Jual Kolam Terpal

INDO TERPAL

Kami UMKM yang sudah berpengalaman bertahun-tahun. Memproduksi ribuan jenis kolam terpal Bulat dan kotak dengan berbagai ukuran dan variasi.

Percayakanlah kepada kami sebagai partner budidaya untuk media kolam terpal yang siap melejitkan hasil budidaya yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Kami Siap Kirim Ke Seluruh Indonesia Hingga Ke Pelosok Negeri.

WhatsApp Image 2020-12-07 at 8.51.32 PM

APA ITU KOLAM TERPAL?

Kolam terpal yang berfungsi sebagai kolam buatan. 

Kolam terpal ini dibuat untuk mengatasi berbagai macam permasalahan yang biasa terjadi pada kolam beton dan kolam tanah.

Kolam terpal memiliki banyak sekali keuntungan sebagai solusi yang tepat bagi daerah minim air, lahan sempit, dan modal yang tidak terlalu banyak untuk membuat kolam biasa seperti kolam tanah maupun kolam beton.

Kolam terpal dibuat dengan teknologi khusus dimana setiap sisi dari terpal tersebut di pres agar air tidak dapat meresap atau bocor. 

Namun, tidak semua jenis terpal memiliki kualitas yang sama unggulnya. Kami menjual kolam terpal dengan kualitas super dan mutu terjamin.

Kami menawarkan berbagai macam jenis terpal mulai dari ukuran hingga bentuk yang bisa Anda pilih sendiri sesuai dengan kebutuhan.

LIPUTAN MEDIA

2. Kolam Bulat Vat

Desain tanpa judul (9)

Kolam terpal vett dengan pipa paralon bertujuan untuk menghemat budget ekonomis dengan biaya dan ongkir lebih murah karena beratnya ringan.

 

3. Kolam Kotak Vat

Kolam Kotak vat

Kolam terpal kotak ini berbentuk lembaran yang dapat dibentuk menjadi kotak seperti persegi atau persegi panjang, tergantung menyesuaikan luas lahan yang dimiliki.

Kolam terpal persegi sangat bermanfaat bagi Anda yang memiliki lahan terbatas.

DAFTAR HARGA KOLAM TERPAL

1
  • Bahan merk orchid terpaulin semi karet ketebalan 0.5 mm berat 0,6 kg permeter, anyaman kuat, bahan lentur dan awet sampai kurang 5 tahun ke atas.
  • Tersedia warna Biru, hijau, Kuning, Merah, Hujau TNI, Hitam dan Orange.Terpal sudah bentuk bulat bulat
    Rangka wiremesh besi ulir SNI 5mm (asli) sudah di cat hitam.
  • Talang karpet warna hitam yang pvc sangat tebal, tinggi 90 cm.
  • Sudah ada lubang pembuangan D1 sampai D2,5 pipa 2″, D3 Sampai D5 2,5″ . Jika minta pipa lebih besar atau lebih kecil silahkan konfirmasi admin.
  • Pipa Bawah dan samping keni L.
  • Terdapat selang pelindung atas besi agar besi tidak menusuk keterpal
  • Saringan / filter pembuangan tengah dengan lubang 6 mili.
  • Tali untuk mengikat lubang ring kerangka.
  • Kabel ties.
  • Tinggi terpal berkurang 5cm – 7cm untuk lipatan atas dan sambungan bawah.
  • Tinggi 1,20 meter rangka yang didapat 1,05 cm.
  • Jika anda membeli tinggi 1 meter rangaka yang didapat 90cm.
2
  • Bahan merk orchid terpaulin semi karet ketebalan 0.5 mm berat 0,6 kg permeter, anyaman kuat, bahan lentur dan awet sampai kurang 5 tahun ke atas.
  • Tersedia warna Biru, hijau, Kuning, Merah, Hujau TNI, Hitam dan Orange.
  • Terpal Sudah berbentuk bulat.
  • Lubang pembuangan ( central drain ).
  • Rangka wiremesh besi ulir SNI 5mm (asli) sudah dicat hitam.
  • Tinggi terpal berkurang 5cm – 7cm untuk lipatan atas dan sambungan bawah.
  • Tinggi 1,20 meter rangka yang didapat 1,05 cm.
  • Jika anda membeli tinggi 1 meter rangaka yang didapat 90cm.
3
  • Bahan merk orchid terpaulin semi karet ketebalan 0.5 mm berat 0,6 kg permeter, anyaman kuat, bahan lentur dan awet sampai kurang 5 tahun ke atas.
  • Tersedia warna Biru, hijau, Kuning, Merah, Hujau TNI, Hitam dan Orange.
  • Terpal Sudah Berbentuk Bulat.
  • Untuk terpal saja belum ada lubang pembuangan (central drain), tambah 115.000 untuk pembuangan.
  • Tinggi terpal berkurang 5cm – 7cm untuk lipatan atas dan sambungan bawah.
4
  • Bahan merk orchid terpaulin semi karet ketebalan 0.5 mm berat 0,6 kg permeter, anyaman kuat, bahan lentur dan awet sampai kurang 5 tahun ke atas.
  • Tersedia warna Biru, hijau, Kuning, Merah, Hujau TNI, Hitam dan Orange.
  • Tiap 2 meter akan berkurang 5 cm untuk sambungan.
  • Jika ingin ukuran pas konfirmasi ke kami sebelumnya.
  • untuk tinggi meter, maka tingginya akan berkurang 5cm-7cm untuk sambungan bawah lipatan atas terpal.
  • Terpal sudah berbentuk kotak, tinggal pasang dirangka
  • Ukuran bisa disesuaikan dengan keinginan.
5
  • Bahan merk orchid terpaulin semi karet ketebalan 0.5 mm berat 0,6 kg permeter, anyaman kuat, bahan lentur dan awet sampai kurang 5 tahun ke atas.
  • Tersedia warna Biru, hijau, Kuning, Merah, Hujau TNI, Hitam dan Orange.
  • Terpal Sudah Berbentuk Bulat.
  • Rangka Menggunakan pipa PVC ukuran 2” Inch, pipa atas bawah
6
  • Bahan merk orchid terpaulin semi karet ketebalan 0.5 mm berat 0,6 kg permeter, anyaman kuat, bahan lentur dan awet sampai kurang 5 tahun ke atas.
  • Tersedia warna Biru, hijau, Kuning, Merah, Hujau TNI, Hitam dan Orange.
  • Terpal Sudah Berbentuk Bulat.
  • Rangka Menggunakan pipa PVC ukuran 2” Inch, pipa atas bawah
  • Bahan merk orchid terpaulin semi karet ketebalan 0.5 mm berat 0,6 kg permeter, anyaman kuat, bahan lentur dan awet sampai kurang 5 tahun ke atas.
  • Tersedia warna Biru, hijau, Kuning, Merah, Hujau TNI, Hitam dan Orange.
  • Terpal Sudah Berbentuk Bulat.
7
  • Bahan merk orchid terpaulin semi karet ketebalan 0.5 mm berat 0,6 kg permeter, anyaman kuat, bahan lentur dan awet sampai kurang 5 tahun ke atas.
  • Tersedia warna Biru, hijau, Kuning, Merah, Hujau TNI, Hitam dan Orange.
  • Terpal Sudah Berbentuk Kotak. 
  • Rangka Menggunakan pipa PVC ukuran 2” Inch, pipa atas bawah

VARIASI KOLAM TERPAL

1. Kolam Bulat

Desain tanpa judul (9)

Kolam terpal dengan bentuk bulat bertujuan untuk menghilangkan sudut mati, yang mana hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan populasi ikan yang ada di dalam kolam dapat meningkat maksimal.

JENIS JENIS TERPAL

1. Terpal Terpaulin Merk Orchid ( Terpal Semi Karet )

Terpal Orchid

Terpal terpaulin adalah jenis terpal berkualitas bagus, kuat, fleksibel, dan lebih kedap air. Material terpal yang satu ini merupakan semi karet dan paling tebal di antara lainnya.

2. Terpal Plastik Merk Sakura (ukuran A20)

sakura

Terpal Plastik Sakura A20 Warna Pelangi adalah terpal dengan bahan plastik yang mempunyai ketebalan sekitar 0.45 mm dan mempunyai warna khas seperti pelangi atau salur. Dengan ketebalan tersebut, terpal ini sangat kuat dan tahan lama.

3. Terpal Plastik Merk Sakura (A12)

terpal a12

Terpal plastik A12 sakura ini dengan ketebalan bahan hingga 0,35 s/d 0,38 yang sangat kuat dan tahan lama.

TESTIMONI PELANGGAN PUAS

WhatsApp Image 2022-07-21 at 11.10.45
WhatsApp Image 2022-07-19 at 13.36.15
WhatsApp Image 2022-07-21 at 10.20.02
WhatsApp Image 2022-07-19 at 13.36.14

PROSES PRODUKSI KOLAM TERPAL KAMI

WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.28.01 (2)
WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.28.01 (1)
WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.28.02 (1)
WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.28.02 (2)
WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.28.03
WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.28.01 (3)
WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.28.03 (1)
WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.28.03 (2)
WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.27.59 (2)
WhatsApp Image 2022-08-05 at 10.27.59 (1)
Garansi-uang-kembali-2-2-1-1-150x150 (1)

DIJAMIN AMAN DAN PUASSSSSS !!

ATAU UANG KEMBALI 100% Jika Barang Tidak Sesuai

(Garansi 365 Hari)

Ingat, stok terbatas ya…

Kami menggunakan sistem bayar ditempat lebih aman dan praktis.
Sebelum Harga Kembali Normal. Buruan, segera order DI BAWAH INI 👇👇👇

trusted-1-1-1-3-1-1-1-1-1-1-1-1-1-1-2-300x95-1-1-1-1-1-2-2-1-1-1 (1)

INDO TERPAL

Jalan Kh. Yunus No. 03 RT.001/RW 003 Kec. Klinterejo – Mojokerto

Phone / Whatsapp : 082216331010

Cara Budidaya Ikan Gurame yang Efektif

Cara Budidaya Ikan Gurame yang Efektif

Budidaya ikan gurame merupakan salah satu jenis usaha budidaya yang cukup populer di Indonesia. Melalui budidaya yang satu ini bisa menjadi salah satu aspek bisnis yang sangat menarik karena mengingat harga jualnya yang relatif tinggi dan juga stabil jika dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar lainnya.

Jika dibandingkan dengan jenis usaha budidaya yang lainnya, bisnis budidaya ikan gurame juga menjadi pilihan yang tepat untuk daya saing bisnis karena spesies ikan gurame di Indonesia begitu banyak. Selain itu, habitat yang cukup banyak dan sesuai untuk ikan gurame seperti di rawa, danau, waduk, dan juga situ menjadikan cocok untuk dibudidayakan. Dan alasan yang paling utama biasanya adalah karena harga ikan gurame yang sangat menggiurkan untuk dijadikan bisnis.

Kita bisa memilih sesuai dengan keinginan dan budget yang dimiliki untuk melakukan budidaya ikan gurame di kolam terpal ataupun budidaya ikan gurame di kolam tembok.

Tahapan dan Cara Budidaya Ikan Gurame

Bagi Anda yang saat ini sedang memiliki keinginan untuk melakukan budidaya ikan gurame maka bisa dengan tahapan berikut ini:

1. Seleksi Induk Gurame

Ini merupakan tahap awal dalam melakukan budidaya ikan gurame yaitu dengan memilih indukan dari ikan yang siap untuk dipijahkan. Indukan gurame yang sudah siap untuk dipijahkan adalah yang berusia 3 hingga 7 tahun.

Adapun cara membedakan induk betina dan juga induk jantan dapat dilihat dengan ciri sebagai berikut:

Induk betina,

Tidak adanya tonjolan pada dahi atau cula
Perut yang membulat
Badan yang relatif panjang
Warnanya lebih terang
Sirip yang menjadi dasar warnanya gelap

Induk jantan,

Adanya tonjolan pada dahi
Gerakan ikan gurame jantan lebih lincah
Perutnya dekat dengan anus
Warnanya lebih gelap dan juga pucat

Adapun ciri dari ikan gurame yang siap untuk dipijahkan adalah perut yang membesar ke belakang, anus yang tampak putih dan juga kemerahan, serta perut yang terasa lembek apabila diraba.

2. Menyiapkan kolam untuk pemijahan

Cara untuk melakukan persiapan dalam pemijahan ikan gurame sebagai ikan air tawar adalah dengan cara: membersihkan kolam baik yang konvensional maupun terpal dan juga proses pengeringan, pengisian air, pemasangan sosog dan juga penyediaan bahan untuk membuat sarang.

3. Proses Pemijahan,

Untuk melakukan proses pemijahan pada ikan gurame dapat dilakukan beberapa tahap berikut ini:

  • Pertama masukkan induk dari gurame yang lolos seleksi pada kolam yang akan dijadikan tempat untuk pemijahan.
  • Pastikan jumlah ikan gurame antara yang jantan dan juga betina perbandingannya adalah 1:3.
  • Biarkan induk jantan membuat sarangnya sendiri secara alami. Proses ini biasanya memerlukan waktu selama 15 hari.
  • Apabila sarang sudah siap maka proses selanjutnya induk jantan akan melakukan proses pemijahan pada sarang dengan indukan betina.
  • Setelah proses pemijahan selesai, maka induk betina akan menutup lubang dan menggunakan rumput kering.
  • Induk yang bertugas menjaga anaknya adalah indukan betina. Cara ini biasanya dilakukan dengan sirip ikan dari indukan betina akan mengipas sirip pada arah sarang yang sudah dibuat.

4. Cara memelihara telur untuk budidaya ikan gurame

Untuk memelihara telur ikan gurame, maka langkah yang perlu dilakukan adalah dengan langkah sebagai berikut:

  • Pertama, ambil terlebih dahulu sarang yang isinya telur lalu simpan pada ember yang ada airnya.
  • Bersihkan telur menggunakan serok.
  • Pisahkan telur dan sarangnya, lalu masukkan pada ember yang lainnya.
  • Cuci terlebih dahulu telur sampai bersih.
  • Tambahkan suplemen saat mencuci yaitu cairan organisk spesialis untuk kolam tambak dan keramba dalam mencegah serangan hama.
  • Masukkan telur yang sudah dicuci pada bak untuk ditetaskan sehingga sudah dipasangi sekresi dan juga hitter.

5. Pemeliharaan serta penetasan

Telur ikan gurame akan menetas pada waktu 2 hingga 3 hari setelah proses pemijahan. Namun sebelumnya usahakan telur dalam kondisi suhu yang stabil yaitu antara 270 hingga 280 C.

Setelah itu biarkan benih dari ikan gurame ada pada bak untuk penetasan sampai umur kurang lebih 10 hari. Lalu pada umur 11 hari, pindahkan pada bak pendederan yang pertama.

6. Siapkan bak pendederan

Untuk ukuran bak yang akan digunakan sebagai tempat pendederan yaitu dengan ukuran 2,5 x 4,5 m. Ukuran bak tersebut untuk ternak ikan air tawar memiliki daya tampung sekitar 2000 ekor.

7. Pendederan

Dalam budidaya ikan air tawar berupa gurame ini maka tahapan untuk proses pendederan sebaiknya dilakukan jika bak untuk pendederan telah disiapkan sebelumnya. Jika sudah siap, maka ikan dapat dimasukkan ke dalam bak yang dikhususkan untuk proses pendederan.

8. Siapkan kolam

Pemindahan gurame dari bak ke kolam sebaiknya dilakukan pada pagi hari yaitu kisaran waktu antara pukul 7 hingga 9 pagi. Hal ini untuk mengurangi tingkat stress yang dialami oleh ikan. Maka dari itu diperlukan penyiapan kolam terlebih dahulu sebelum dipindahkan.

Untuk tahapan persiapan dalam membuat kolam gurame adalah sebagai berikut:

  • Kolam terlebih dahulu dibersihkan atau dikeringkan.
  • Persiapkan dasar kolam. Cangkul tanah agar proses dekomposisi lebih cepat.
  • Saluran untuk masuk air pada kolam dibersihkan terlebih dahulu dengan memasang filter atau saringan pada pintu saluran masuk untuk air.
  • Proses pengapuran kolam sebaiknya menggunakan dolomit. Hal ini agar ph air menjadi tetap stabil pada saat diisi air.
  • Pemupukan pada dasar kolam dengan menggunakan pupuk. Untuk pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk kandang. Karena sangat penting sebagai pupuk alami.
  • Untuk proses selanjutnya adalah penambahan bio-organik. Ini dimaksudkan agar tumbuh plankton sebagai pakan gurame yang alami.

9. Pemindahan benih

Proses selanjutnya dalam melakukan budidaya ternak ikan air tawar berupa ikan gurame yang satu ini adalah pemindahan benih yaitu dengan tahapan:

  • Air dikeluarkan dari bak pendederan. Proses dilakukan sedikit demi sedikit.
  • Gunakan scoop nett untuk menangkap ikan dengan hati-hati.
  • Simpan benih pada wadah, lalu masukkan ikan pada kolam yang utama.

10. Proses pembesaran

Luas kolam yang digunakan untuk tahapan pembesaran ikan gurame berbeda-beda sesuai dengan jenis kolam yang digunakan. Rata-rata yang sesuai atau ukuran optimum kolam yaitu 200 m2. Kedalam dari kolam sekitar 1 m. Dengan ukuran seperti itu maka sangat sesuai untuk masa panen nantinya.

Penutup

Itulah beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk budidaya berupa ikan gurame. Sebaiknya dalam melakukan proses budidaya, Anda juga harus dapat memperhitungkan bagaimana koefisien konservasi ikan gurame dan juga tingkat nutrisi yang dibutuhkan dalam memberikan pakan sehingga dapat sukses dalam melakukan budidaya. Namun sebenarnya sebagai ikan air tawar, melakukan budidaya berupa ikan gurame sangat sesuai jika dilakukan di lokasi yang memiliki suhu antara 240 hingga 300 C. Selain itu, kualitas air yang ada juga harus bersih. Usahakan tidak mengandung air racun dari limbah pabrik, dan juga airnya tidak terlalu keruh. Nilai pH yang dianjurkan untuk keasamannya adalah 7 hingga 8, memiliki kandungan oksigen larut minimal 2 mg setiap liternya. Dan juga ketinggian dari lokasi budidaya ikan ini kisaran 50 hingga 400 mdpl.

Cara Budidaya Ikan Lele, Panen Melimpah Pasti Untung

Cara Budidaya Ikan Lele, Panen Melimpah Pasti Untung

Budidaya ikan lele adalah salah satu jenis budidaya ikan yang cukup banyak dilakukan oleh orang Indonesia. Budidaya ikan air tawar yang satu ini juga memiliki suatu keuntungan yaitu dari habitatnya yang mudah untuk diternakkan dan juga banyaknya peminat ikan lele sebagai santapan makanan menjadikan suatu bisnis ternak ikan air tawar yang bagus dan menguntungkan.

Namun jarang yang mengetahui bahwasanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya ikan lele dan menjadi hal yang krusial apabila tidak dilakukan dengan baik. Sebab untuk para pemula budidaya ikan air tawar yang satu ini ada saja beberapa hal yang menyebabkan banyak lele yang mati dikarenakan penyakit.

Pengetahuan Awal Sebelum Melakukan Budidaya Lele

Untuk Anda yang saat ini sedang memiliki rencana atau hendak melakukan bisnis berupa budidaya ikan lele maka ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan diantaranya:

Bagi Anda yang saat ini sedang memiliki rancangan untuk membuat suatu budidaya berupa ikan lele. Maka hal pertama yang perlu dilakukan sebenarnya harus tahu terlebih dahulu karakteristik ikan lele itu sendiri. Sebab dengan mengetahui hal tersebut maka secara langsung Anda sudah mempersiapkan diri untuk tahu apa saja pengetahuan awalnya.

Hal ini penting dan perlu untuk Anda ketahui sebagai bentuk pengetahuan awal sehingga dalam melakukan budidaya nantinya dapat mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan dan jenis ikan lele seperti apa saja sehingga dapat menanganinya dengan mudah.

Anda perlu mengetahui dari mulai morfologi, taksonomi, habitat, syarat menjadikan lokasi untuk ternak, hingga cara persiapan untuk pembuatan kolam dari ternak lele. Berikut secara detail penjelasannya:

1. Morfologi Ikan Lele

Secara bidang keilmuan, taksonomi dari ikan lele yaitu termasuk filum Chordata, kelas pisces, ordo Ostariophysi, subordo Siluridae, famili Clariidae, genus Clarias, dan spesies Clarias Sp.

2. Taksonomi Ikan Lele

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa ciri dari ikan lele adalah mata yang kecil dan juga mulut yang lebar. Tubuh dari ikan lele panjang, dan kepala berbentuk pipih yang ditutupi oleh struktur tulang pelat pada bagian atas dan juga bawah.

Keunikan dari ikan lele, seperti yang sudah pernah Anda perhatikan juga pastinya tidak ada sisik pada tubuhnya. Inilah yang menjadi suatu hal yang menarik untuk Anda para penikmat ikan lele sehingga dalam memasaknya tidak memerlukan membersihkan sisiknya lebih dulu.

Suatu keunikan lainnya dari ikan lele sebagai ikan air tawar adalah pada bagian mulut ada suatu alat yang dinamakan olfaktori. Fungsi dari alat yang satu ini adalah untuk mendeteksi sehingga dapat membantu lele untuk merasakan penciuman mangsa, melihat, dan juga meraba.

3. Habitat Ikan Lele

Habitat ikan lele sebagai salah satu jenis ikan air tawar adalah berada di air tawar. Jika Anda perhatikan, sangat jarang ikan ini ditemukan di air payau. Anda juga pastinya pernah melihat bahwa ikan lele banyak hidup di perairan yang memiliki arus yang pelan. Contohnya di waduk, rawa-rawa, sawah, bahkan di telaga.

Kelebihan lainnya jika Anda ingin melakukan ternak ikan air tawar yang satu ini adalah dapat dibudidayakan di air yang tercemar misalnya selokan atau got. Hal ini dikarenakan ikan lele dapat menjaga keseimbangan alam dari kualitas air yang tercemar. Untuk itu sangat mudah bagi pemula yang ingin melakukannya.

4. Lokasi yang tepat untuk Ikan Lele

Berbicara mengenai lokasi untuk budidaya ikan air tawar yang satu ini sebenarnya tidak ada kriteria khusus, dikarenakan cukup mudah yaitu hanya pada lokasi yang airnya kurang jernih. Bahkan di selokan pun sebenarnya bisa bagi para pemula yang belum memiliki lahan berupa tambak atau kolam yang luas.

Sebab kunci penting untuk sebuah ternak yang sukses adalah bagaimana Anda sebagai pemilik mampu mengelola dengan baik dan mengembangkannya ke depan. Untuk proses dan juga pakan, hingga karyawan budidaya bila perlu diberdayakan dengan baik, maka ternak ikan air tawar berupa lele ini dapat berhasil.

5. Persiapan Budidaya Lele

Cukup mudah untuk Anda melakukan sebuah persiapan dalam mengelola atau memulai budidaya ikan jenis air tawar yang satu ini karena memang habitatnya yang tidak memerlukan banyak budget, maka cukup dibutuhkan alas tanah, kolam semen, terpal, keramba, dan juga jaring apung.

Namun bagi Anda yang saat ini masih merasa kesulitan akan lahan atau belum memiliki lahan yang cukup, maka bisa juga disiasati dengan menggunakan drum maupun tangki, atau alat sejenis lainnya yang dapat menampung ikan lele untuk ternak.

cara budidaya ikan lele di terpal

Cara budidaya ikan lele

Itulah beberapa karakteristik dari ikan lele yang penting untuk Anda ketahui, serta beberapa hal yang berkaitan dengan ikan air tawar jenis ternak ini. Namun, Anda juga perlu mengingat bahwasanya jika memiliki keinginan untuk mengelola tambak atau budidaya ikan lele secara serius dengan memiliki kolam secara khusus maka perlu perhatikan hal berikut:

1. Pengolahan tanah

Hal penting untuk menjadikan lahan sebagai persiapan dalam ternak ikan air tawar berupa lele adalah tanah yang gembur. Pastikan bagian tanah yang retak harus dibajak terlebih dahulu sehingga menjadi gembur. Lalu buang bagian tanah yang seperti lumpur dan warnanya hitam agar tidak berbau busuk nanti kolamnya.

Untuk itu, semakin bagus pencahayaan sinar matahari di wilayah Anda, maka proses yang satu ini cukup cepat untuk dilakukan. Sebaliknya, semakin sedikit pencahayaan atau sinar matahari maka akan memerlukan waktu yang lebih lama.

2. Pengapuran hingga pemupukan

Fungsi dari langkah yang satu ini adalah agar tingkat keasaman yang ada pada kolam seimbang. Caranya lakukan dengan memakai chlorine 30 ppm. Diamkan selama 3 hingga 5 hari. Mengapa harus chlorine atau kaporit? Karena dapat mempercepat proses oksidasi melalui aerasi yang tentunya memiliki sinar matahari penuh.

3. Aturan untuk air kolam

Membuat kolam lele terpal

Karena kolam ikan lele sangat membutuhkan sinar matahari dan habitatnya memang berada pada terik matahari yang cukup, maka untuk air yang dibutuhkan tidak perlu terlalu banyak. Cukup sekitar 80 hingga 100 cm agar sinar matahari sampai pada dasar kolam.

Perlu diketahui bahwa untuk hasil maksimal, maka dibutuhkan garam krosok kurang lebih 100 gram setiap meter persegi. Garam ini memiliki fungsi untuk menstabilkan pH dan juga komposisi kimiawi yang ada. Selain itu dapat menghambat tumbuhnya jamur dan juga bakteri. Serta dapat meningkatkan bakteri yang menguntungkan.

4. Pilih benih lele unggul hingga cara penebaran

Beberapa ciri dari benih lele yang unggul adalah memiliki gerakan yang lincah, panjangnya sekitar 5 hingga 7 cm, serta tubuhnya adanya cacat pada bagian tubuh.

Adapun cara penebaran benih ikan lele sebaiknya memperhatikan iklim dari wadah yang sebelumnya dengan iklim pada kolam baru. Sebaiknya dibiarkan selama kurang lebih 15 menit agar benih keluar dari wadah.

5. Pakan

Untuk ikan lele sebaiknya diberikan pakan yang banyak mengandung protein yaitu berupa protein hewani. Namun bagi Anda yang ingin lebih hemat dalam pengeluaran biaya pakan maka bisa menggunakan pakan alami lele yang bersifat alternatif berupa azolla.

Beginilah Cara Budidaya Ikan Patin dari Persiapan Hingga Siap Panen

Beginilah Cara Budidaya Ikan Patin dari Persiapan Hingga Siap Panen

Fillet dori sempat viral dan menjadi salah satu makanan kekinian. Tapi tahukah Anda bahwa fillet dori sebenarnya berasal dari ikan patin? Dori sendiri adalah salah satu bagian dari produk olahan ikan patin lokal. Hal ini tentunya merupakan sebuah peluang untuk budidaya ikan patin karena para pelaku usaha budidaya ikan patin belum sebanyak budidaya ikan tawar lainnya.

Ikan patin cocok untuk dijadikan peluang usaha Anda karena jenis ikan ini tidak pernah sepi peminat. Ikan patin memiliki keunggulan daripada jenis ikan tawar lainnya. Ikan patin kaya akan kandungan gizi dengan kandungan lemak yang rendah. Ikan patin memiliki Kandungan lemak esensial DHA (4,74 %), EPA (0,31 %), dan lemak tak jenuh USFA (50%). Karena rendah kolesterol, ikan ini cocok bagi orang yang menjalankan program diet.

Cara Budidaya Ikan Patin dari Persiapan Hingga Siap Panen

Budidaya ikan air tawar semakin sering ditemukan pada pelaku bisnis di Indonesia. Salah satu bisnis ternak ikan air tawar yang memiliki potensi besar adalah ikan patin. Ikan patin atau juga bisa disebut dengan ikan jambal merupakan ikan air tawar dengan nilai ekonomis tinggi. Tahukah Anda bahwa ikan patin adalah ikan dengan sifat omnivora? Ikan ini bahkan bisa menjadi kanibal. Selain itu, ikan patin merupakan ikan air tawar yang selalu beraktivitas di malam hari.

Ikan patin adalah salah satu ikan jenis catfish yang berasal dari perairan Indonesia. Dari bentuk visualnya, tentu saja ika ini memiliki kumis pendek seperti ikan lele. Kumis pendek ini berfungsi sebagai indera perabanya yang terletak di sudut mulut. Ikan patin juga memiliki patil yang berguna untuk melindungi diri saat situasi berbahaya, patil ini berada di bagian sirip punggungnya. Ikan patin tidak memiliki banyak sisik seperti kebanyakan ikan yang ada. Ikan patin dewasa ukurannya bisa mencapai hingga 120 cm.

Ikan patin memiliki beberapa jenis dan variasi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan beberapa negara asia tenggara. Contohnya seperti jenis ikan patin Pangasius Lithostoma dari Kalimantan, Pangasius Nasutus dari Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Jenis Nasutus ini juga dapat ditemukan di Malaysia. Lalu juga terdapat jenis Pangasius Micronemus dari Thailand dan Sunda, Pangasius Polyuranodon yang berasal dari Jawa dan lain-lain.

Langkah-langkah Persiapan Budidaya Ikan Patin

Sebelum melakukan proses budidaya ikan air tawar satu ini. Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut merupakan tahapan-tahapan yang harus Anda penuhi untuk melakukan budidaya ikan patin.

1. Persiapkan lahan untuk kolam

kolam tanah ikan patin
kolam tanah – budidaya ikan patin

Langkah paling awal yang harus Anda persiapkan adalah kolam. Sebetulnya untuk lahan yang cocok dijadikan kolam budidaya ikan patin adalah lokasi yang memiliki jenis tanah lempung. Namun jika Anda tidak memiliki lahan yang luas, solusinya Anda bisa menggunakan kolam terpal. Penggunaan kolam terpal juga dinilai lebih hemat dan efisien.

Untuk Anda yang tinggal di dekat sungai, Anda bisa mencoba alternatif dengan menggunakan model karimba tentunya dengan arus yang tidak besar. Pastikan lahan yang akan anda gunakan mendapat paparan sinar matahari yang cukup.

kolam terpal ikan patin

Untuk membuat kolam terpal ikuti cara berikut:

  • Gunakan terpal yang memiliki ketebalan A5 atau A6
  • Siapkan terpal dengan panjang 8-12 meter dan lebar 6-8 meter
  • Jika Anda menggunakan terpal dengan ukuran yang disebutkan di atas, maka Anda akan memperoleh kolam berukuran lebar 4-6 meter dan panjang 8-10 meter dengan ketinggian kurang lebih 1 meter.
  • Persiapkan lahan yang akan dijadikan sebagai kolam. Jika terdapat lahan tanah, maka cangkul dan ratakan terlebih dahulu. Buang benda-benda tajam atau bebatuan yang berpotensi bisa merusak terpal yang akan digunakan sebagai kolam.
  • Setelah mencangkul dan meratakan lahan, letakkan pasir halus setebal 10 cm pada area yang akan Anda gunakan untuk kolam terpal.
  • Gunakan tiang untuk penyangga bagian sudut kolam agar terpat tetap berdiri kokoh. Pastikan tiang yang Anda gunakan sebagai penyangga benar-benar kuat dan tidak mudah rusak untuk menahan tekanan air di kolam.
  • Langkah terakhir, pasang terpal pada lahan yang telah Anda siapkan dengan bentuk persegi panjang atau sesuai ukuran yang Anda inginkan.

Setelah kolam sudah dipastikan berdiri kokoh, Anda bisa mengisinya dengan air. Namun Anda tidak bisa secara sembarangan mengisi air pada kolam tersebut.

Pertama, isi air dengan ketinggian 20 cm untuk memastikan terpal sudah terpasang dengan baik atau masih terdapat kebocoran. Jika Aman, Anda bisa mengisinya kembali sampai sekitar 50 cm.

Setelah terisi air diamkan selama 1 sampai 2 minggu untuk mengurangi kadar keasaman air dan menghilangkan bahan kimia atau racun yang terdapat pada terpal.

Suhu air ideal pada kolam ikan kira-kira 26 sampai 28 derajat Celcius. Selain itu Anda perlu memperhatikan pH keasaman air. Meskipun ikan patin bisa bertahan dengan tingkat keasaman yang tinggi, ada baiknya untuk menjaga keasaman air kolam sebanyak 6,5 pH sampai 7 pH.

2. Pilih bibit ikan patin yang baik

Memilih bibit ikan patin
bibit ikan patin
bibit ikan patin
bibit ikan patin

Setelah urusan kolam selesai. Anda perlu mencari bibit ikan patin yang baik agar mendapatkan hasil maksimal. Dalam pemilihan bibit, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Cermati fisik ikan, apakah cacat atau tidak.
  • Memiliki gerakan lincah
  • Pastikan Anda memilih benih dari induk berkualitas
  • Cara Budidaya Ikan Patin
  • Setelah menemukan benih ikan patin yang baik. Tahap selanjutnya adalah menebar benih ke dalam kolam. Tetapi Anda pastikan bahwa kolam Anda sudah ditumbuhi plankton yang berguna sebagai pakan alami.
  • Letakkan plastik benih di dalam kolam selama 30 menit untuk penyesuaian suhu di dalam kantong benih.
  • Sebarkan benih-benih tersebut sewaktu pagi atau sore hari. Di waktu tersebut adalah waktu ideal untuk menyebar benih karena suhu air tidak terlalu panas.
  • Dalam menyebarkan benih, usahakan untuk tidak membuatnya terlalu padat atau tidak terlalu banyak. Sebaiknya disesuaikan dengan ukuran kolam. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari persaingan perebutan makanan yang bahkan bisa mengakibatkan kanibalisme.

3. Pemberian Pakan

Pakan ikan patin
Pakan ikan patin

Pemberian pakan pada benih ikan patin sebaiknya dilakukan sebanyak 4-5 kali dalam sehari. Selain itu Anda sebaiknya memberikan pakan dengan komposisi ¾ dari berat ikan. Jika ikan sudah ada di masa panen, pemberian pakan cukup 3 kali dalam sehari saja.

4. Pemeliharaan Ikan Patin

memelihara ikan patin
memelihara ikan patin
  • Lakukan pergantian air 2-3 minggu sekali untuk membuang kotoran dan amoniak kotoran
  • Pembuangan air dilakukan secara bertahap
  • Saat musim kemarau, pastikan jangan sampai air di kolam habis.

5. Siap Panen

Ikan patin akan siap panen setelah berumur 5-6 bulan setelah benih ditebar. Untuk memanennya, keringkan air di kolam hingga 1/3 bagian. Gunakan jarring saat memanennya dan pastikan lakukan dengan hati-hati agar ikan patin tidak terluka.

Beginilah Cara Budidaya Ikan Nila dari Persiapan Hingga Siap Panen

Beginilah Cara Budidaya Ikan Nila dari Persiapan Hingga Siap Panen

Jika Anda ingin memiliki penghasilan dengan cara melakukan budidaya atau memiliki ternak ikan air tawar, maka budidaya ikan nila patut Anda coba.

Bagi Anda yang sudah memiliki rencana untuk memulai bisnis budidaya ikan nila, Anda singgah di tempat yang tepat. Artikel ini akan mengulas mengenai cara budidaya ikan nila dari persiapan hingga siap panen.

Cara Budidaya Ikan Nila dari Persiapan Hingga Siap Panen

Bisnis budidaya ikan nila dinilai cukup menguntungkan karena ikan nila sendiri termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang mudah untuk dibudidayakan. Selain itu perawatannya cukup mudah sehingga tidak membutuhkan biaya yang besar namun dapat menghasilkan cukup keuntungan saat masa panen datang.

Keuntungan budidaya ikan air tawar yang satu ini akan Anda dapatkan berasal dari sifat ikan nila yang merupakan pemakan segalanya. Biasanya ikan nila akan memakan plankton dan tumbuhan air yang hidup di sekitarnya.

Otomatis hal ini akan menekan biaya dan menjadikannya sebagai biaya yang relatif rendah untuk ukuran budidaya ikan air tawar lainnya. Sebelum memulai persiapan budidaya, sebaiknya Anda mengetahui jenis-jenis ikan nila terlebih dahulu.

Jenis-Jenis Ikan Nila

Ikan air tawar yang satu ini sebenarnya memiliki beberapa jenis yang bisa Anda budidayakan. Setiap jenis ikan nila tentunya memiliki kualitas dan keunggulan yang berbeda-beda. Agar bisa menghindari kesalahan treatment pada ternak ikan air tawar khususnya ikan nila yang akan anda budidaya, berikut informasi mengenai berbagai jenis ikan nila:

1. Ikan Nila Merah

Jenis nila yang satu ini adalah nila yang paling sering ditemukan di pembudidayaan ikan air tawar. Keunggulan nila merah yaitu warnanya yang menarik serta memiliki rasa yang lezat. Ikan nila merah sendiri masih memiliki beberapa jenis yaitu ikan nila merah Nifi, ikan merah Larasati dan ikan merah Gift.

2. Ikan Nila CItralada

Jenis ikan nila satu ini berasal dari Thailand. Kelebihan dari Ikan Nila Citralada adalah nila ini menghasilkan lebih banyak anakan nila jantan dengan bobot nila yang mencapai 200 gr hanya dalam waktu 4 bulan saja. Kelebihan lainnya adalah daya tahan tubuh kuat dan memproduksi telur yang lebih banyak.

3. Ikan Nila Srikandi

Ikan jenis ini adalah peranakan silang dari nila hitam betina dengan nila biru jantan. Jenis ini bisa mencapai 250 gr per ekor hanya dalam 3-4 bulan.

4. Ikan Nila GESIT

GESIT pada nama jenis nila yang satu ini ternyata memiliki kepanjangan Genetically Supermale Indonesia Tilapia. Di mana jenis ini ternyata merupakan ikan hasil dari rekayasa genetik.

Keunggulan jenis ini adalah menghasilkan nila jantan yang memiliki daya tahan hidup hingga 98%. Pertumbuhannya pun cukup cepat, pada umur 4-5 bulan jenis ini bisa mencapai sepanjang 8 cm. Jenis nila GESIT ini bisa mencapai 500-600 gram per ekornya.

5. Ikan Nila Nirwana 3

Nila jenis ini juga merupakan nila ras wanayasa alias hasil persilangan. Sebelumnya sudah ada jenis ikan nila nirwana 2. Namun jenis Nirwana 3 adalah jenis nila yang paling baru dan banyak diunggulkan pelaku usaha budidaya karena pertumbuhannya yang cepat.

Langkah-langkah Persiapan Budidaya Ikan Nila

kolam tanah ikan nila
Pembuatan kolam tanah ikan nila

Persiapkan Kolam Ikan Nila

Untuk melakukan budidaya ikan nila, Anda bisa menyiapkan lahan untuk kolam budidayanya. Anda bisa menggunakan kolam jenis apapun seperti kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jarring terapung dan bahkan tambak air payau. Pada umumnya orang-orang menggunakan kolam tanah. Beberapa persiapan dasar kolam yang perlu Anda lakukan sebagai berikut:

kolam tanah ikan nila
kolam tanah ikan nila

1. Keringkan dasar kolam

proses pengeringan kolam tergantung cuaca biasanya mencapai 3-7 hari. Lakukan penjemuran hingga tanah dasar kolam retak-retak tetapi jangan sampai mengeras.

2. Pembajakan kolam

ketika proses pembajakan tanah, biasanya akan ditemukan sampah. Buanglah sampah-sampah tersebut dan angkat sisa lumpur yang bau busuk.

3. Mengembalikan pH tanah

untuk budidaya ikan nila diperlukan air tawar dengan keasaman 7 hingga 8 pH.

4. Pemupukan kolam ikan nila

Anda dapat menggunakan pupuk Kandang untuk mengembalikan kesuburan tanah kolam dengan dosisi 1-2ton/ha. Anda juga bisa menambahkan bubuk penumbuh plankton

5. Pemberian air kolam

Langkah pertama, isikan kolam dengan air setinggi 10-20 cm kemudian bisa ANda tambahkan bubuk penumbuh plankton. Tunggu selama 5-7 hari hingga warna air berubah menjadi hijau. Setelah air pada kolam berubah warna, isikan air hingga ketinggian 75 cm.

Pemilihan Benih

Benih Ikan Nila
Benih Ikan Nila

Setelah mempersiapkan kolam, kini langkah selanjutnya adalah pemilihan benih. Untuk pertumbuhan yang cepat, Anda bisa memilih benih ikan nila jantan. Agar tak salah pilih, berikut ciri-ciri benih ikan nila yang baik.

  • Ciri-ciri benih ikan nila
  • Gerakan lincah
  • Respon tinggi saat diberi pakan
  • Tidak memiliki cacat fisik
  • Warna ikan cerah
  • Bentuk badan normal dan terdapat lendir

Penebaran benih ikan nila

bibit ikan nila
Gambar bibit nila

Setelah pemilihan benih, langkah selanjutnya adalah menebar benih tersebut di kolam. Begini teknik penebaran benihnya:

  1. Turunkan kantong benih ke permukaan air kolam dan biarkan mengapung selama 30 menit untuk penyesuaian suhu
  2. Buka tali kantong dan biarkan suhu dalam kantong keluar
  3. Miringkan kantong dan biarkan ikan keluar sendiri

Cara Budidaya Ikan Nila

Setelah melakukan persiapan, kindi Anda akan memulai budidaya ikan nila. Terdapat beberapa hal penting yang perlu Anda lakukan ketika melakukan ternak ikan tawar yang satu ini berikut penjelasan singkatnya.

Pengelolaan Air

Dalam melakukan budidaya ikan nila, pengelolaan air agar kualitas air terjaga adalah hal terpenting. Anda perlu memperhatikan kandungan oksigen dan pH air kolam. Anda juga bisa memberikan suplemen tambahan pada air kolam Anda.

Pemberian pakan

Setiap harinya ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% dari jumlah berat tubuhnya. Untuk itu, Anda bisa memberinya makan pada pagi dan sore hari. Sebaiknya Anda mengukur berat ternak ikan Anda dalam kurun dua minggu sekali dengan menggunakan sampel acak.

Pengendalian hama dan penyakit

Ikan bisa saja terserang penyakit. Pada umumnya penyakit pada ikan terjadi karena hama dan bakteri. Untuk mengobati penyakitnya Anda bisa membeli antibiotik yang tersedia di apotik. Sedangkan untuk hama, ANda bisa membasminya dengan menangkap secara langsung atau menggunakan minyak tanah.

Panen ikan Nila

Jika ternak ikan nila Anda beratnya sudah mencapai 300 sampai 500 gram per ekornya, maka ikan nila sudah siap untuk Anda panen. Biasanya pasar di Indonesia membutuhkan dengan berat tersebut. Untuk mencapai berat badan tersebut, pada umumnya membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar 4 sampai 6 bulan.

Untuk memanen ikan nila harus dilakukan secara bertahap. Untuk memanennya pun tidak bisa secara sembarangan. Anda perlu mengeringkan kolam ikan sebagian atau total. Selain itu, ketika Anda melakukan proses panen, Anda harus mengalirkan air segar ke kolam supaya ikan tidak stress dan berakhir mati.

Cara Budidaya Ikan Koi, Mudah Dilakukan Oleh Siapa Saja

Cara Budidaya Ikan Koi, Mudah Dilakukan Oleh Siapa Saja

Panduan dan Cara Budidaya Ikan Koi. Ikan koi yang memiliki nama latin Cyprinus caprio. Ikan ini masih termasuk kedalam jenis ikan mas. Ikan Koi mulai dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena orang Jepang yang senang memeliharanya dan memasarkannya ke berbagai negara. Masyarakat Jepang tidak hanya percaya bahwa ikan koi sebagai simbol persahabatan yang abadi serta cinta yang tulus, tetapi mereka juga percaya bahwa jenis ikan satu ini dapat mendatangkan keberuntungan.

Indonesia sendiri mulai melakukan budidaya ikan koi sejak tahun 1960-an. Presiden Soekarno yang saat itu mendapatkan hadiah ikan koi sebagai simbol persahabatan dari negara sahabat, memberikan ikan tersebut kepada para pembudidaya ikan yang kemudian menjadi cikal bakal budidaya ikan koi.

Banyak masyarakat Indonesia masih memandang sebelah mata peluang bisnis ikan koi ini. Padahal jika ditekuni secara serius, budidaya ikan koi ini juga bisa menjanjikan penghasilan yang lumayan. Belum lagi masuknya ikan impor yang membuat ikan koi lokal juga ikut bersaing soal harga.  Tidak hanya sebagai peluang bisnis yang baik, budidaya ikan koi juga cukup mudah dilakukan. Berikut beberapa langkah dalam budidaya ikan koi.

1. Memilih Induk yang Berkualitas

Memilih Indukan Ikan Koi
Memilih Indukan Ikan Koi

Proses pertama dan yang paling penting dalam budidaya ikan koi adalah memilih induk. Genetik yang berasal dari induk nantinya akan turun kepada anaknya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menentukan apakah induk tersebut baik atau tidak.

  1. Umur ikan yang harus mencapai lebih dari 2 tahun
  2. Jenis ikan yang dipelihara itu sama atau paling tidak mendekati
  3. Memiliki bentuk tubuh  yang ideal dan lekukan yang apabila dilihat dari atas, mirip dengan torpedo
  4. Gaya berenang yang cukup tenang dan stabil(tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat)
  5. Memiliki warna yang cemerlang, cantik dan kontras
  6. Gerakannya gesit atau tidak banyak diam di dasar kolam
  7. Indukan jantan dan betina telah sama-sama matang untuk dikawinkan

Sebaiknya induk jantan dan induk betina dipelihara di kolam yang terpisah, agar ketika musim kawin tiba, ikan tersebut telah siap.

2. Pembuatan Kolam

Kolam Ikan Koi
Kolam Ikan Koi

Budidaya ternak ikan tidak akan bisa berjalan tanpa adanya kolam yang dapat menampung ikan-ikan tersebut. Ada berbagai jenis kolam ikan yang bisa Anda gunakan, seperti kolam tanah, kolam terpal, kolam beton dan masih banyak lagi. Namun, menurut para pembudidaya ikan koi, kolam terpal kurang cocok untuk dijadikan tempat sebagai budidaya ikan koi.

Idealnya, kolam air untuk budidaya ikan koi memiliki ukuran setidaknya 3 – 6 meter dengan kedalaman 60 cm dan ketinggian air 40 cm. Selain itu, pada saluran air juga jangan lupa dipasangkan saringan halus agar anakan ikan koi tidak ikut hanyut bersamaan dengan air yang keluar.

Jika Anda membuat kolam yang terbuat dari beton, sebaiknya kolam air yang sudah dibuat dibiarkan benar-benar kering terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum diisi oleh air, agar kolam tersebut terhindari dari bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam semen.

Setelah kering, barulah Anda bisa memasukan air. Namun, air tersebut juga harus diendapkan terlebih dahulu kurang lebih selama 24 jam sebelum Anda memasukan indukan koi. Anda juga harus menyediakan kakaban yang bisa dijadikan sebagai wadah untuk meletakan telur-telur ikan koi.

3. Tahap Pemijahan

budidaya ikan koi
budidaya ikan koi

Tahapan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah pemijahan . Tahapan ini yang menentukan keberhasilan dari budidaya ikan koi. Untuk agar meminimalisir kegagalan dalam proses pemijahan, Anda sebaiknya menyediakan pejantan yang sehat beberapa ekor setidaknya lebih dar satu, hal ini merupakan antisipasi untuk menghindari salah satu pejantan dalam kondisi yang tidak sehat.

Sediakanlah indukan jantan sebanyak 3 sampai dengan 5 ekor. Setelah seluruh persiapan selesai, saatnya untuk memasukan induk betina ke dalam kolam pemijahan terlebih dahulu  sekitar pukul jam 4 sore. 3 – 5 jam kemudian, barulah Anda masukkan induk jantan ke dalam kolam. Prosesi pemijahan biasanya akan berlangsung pada tengah malam. Pada proses pemijahan biasanya indukan betina akan mengelilingi kolam sedangkan sang jantan akan mengikuti di belakang dengan sesekali menempelkan badannya pada betina. Berikut adalah tahapan dalam pemijahan ikan koi, yaitu:

  1. Pertama, induk betina akan mengeluarkan telur yang diikuti dengan induk jantan yang mengeluarkan sperma. Biasanya, telur yang telah dibuahi akan menempel pada kakaban atau tanaman air dan proses perkawinan ini akan selesai pada pagi hari
  2. Ketika pagi hari, pisahkan induk betina dan jantan dari kolam pemijahan agar telur-telur selamat dari kemungkinan dimangsa oleh induknya sendiri
  3. Pada saat proses penetasan larva, butuh ketelitian secara akurat terhadap suhu air. Apabila suhu air di dalam kolam pemijahan terlalu dingin, maka larva akan lama untuk menetas, sedangkan apabila suhu air terlalu panas, larva justru akan membusuk. Oleh sebab itu, usahakanlah untuk mengatur suhu air secara akurat dan ideal. Suhu air yang ideal sekitar 20-300c.
  4. Telur akan menetas kurang lebih 48 jam. Larva yang baru menetas biasanya = memiliki cadangan makanan untuk bertahan hidup setidaknya 3-5 hari, sehingga jangan langsung memberi makan pada larva yang baru saja menetas.
  5. Jika persediaan makanan habis dalam waktu 5 hari, berikan larva tersebut makanan hidup misalnya kutu air yang telah disaring. Makanan hidup ini akan lebih baik dibandingkan kuning telur yang direbus, karena air akan lebih terjaga kebersihannya.
  6. Jika ikan koi tersebut telah mencapai panjang hingga 1,5 cm, maka Anda bisa mengganti makanannya dari kutu air menjadi cacing sutera. Tetapi, pemberian cacing sutera tersebut tidak diberikan lagi ketika ikan sudah berumur sekitar 3 mingguan.

Hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan koi adalah

  1. Kualitas air. Sebaiknya Anda memperhatikan suhu dan tingkat kekeruhan air. Air yang terlalu keruh membuat ikan menjadi tidak nyaman. Kondisi air juga bisa berpengaruh terhadap warna ikan koi hingga 20%.
  2. Mengganti air kolam seminggu sekali. Sebaiknya Anda mengganti sekitar 10% air kolam dalam waktu seminggu sekali. Jangan sekali-kali mengganti keseluruhan air karena ikan membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi. Adaptasi dengan pergantian air dapat membuat ikan stress sehingga lebih baik jangan menguras air kolam secara keseluruhan.
  3. Pembatasan jumlah ikan didalam kolam. Seperti halnya manusia, ikan koi juga membutuhkan ruang gerak yang cukup lega agar dapat tumbuh besar dengan cepat dan sempurna. Jumlah ikan yang tidak sesuai dengan kapasitas luas kolam dapat menghambat pertumbuhan ikan koi. Anda harus memperhatikan jumlah ikan yang ada di kolam dengan besaran kolam yang ada.
  4. Kadar keasaman air. Kadar keasaman air juga dapat menentukan ikan koi sehat atau sakit. Kadar keasaman air kolam yang ideal adalah 5,5 sampai 8,5. Jika Anda menggunakan kolam semen baru sebagai kolam ikan koi, hal ini masih meninggalkan bau semen yang tidak bisa diterima oleh ikan koi, ikan mungkin akan mabuk. Biasanya, untuk menghilangkan bau semen dengan cepat biasanya para peternak ikan koi menggunakan pelepah pisang.

Walaupun melalui proses yang cukup panjang, sebenarnya budidaya ikan koi tergolong mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Budidaya ikan koi bisa menjadi bisnis yang menjanjikan di masa depan mengingat prospek dan harga jualnya yang cukup bagus dan meyakinkan.