x1 meter makan jumlah benih ikan yang bisa Anda masukkan sekitar 200 ekor.

Berikan Pakan yang Tepat dan Kaya Nutrisi

Dalam budidaya ikan gurame di kolam terpal, pilihlah benih ikan gurame yang memiliki usia 2 bulan agar bisa beradaptasi suhu yang ada di dalam kolam terpal.

Dalam memberikan pakan ikan gurame juga tidak boleh sembarangan. Tentu saja, kualitas pakan yang diberikan kepada ikan gurame juga menentukan kualitas ikan nantinya. Oleh sebab itu, pilihlah pakan ikan yang sesuai dengan usia ikan agar nutrisi dapat terserap dengan sempurna. Pilihlah pelet ikan dengan kandungan protein sebanyak 25% hingga 30%.

Berilah Makanan Tambahan

Meski Anda memberikan pakan ikan secara rutin, namun memberikan makanan tambahan seperti vitamin juga sangat penting agar ikan tidak mudah lemas dan dapat tumbuh dengan baik dan sehat. Namun, Anda juga harus memperhatikan takaran makanan tambahan yang harus diberikan dan tidak perlu berlebihan karena hal tersebut malah bisa memberikan dampak negatif bagi ikan yang dibudidaya.

Memberikan Pakan Secara Rutin dan Tepat Waktu

Langkah selanjutnya ialah dengan memberikan pakan secara rutin setiap harinya. Beri pakan ikan gurame saat pagi dan sore hari. Jangan sampai Anda lupa untuk memberikan pakan ikan karena hal tersebut juga berakibat pada pertumbuhan ikan nantinya.

Memasukkan Eceng Gondok

Jika pada perairan alami eceng gondok dapat tumbuh dengan mudah, namun tidak jika berada di dalam kolam terpal. Dimana Anda harus meletakkan eceng gondok untuk mengurangi efek suhu yang terlalu tinggi di dalam kolam karena sinar matahari. Selain itu, eceng gondok juga sangat baik untuk menyerap logam berat yang ada di dalam kolam sehingga kesehatan ikan gurame tetap terjaga.

Menjaga Kebersihan Kolam

Selain Anda harus memperhatikan nutrisi pada saat budidaya ikan gurame di kolam terpal, menjaga kebersihan kolam juga menjadi salah satu hal yang tidak boleh untuk Anda lupakan. Bersihkan kolam secara rutin jika dirasa air sudah keruh dan warna mulai pekat.

Buang sisa makanan dari ikan gurame dan dedaunan yang jatuh agar tidak mengotori kolam. Berikan juga sanitizer setiap 2 minggu sekali untuk membunuh kuman penyakit yang tumbuh di dalam kolam.

Memasang Saringan Air

Tentu saja membersihkan air secara terus menerus mungkin bisa dibilang cukup merepotkan. Akan tetapi, Anda bisa memasang saringan air untuk menjaga kebersihan kolam ikan tersebut dan Anda tidak perlu membersihkannya berulang kali.

Menjaga pH Air

Jaga kualitas air kolam dengan rutin memeriksa pH air dengan menggunakan pH meter ataupun kertas lakmus. Air dengan memiliki kualitas terbaik adalah air dengan pH netral yakni sekitar angka 6,5 hingga 7,5. Namun jika air terlalu basa Anda bisa menambahkan asam fosfor. Namun, jika air terlalu asam, Anda bisa menambahkan soda kue ke dalam kolam.

Panen Ikan Gurame Pada Waktu yang Tepat

Untuk budidaya ikan gurame di kolam terpal tidak membutuhkan waktu yang lama. Jika Anda memasukkan ikan gurame dengan bobot 2,5 ons maka Anda bisa memanennya 5 bulan kemudian dengan bobot ikan yang dapat mencapai 7 ons.

Bagaimana? sangat mudah bukan beberapa langkah yang harus Anda lakukan untuk melakukan budidaya ikan gurame di kolam terpal dengan baik dan benar. Telaten dalam melakukan budiaya ikan merupakan salah satu hal penting agar Anda bisa mendapatkan ikan gurame dengan kualitas yang tinggi.