Cara Budidaya Ikan Gurame yang Efektif

Cara Budidaya Ikan Gurame yang Efektif

Budidaya ikan gurame merupakan salah satu jenis usaha budidaya yang cukup populer di Indonesia. Melalui budidaya yang satu ini bisa menjadi salah satu aspek bisnis yang sangat menarik karena mengingat harga jualnya yang relatif tinggi dan juga stabil jika dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar lainnya.

Jika dibandingkan dengan jenis usaha budidaya yang lainnya, bisnis budidaya ikan gurame juga menjadi pilihan yang tepat untuk daya saing bisnis karena spesies ikan gurame di Indonesia begitu banyak. Selain itu, habitat yang cukup banyak dan sesuai untuk ikan gurame seperti di rawa, danau, waduk, dan juga situ menjadikan cocok untuk dibudidayakan. Dan alasan yang paling utama biasanya adalah karena harga ikan gurame yang sangat menggiurkan untuk dijadikan bisnis.

Kita bisa memilih sesuai dengan keinginan dan budget yang dimiliki untuk melakukan budidaya ikan gurame di kolam terpal ataupun budidaya ikan gurame di kolam tembok.

Tahapan dan Cara Budidaya Ikan Gurame

Bagi Anda yang saat ini sedang memiliki keinginan untuk melakukan budidaya ikan gurame maka bisa dengan tahapan berikut ini:

1. Seleksi Induk Gurame

Ini merupakan tahap awal dalam melakukan budidaya ikan gurame yaitu dengan memilih indukan dari ikan yang siap untuk dipijahkan. Indukan gurame yang sudah siap untuk dipijahkan adalah yang berusia 3 hingga 7 tahun.

Adapun cara membedakan induk betina dan juga induk jantan dapat dilihat dengan ciri sebagai berikut:

Induk betina,

Tidak adanya tonjolan pada dahi atau cula
Perut yang membulat
Badan yang relatif panjang
Warnanya lebih terang
Sirip yang menjadi dasar warnanya gelap

Induk jantan,

Adanya tonjolan pada dahi
Gerakan ikan gurame jantan lebih lincah
Perutnya dekat dengan anus
Warnanya lebih gelap dan juga pucat

Adapun ciri dari ikan gurame yang siap untuk dipijahkan adalah perut yang membesar ke belakang, anus yang tampak putih dan juga kemerahan, serta perut yang terasa lembek apabila diraba.

2. Menyiapkan kolam untuk pemijahan

Cara untuk melakukan persiapan dalam pemijahan ikan gurame sebagai ikan air tawar adalah dengan cara: membersihkan kolam baik yang konvensional maupun terpal dan juga proses pengeringan, pengisian air, pemasangan sosog dan juga penyediaan bahan untuk membuat sarang.

3. Proses Pemijahan,

Untuk melakukan proses pemijahan pada ikan gurame dapat dilakukan beberapa tahap berikut ini:

  • Pertama masukkan induk dari gurame yang lolos seleksi pada kolam yang akan dijadikan tempat untuk pemijahan.
  • Pastikan jumlah ikan gurame antara yang jantan dan juga betina perbandingannya adalah 1:3.
  • Biarkan induk jantan membuat sarangnya sendiri secara alami. Proses ini biasanya memerlukan waktu selama 15 hari.
  • Apabila sarang sudah siap maka proses selanjutnya induk jantan akan melakukan proses pemijahan pada sarang dengan indukan betina.
  • Setelah proses pemijahan selesai, maka induk betina akan menutup lubang dan menggunakan rumput kering.
  • Induk yang bertugas menjaga anaknya adalah indukan betina. Cara ini biasanya dilakukan dengan sirip ikan dari indukan betina akan mengipas sirip pada arah sarang yang sudah dibuat.

4. Cara memelihara telur untuk budidaya ikan gurame

Untuk memelihara telur ikan gurame, maka langkah yang perlu dilakukan adalah dengan langkah sebagai berikut:

  • Pertama, ambil terlebih dahulu sarang yang isinya telur lalu simpan pada ember yang ada airnya.
  • Bersihkan telur menggunakan serok.
  • Pisahkan telur dan sarangnya, lalu masukkan pada ember yang lainnya.
  • Cuci terlebih dahulu telur sampai bersih.
  • Tambahkan suplemen saat mencuci yaitu cairan organisk spesialis untuk kolam tambak dan keramba dalam mencegah serangan hama.
  • Masukkan telur yang sudah dicuci pada bak untuk ditetaskan sehingga sudah dipasangi sekresi dan juga hitter.

5. Pemeliharaan serta penetasan

Telur ikan gurame akan menetas pada waktu 2 hingga 3 hari setelah proses pemijahan. Namun sebelumnya usahakan telur dalam kondisi suhu yang stabil yaitu antara 270 hingga 280 C.

Setelah itu biarkan benih dari ikan gurame ada pada bak untuk penetasan sampai umur kurang lebih 10 hari. Lalu pada umur 11 hari, pindahkan pada bak pendederan yang pertama.

6. Siapkan bak pendederan

Untuk ukuran bak yang akan digunakan sebagai tempat pendederan yaitu dengan ukuran 2,5 x 4,5 m. Ukuran bak tersebut untuk ternak ikan air tawar memiliki daya tampung sekitar 2000 ekor.

7. Pendederan

Dalam budidaya ikan air tawar berupa gurame ini maka tahapan untuk proses pendederan sebaiknya dilakukan jika bak untuk pendederan telah disiapkan sebelumnya. Jika sudah siap, maka ikan dapat dimasukkan ke dalam bak yang dikhususkan untuk proses pendederan.

8. Siapkan kolam

Pemindahan gurame dari bak ke kolam sebaiknya dilakukan pada pagi hari yaitu kisaran waktu antara pukul 7 hingga 9 pagi. Hal ini untuk mengurangi tingkat stress yang dialami oleh ikan. Maka dari itu diperlukan penyiapan kolam terlebih dahulu sebelum dipindahkan.

Untuk tahapan persiapan dalam membuat kolam gurame adalah sebagai berikut:

  • Kolam terlebih dahulu dibersihkan atau dikeringkan.
  • Persiapkan dasar kolam. Cangkul tanah agar proses dekomposisi lebih cepat.
  • Saluran untuk masuk air pada kolam dibersihkan terlebih dahulu dengan memasang filter atau saringan pada pintu saluran masuk untuk air.
  • Proses pengapuran kolam sebaiknya menggunakan dolomit. Hal ini agar ph air menjadi tetap stabil pada saat diisi air.
  • Pemupukan pada dasar kolam dengan menggunakan pupuk. Untuk pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk kandang. Karena sangat penting sebagai pupuk alami.
  • Untuk proses selanjutnya adalah penambahan bio-organik. Ini dimaksudkan agar tumbuh plankton sebagai pakan gurame yang alami.

9. Pemindahan benih

Proses selanjutnya dalam melakukan budidaya ternak ikan air tawar berupa ikan gurame yang satu ini adalah pemindahan benih yaitu dengan tahapan:

  • Air dikeluarkan dari bak pendederan. Proses dilakukan sedikit demi sedikit.
  • Gunakan scoop nett untuk menangkap ikan dengan hati-hati.
  • Simpan benih pada wadah, lalu masukkan ikan pada kolam yang utama.

10. Proses pembesaran

Luas kolam yang digunakan untuk tahapan pembesaran ikan gurame berbeda-beda sesuai dengan jenis kolam yang digunakan. Rata-rata yang sesuai atau ukuran optimum kolam yaitu 200 m2. Kedalam dari kolam sekitar 1 m. Dengan ukuran seperti itu maka sangat sesuai untuk masa panen nantinya.

Penutup

Itulah beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk budidaya berupa ikan gurame. Sebaiknya dalam melakukan proses budidaya, Anda juga harus dapat memperhitungkan bagaimana koefisien konservasi ikan gurame dan juga tingkat nutrisi yang dibutuhkan dalam memberikan pakan sehingga dapat sukses dalam melakukan budidaya. Namun sebenarnya sebagai ikan air tawar, melakukan budidaya berupa ikan gurame sangat sesuai jika dilakukan di lokasi yang memiliki suhu antara 240 hingga 300 C. Selain itu, kualitas air yang ada juga harus bersih. Usahakan tidak mengandung air racun dari limbah pabrik, dan juga airnya tidak terlalu keruh. Nilai pH yang dianjurkan untuk keasamannya adalah 7 hingga 8, memiliki kandungan oksigen larut minimal 2 mg setiap liternya. Dan juga ketinggian dari lokasi budidaya ikan ini kisaran 50 hingga 400 mdpl.

Cara Budidaya Ikan Lele, Panen Melimpah Pasti Untung

Cara Budidaya Ikan Lele, Panen Melimpah Pasti Untung

Budidaya ikan lele adalah salah satu jenis budidaya ikan yang cukup banyak dilakukan oleh orang Indonesia. Budidaya ikan air tawar yang satu ini juga memiliki suatu keuntungan yaitu dari habitatnya yang mudah untuk diternakkan dan juga banyaknya peminat ikan lele sebagai santapan makanan menjadikan suatu bisnis ternak ikan air tawar yang bagus dan menguntungkan.

Namun jarang yang mengetahui bahwasanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya ikan lele dan menjadi hal yang krusial apabila tidak dilakukan dengan baik. Sebab untuk para pemula budidaya ikan air tawar yang satu ini ada saja beberapa hal yang menyebabkan banyak lele yang mati dikarenakan penyakit.

Pengetahuan Awal Sebelum Melakukan Budidaya Lele

Untuk Anda yang saat ini sedang memiliki rencana atau hendak melakukan bisnis berupa budidaya ikan lele maka ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan diantaranya:

Bagi Anda yang saat ini sedang memiliki rancangan untuk membuat suatu budidaya berupa ikan lele. Maka hal pertama yang perlu dilakukan sebenarnya harus tahu terlebih dahulu karakteristik ikan lele itu sendiri. Sebab dengan mengetahui hal tersebut maka secara langsung Anda sudah mempersiapkan diri untuk tahu apa saja pengetahuan awalnya.

Hal ini penting dan perlu untuk Anda ketahui sebagai bentuk pengetahuan awal sehingga dalam melakukan budidaya nantinya dapat mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan dan jenis ikan lele seperti apa saja sehingga dapat menanganinya dengan mudah.

Anda perlu mengetahui dari mulai morfologi, taksonomi, habitat, syarat menjadikan lokasi untuk ternak, hingga cara persiapan untuk pembuatan kolam dari ternak lele. Berikut secara detail penjelasannya:

1. Morfologi Ikan Lele

Secara bidang keilmuan, taksonomi dari ikan lele yaitu termasuk filum Chordata, kelas pisces, ordo Ostariophysi, subordo Siluridae, famili Clariidae, genus Clarias, dan spesies Clarias Sp.

2. Taksonomi Ikan Lele

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa ciri dari ikan lele adalah mata yang kecil dan juga mulut yang lebar. Tubuh dari ikan lele panjang, dan kepala berbentuk pipih yang ditutupi oleh struktur tulang pelat pada bagian atas dan juga bawah.

Keunikan dari ikan lele, seperti yang sudah pernah Anda perhatikan juga pastinya tidak ada sisik pada tubuhnya. Inilah yang menjadi suatu hal yang menarik untuk Anda para penikmat ikan lele sehingga dalam memasaknya tidak memerlukan membersihkan sisiknya lebih dulu.

Suatu keunikan lainnya dari ikan lele sebagai ikan air tawar adalah pada bagian mulut ada suatu alat yang dinamakan olfaktori. Fungsi dari alat yang satu ini adalah untuk mendeteksi sehingga dapat membantu lele untuk merasakan penciuman mangsa, melihat, dan juga meraba.

3. Habitat Ikan Lele

Habitat ikan lele sebagai salah satu jenis ikan air tawar adalah berada di air tawar. Jika Anda perhatikan, sangat jarang ikan ini ditemukan di air payau. Anda juga pastinya pernah melihat bahwa ikan lele banyak hidup di perairan yang memiliki arus yang pelan. Contohnya di waduk, rawa-rawa, sawah, bahkan di telaga.

Kelebihan lainnya jika Anda ingin melakukan ternak ikan air tawar yang satu ini adalah dapat dibudidayakan di air yang tercemar misalnya selokan atau got. Hal ini dikarenakan ikan lele dapat menjaga keseimbangan alam dari kualitas air yang tercemar. Untuk itu sangat mudah bagi pemula yang ingin melakukannya.

4. Lokasi yang tepat untuk Ikan Lele

Berbicara mengenai lokasi untuk budidaya ikan air tawar yang satu ini sebenarnya tidak ada kriteria khusus, dikarenakan cukup mudah yaitu hanya pada lokasi yang airnya kurang jernih. Bahkan di selokan pun sebenarnya bisa bagi para pemula yang belum memiliki lahan berupa tambak atau kolam yang luas.

Sebab kunci penting untuk sebuah ternak yang sukses adalah bagaimana Anda sebagai pemilik mampu mengelola dengan baik dan mengembangkannya ke depan. Untuk proses dan juga pakan, hingga karyawan budidaya bila perlu diberdayakan dengan baik, maka ternak ikan air tawar berupa lele ini dapat berhasil.

5. Persiapan Budidaya Lele

Cukup mudah untuk Anda melakukan sebuah persiapan dalam mengelola atau memulai budidaya ikan jenis air tawar yang satu ini karena memang habitatnya yang tidak memerlukan banyak budget, maka cukup dibutuhkan alas tanah, kolam semen, terpal, keramba, dan juga jaring apung.

Namun bagi Anda yang saat ini masih merasa kesulitan akan lahan atau belum memiliki lahan yang cukup, maka bisa juga disiasati dengan menggunakan drum maupun tangki, atau alat sejenis lainnya yang dapat menampung ikan lele untuk ternak.

cara budidaya ikan lele di terpal

Cara budidaya ikan lele

Itulah beberapa karakteristik dari ikan lele yang penting untuk Anda ketahui, serta beberapa hal yang berkaitan dengan ikan air tawar jenis ternak ini. Namun, Anda juga perlu mengingat bahwasanya jika memiliki keinginan untuk mengelola tambak atau budidaya ikan lele secara serius dengan memiliki kolam secara khusus maka perlu perhatikan hal berikut:

1. Pengolahan tanah

Hal penting untuk menjadikan lahan sebagai persiapan dalam ternak ikan air tawar berupa lele adalah tanah yang gembur. Pastikan bagian tanah yang retak harus dibajak terlebih dahulu sehingga menjadi gembur. Lalu buang bagian tanah yang seperti lumpur dan warnanya hitam agar tidak berbau busuk nanti kolamnya.

Untuk itu, semakin bagus pencahayaan sinar matahari di wilayah Anda, maka proses yang satu ini cukup cepat untuk dilakukan. Sebaliknya, semakin sedikit pencahayaan atau sinar matahari maka akan memerlukan waktu yang lebih lama.

2. Pengapuran hingga pemupukan

Fungsi dari langkah yang satu ini adalah agar tingkat keasaman yang ada pada kolam seimbang. Caranya lakukan dengan memakai chlorine 30 ppm. Diamkan selama 3 hingga 5 hari. Mengapa harus chlorine atau kaporit? Karena dapat mempercepat proses oksidasi melalui aerasi yang tentunya memiliki sinar matahari penuh.

3. Aturan untuk air kolam

Membuat kolam lele terpal

Karena kolam ikan lele sangat membutuhkan sinar matahari dan habitatnya memang berada pada terik matahari yang cukup, maka untuk air yang dibutuhkan tidak perlu terlalu banyak. Cukup sekitar 80 hingga 100 cm agar sinar matahari sampai pada dasar kolam.

Perlu diketahui bahwa untuk hasil maksimal, maka dibutuhkan garam krosok kurang lebih 100 gram setiap meter persegi. Garam ini memiliki fungsi untuk menstabilkan pH dan juga komposisi kimiawi yang ada. Selain itu dapat menghambat tumbuhnya jamur dan juga bakteri. Serta dapat meningkatkan bakteri yang menguntungkan.

4. Pilih benih lele unggul hingga cara penebaran

Beberapa ciri dari benih lele yang unggul adalah memiliki gerakan yang lincah, panjangnya sekitar 5 hingga 7 cm, serta tubuhnya adanya cacat pada bagian tubuh.

Adapun cara penebaran benih ikan lele sebaiknya memperhatikan iklim dari wadah yang sebelumnya dengan iklim pada kolam baru. Sebaiknya dibiarkan selama kurang lebih 15 menit agar benih keluar dari wadah.

5. Pakan

Untuk ikan lele sebaiknya diberikan pakan yang banyak mengandung protein yaitu berupa protein hewani. Namun bagi Anda yang ingin lebih hemat dalam pengeluaran biaya pakan maka bisa menggunakan pakan alami lele yang bersifat alternatif berupa azolla.

Cara Pemijahan Ikan Koi – Budidaya Ikan

Cara Pemijahan Ikan Koi – Budidaya Ikan

Ikan koi dan ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan jenis ikan air tawar yang mempunyai hubungan kekerabatan yang sangat dekat karena berasal dari family, genus dan spesies yang sama namun berbeda ras. Oleh sebab itu, di Indonesia banyak orang yang juga menyebutnya dengan ikan mas koi.

Sudah tidak asing lagi bahwa bagi penggemarnya, ikan koi ini menjadi jenis ikan hias yang dipelihara sebagai hobi. Karena bentuknya yang indah dan cantik, maka ikan koi banyak dipelihara sebagai hiasan untuk keindahkan hingga dijadikan ajang kontes.

Disisi lain, menurut kepercayaan orang bahwa dengan memelihara ikan koi di rumah maka akan dapat membberikan keberuntungan hidup bagi pemiliknya.

Hal yang perlu diketahui oleh pemula bahwa Ikan koi termasuk ke dalam binatang yang berdarah dingin. Ini berarti, temperatur tubuhnya sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh temperature air.

Ikan koi hidup di air tawar dengan iklim sedang yaitu pada suhu berkisar 8-30℃. Ikan koi tidak tahan jika mengalami penurunan suhu yang drastic dan tiba-tiba, misalnya penurunan suhu air hingga 5℃ akan dapat menyebabkan ikan koi menjadi stress.

Jenis-Jenis Ikan Mas Koi

  1. Kohaku, ikan koi berwarna putih dengan bercak merah dibadanya.
  2. Taisho-Sanke, ikan koi mempunyai warna badan putih dengan bercak merak pada bagian badannya.
  3. Show-sanke, ikan koi yang berwarna hitam dengan bercak putih dan merah didadannya.
  4. Utsurimono, ikan koi yang mempunyai warna hitam dengan bercak berwana putih berbentuk kerucut di bagian badanya.
  5. Bekko, ikan koi yang mempunyai putih, merah dan kuning.
  6. Asagi, ikan koi yang mempunyai badan berwarna biru atau kuning kebiruan.
  7. Shusui, ikan koi yang mempunyai sisik besar-besar, kulitnya lembut danmempunyai tanda merah ditubuhnya.
  8. Goromo, ikan koi yang mempunyai warna hitam yang bercampur ke setiap skala merah.
  9. Kawarimono, ikan koi yang mempunyai warna hitam,kuning, hitam putih danhijau.
  10. Ogon, ikan koi yang badannya berwarna keemasan (golden) 
  11. Hikarimono, ikan koi mempunyai warna emas dan perak dengan kepala jernih
  12. Kinginrin, ikan koi yang mempunyai tanda perak dibadannya.
  13. Tancho, ikan koi yang mempunyai warna putih dengan tanda merah hanya pada bagian kepalanya.

Di kalangan para penggemar ikan koi dikenal juga berbagai jenis ikan koi lainnya yang namanya didasarkan pada keindahan warna yang dimiliki ikan koi. Yakni seperti Goshiki, Hariwake, Matsuba, Shiro Utsuri, Hi Utsuri, Ki Utsuri, Koi Slayer, Chagoi, Ochiba Shigure, Kumonryu, Soragoi, Kikokuryu.

Pakan Ikan Koi dan Kebiasaan Makan

Ikan koi termasuk dalam golongan ikan omnivora atau pemakan segalanya. Lalu apa sebenarnya makanan ikan koi?. Jadi begini. Saat masih kecil, ikan koi akan menyantap udang-udangan renik serta dapnia. Setelah dewasa, ikan koi mulai memakan jentik nyamuk, serangga air, dan juga lumut.

Kualitas Air yang Bagus untuk Budidaya Ikan Koi

Kualitas air merupakan salah satu syarat kunci keberhasilan dalam budidaya ikan. Berikut ini adalah beberapa parameter kualitas air perlu diperhatikan:

1. Suhu Air

Ikan koi dapat hidup pada pada air dengan suhu berkisar 8-30℃. Namun demikian, pada suhu yang terlalu ekstrim kecenderungan ikan akan berhenti makan dan system kekebalan tubuhnya akan hilang.

Suhu air yang ideal untuk ikan koi adalah 15-25℃.

2. Derajat keasaman (pH)

Kadar pH yang ideal untuk ikan koi agar tumbuh sehat yaitu berkisar 6,5-8,5. pH air pada pagi hari cenderung rendah, sedangkan pH air pada siang hari cenderung lebih stabil.

3. Kadar Oksigen (O2)

Kandungan oksigen yang baik untuk ikan koi berkisar 5-7 ppm. Pada kondisi ini ikan koi akan merasa cukup mendapatkan oksigen sehingga koi dapat bergerak santai, tidak gelisah dan responsive terhadapa pakan.

4. Amoniak

Konsentrasi amoniak dapat terjadi karena pengeluaran hasil metabolism, proses dekomposisi dari sisa pakan atau plankton yang mati. Konsentrasi amoniak dibawah 0,002 ppm relative aman untuk ikan koi. Namun, jika diatas angka tersebut akan dapat menyebabkan timbulnya keracunan pada ikan.

Proses Pemijahan Ikan Koi

Pemijahan adalah adalah proses mempertemukan sel telur dan sperma yang umumnya terjadi secara eksternal. Keberhasilan pemijahan sangat tergantung dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

Secara umum, ada dua teknik pemijahan yang sering dilakukan yakni:

  1. Pemijahan alami, merupakan pemijahan ikan yang terjadi secara alami tanpa adanya pemberian rangsangan hormonal maupun perlakuan lainnya.
  2. Pemijahan buatan, merupakan pemijahan yang dilakukan dengan cara pemberian rangsangan hormonal untuk mempercepat proses reproduksi, baik dari indukikan jantan untuk menghasilakan sperma maupun indukan betina untuk menghasilkan sel telur.

1. Pesiapan Kolam Pemijahan Ikan Koi

Siapkan kolam untuk pemijahan ikan koi berukuran kisaran 4×6 meter. Lakukan pencucian kolam dan pengeringan selama 2 hari. Setelah itu baru kemudian dilanjutkan dengan pengisian air ke kolam pemijahan dengan ketinggian 100 cm.

Isi dengan air yang selalu mengalir untuk merangsang pasangan koi yang akan dipijah. Di pintu pemasukannya dipasang saringan untuk mencegah telur yang mungkin hanyut.

Sifat dari telur ikan adalah adesif atau menempel. Maka, sediakan penempel telur yang memadai agar telur koi bisa selamat.

Media untuk telur harus mengapung, bisa menggunakan ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Media yang baik terbuat dari ijuk yang panjang dan rata, panjangnya berkisar 120cm x 40cm.

Jumlah media tempel telur ini disesuaikan dengan seberapa besar induk betina, biasanya 4-6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.

2. Pemilihan Induk Ikan Koi

Gambar: Cara Memilih induk ikan koi

Pemilihan induk ikan koi harus dilakukan dengan cermat dan teliti untuk mendapatkan induk yang baik dan sehat. Memilih indukan ikan koi yang baik bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Umur indukan ikan berkisar antara 2 tahun bagi betina dengan berat 2kg/ ekor. Sedangkan induk ikan koi jantan berumur 1 tahun dengan berat 1 kg/ ekor.
  2. Bentuk badan keselurahan mulai mulut sampai sirip ekor harus mulus, sehat, sirip tidak rusak, garis sisik linear literalis posisinya sama.
  3. Bagian kepala induk ikan koi relative lebih kecil dari pada bagian badannya.
  4. Sisik induk ikan koi lebih tersusun secara teratur
  5. Pangkal ekor ikan koi yang besar dan kuat, tidak melengkung

3. Perbedaan Ikan Koi Jantan dan Betina

Sebelum memulai pemilihan induk ikan koi, tentu harus tau dulu cara membedakan ikan koi jantan dan betina bagaiman, dan juga ciri ciri ikan koi jantan dan betina bagaimana.

Nah, agat tidak salah dalam menentukan induk jantan dengan induk betina. Ada berapa perbedaan antara ikan koi jantan dengan ikan koi betina. Apa saja itu, yuk dilihat perbedaanya pada table berikut ini.

NoCiri CiriJantanBetina
1TubuhRampingGendut
2PerutMengecilMembesar
3AnusMenonjolCengkung ke dalam
4InsangTutup insang kasarTutup insang halus 
5Bagian perut ke anusBila dipijit akan mengeluarkan seperti susuBila dipijit akan mengeluarkan cairan bening kekuningan
6Geraka berenangGesitLambat
7PertumbuhanLebih cepatLambat

4. Pemijahan Ikan Koi

Setelah dilakukan pemilihan indukan betina, maka proses berikutnya adalah memasukkannya ke dalam kolam pemijahan yang sudah dipersiapkan.

Masukkan induk ikan koi sekitar pukul 16-00. Masukan indukan betina dulu kedalam kolam agar melakukan adaptasi yang cukup sehingga induk betina tidak stress. Setelah 2 hingga 3 jam, susul masukkan induk jantan ke kolam pemijahan dengan perbandingan 1 induk betina berbanding 3-4 ekor induk jantan.

Pemijahan biasanya terjadi pada tengah malam hari, induk betina akan berenang mengelilingi kolam dengan diikuti induk jantan di belakang. Sperma yang dihasilkan oleh induk jantan akan membuahi sel telur yang menempel pada media telur dari ijuk.

Setelah media telur dari ijuk dipenuhi dengan telur ikan koi, maka langkah selanjutnya adalah bersiap untuk melakukan pemindahan telur untuk penetasan.

Foto telur ikan koi dan Bibit ikan koi

5. Penetasan Telur Ikan Koi

Penetasan telur ikan koi dapat dilakukan dengan membiarkan media telur yang telah ditempelin telur tetap pada kolam pemijahan dan memindahkan induk dari kolam pemijahan. Jadi telur akan menetas di kolam pemijahan tersebut. Atau dapat juga dilakukan dengan memindahkan media telur ikan koi ke kolam khusus untuk penetasan telur.

Namun, cara penetasan telur yang pertama dengan membiarkan telur menetas pada kolam pemijahan tentu menjadi pilihan yang lebih praktis karena menghemat lahan.

Untuk penetasan, jangan biarkan telur kontak langsung dengan udara. Jadi harus dipastikan media tempel telur terendam dalam air.

Agar telur ikan koi dapat menetas dengan baik, maka sebaiknya atur suhu air tetap stabil. Suhu yang normal dalam penetasan telur ikan koi yakni antara 27-30℃.

Jika suhu terlalu dingin maka penetasan telur ikan koi akan berlangsung lama. Sedangkan jika suhu terlalu tinggi maka kemungkinan telur-telur akan membusuk dan tidak dapat menetas.

Setelah 28-29jam, telur yang terbuahi akan berubah warna menjadi kuning dan akan mulai terlihat bintik mata dari telur tersebut. Kemudian setelah 48-72jam telur akan menetas dan larva akan terlihat bergerombol disekitar media tempel telur dan pinggiran kolam.

Sampai pada tahap ini kolam air perlu ditingkatkan kandungan oksigennya di dalam air. Dapat dilakukan dengan penambahan aerasi agar penetasan telur lebih berlangsung dengan baik.

Pemeliharaan larva/ Bibit Ikan Koi

Bibit koi hasil penetasan masih riskan karena masih berada pada kondisi peralihan. Oleh karena itu dibutuhkan pemeliharaan yang baik. Pemberian pakan yang tepat mulai dari ukuran, komposisi, jumlah, dan kualitas akan sangat mempengaruhi kesehatan, perkembangan dan mengurangi resiko kematian bibit koi. Rotifer menjadi pilihan pakan awal yang baik bagi larva ikan koi.

1. Kolam Pembesaran Ikan Koi

Benih ikan koi yang sudah berenang bebas harus dipindahkan kekolam khusus pembesaran. Simak poin poin berikut ini untuk cara mempersiapkan kolam pembesaran ikan koi.

  1. Kolam pembesaran ini harus dipersiapkan seminggu sebelum pemijahan, hal ini dilakukan agar kolam pembesaran telah ditumbuhi pakan alami saat benih dimasukkan.
  2. Kolam dikeringkan selama dua hari di bawah terik matahari dan disemprot dengan pestisida untuk membutnuh binatang yang tidak diperlukan. Pestisida yang dipakai adalah Dipherex atau Nogos dengan dosis 0,5-1,0 ppm.
  3. Kolam dipupuk dengan kotoran ayam dan jerami agar dapat tumbuh pakan alami berupa binatang renik.
  4. Volume kotoran ayam 1,5 kg/m2, sedangkan jerami ditindih dengan batu dan diletakkan di sudut-sudut kolam.
  5. Pintu pemasukan air ke kolam harus diberi saringan.

Dalam beberapa hari, air di dalam kolam yang terkena jerami akan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Beberapa hari kemudian akan jernih kembali, jika pemberian kotoran ayam dan jerami dilakukan dengan tepat makan akan mulai tumbuh infusoria dan fitoplankton.

Pada saat ini benih-benih koi sudah dapat dimasukkan setelah kurang lebih sepuluh hari dan daphnia akan tumbuh.

Jika teknik pembuatan kolam untuk pakan alami tersebut gagal. Maka pemberian pakan bisa dilakukan dengan pakan buatan.

2. Pemberian Pakan

Pakan bagi makhluk hidup merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting sebagai sumber energy untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembang biakannya.

Benih ikan koi perlu diberikan pakan yang baik dan tepat. Ada dua teknik pemberian pakan yakni pakan alami dan pakan buatan.

Pakan alami atau pakan hidup misalnya cacing darah, cacing tanah, daphnia, cacing tubifex cocok diberikan pada benih koi (hingga bobot 50 g/ekor) karena lebih mudah dicerna oleh benih sesuai dengan kondisi sistem pencernaan, selain itu koi juga dapat memakan phitoplankton dalam kolam. Pakan alami sudah tersedia jika kolam pembesaran dengan pakan alami yang telah dibuat seperti di atas berhasil dibuat.

Sedangkan pakan ikan koi buatan yakni seperti kuning telur yang telah direbus, susu bubuk untuk anak sapi, tepung udang, ataupun pakan tepung khusus untuk ikan koi.

Jumlah pakan diberikan berdasarkan jumlah ikan (bobot biomassa) dalamkolam dengan kisaran kebutuhan 3-5% perhari, dengan frekuensi pemberian 2-3kali perhari hal ini juga disesuaikan dengan kondisi ikan dan media air pemeliharaannya.

Penutup

Ada sebuah penelitian menyebutkan bahwa Ikan Koi yang dibudidaya pada kolam lumpur ternyata memiliki kualitas warna yang lebih bagus dibandingkan dengan yang dipelihara pada kolam tembok.

Ternyata hal tersebut karena ikan koi yang dipelihara dalam kolam lumpur banyak menyantap ganggang ataupun makanan alami lainnya yang memang tumbuh di lumpur.

Makanan ikan koi alami berupa ganggang yang dimakan koi tersebut mengandung banyak zat karoten. Oleh karena itu, jika Anda ingin memiliki hasil budidaya ikan koi menjadi lebih cantik, bagus dan sehat. Berikan pakan yang memiliki sumber karoten yang tinggi seperti “krill”, paprika, dan daun marigold, semuanya dapat anda campurkan dalam makanannya. Saat ini sudah banyak makanan sumber karoten yang tersedia dalam bentuk extract, sehingga mudah jika dicampurkan dengan pellet atau roti.