Menghitung Kisaran Biaya Ternak Lele Kolam Terpal Untuk Pemula

Menghitung Kisaran Biaya Ternak Lele Kolam Terpal Untuk Pemula

Pernah tidak terlintas di benak Anda untuk memulai usaha budidaya ikan lele? Jika iya, mungkin hal pertama yang ingin Anda ketahui adalah berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk modal utama membuka usaha budidaya ikan lele ini.

Tak dapat dipungkiri lagi jika semua usaha memerlukan modal sebagai awal mempersiapkan segala kebutuhan hingga terpenuhi.

Banyak orang merasa gagal di awal karena melihat kenyataan jika tak sanggup menyiapkan modal.

 

Padahal seperti kata pepatah lama ‘Banyak jalan menuju Roma’, maka coba Anda analisa bagaimana perhitungan antara modal dengan keuntungan yang akan Anda dapat jika Anda berhasil menggeluti usaha yang Anda ciptakan sendiri.

Nah, saat ini ternak lele di kolam terpal sekarang banyak diminati banyak orang, tentu Anda bertanya-tanya berapa sih biaya ternak lele kolam terpal?

 

Kabar baiknya adalah biaya ternak lele kolam terpal ternyata lebih murah jika dibandingkan dengan memulai usaha ternak lele menggunakan kolam beton atau tembok. Hal ini tentu saja menggembirakan kan bagi Anda yang memang dari awal berniat dan tertarik dengan ternak lele menggunakan kolam terpal.

Ikan lele yang memiliki nama latin Clarias sp ini merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki habitat dalam air tawar.

Ikan lele dijuluki dan masuk dalam jenis catfish atau dengan kata lain yaitu ikan yang memiliki kumis di tubuhnya. Ikan lele me,iliki ciri-ciri dengan bentuk tubuh yang panjang, memiliki duri tajam (patil), kepala berbentuk pipih, serta kulit licin karena ikan lele tidak memiliki sisik pada tubuhnya.

Nah, kembali lagi pada biaya ternak lele kolam terpal, memulai usaha ternak ikan lele memang menggiurkan. Pasalnya keuntungan dapat di hitung dengan gamblang jika Anda benar-benar melakukan treatment yang benar dan sesuai dengan ilmu budidaya ikan lele. Anda sudah penasaran dengan kisaran biaya ternak lele kolam terpal? jika iya, berikut ini adalah kisaran biaya ternak lele kolam terpal yang perlu Anda ingat, yuk simak!

Modal awal sebanyak Rp. 900.000 dengan rincian sebagai berikut:

  • Terpal 700.000
  • Selang & pipa 150.000
  • Ember karet 50.000

Sedangkan untuk kisaran biaya ternak lele kolam terpal dalam hal biaya produksi sebesar Rp 6 juta rupiah dengan rincian sebagai berikut:

  • Bibit ikan lele (±6000 bibit) 1.200.000
  • Pakan lele selama 2 bulan 3.500.000
  • Fee tenaga kerja (opsional) 1.000.000
  • Vaksin dan vitamin 500.000
  • Biaya tambahan/Biaya lain-lain 300.000

Jumlah total biaya awal dan biaya produksi sejumlah Rp 7.400.000,-

Setelah menghitung kisaran biaya ternak kolam lele, Anda juga pasti ingin mengetahui dong kisaran pendapatan atau keuntungan yang akan Anda peroleh nantinya. Jadi jika diasumsikan, ikan lele saat panen mencapai masa panen sekitar 80% dari 6000, yaitu jika di hitung sebanyak 4800 ekor, sedangkan rata-rata 1 kg lele terdiri atas 6 ekor ikan lele, sehingga akan dihasilkan hasil perhitungan sebanyak 800 kg lele.

Nah harga lele saat ini di pasaran kurang lebih Rp. 13 ribu/kg. Dapat dilihat jika Anda akan mendapatkan hasil keseluruhan 13 juta rupiah, lalu kemudian dikurangi biaya awal dan produksi 7,4 juta rupiah. Lalu terakhir dapat di hitung keuntungan bersih yang mungkin akan Anda dapatkan yaitu sebesar 5,6 juta rupiah dalam 1 kali panen (2 bulan).

 

Memang lumayan menggiurkan kan perhitungan kisaran biaya ternak lele kolam terpal beserta keuntungannya tentunya bagi Anda? Untuk itu, Anda juga perlu mengetahui beberapa keuntungan yang dirasakan para peternak lele saat menggunakan ide kolam terpal sebagai media tempat tinggal ikan lele. Berikut ini adalah beberapa keuntungan menggunakan kolam lele sebagai media budidaya ikan lele:

1. Menghemat Budget

Modal utama yang dibutuhkan untuk membangun sebuah usaha budidaya ikan lele memang tidak terlalu membuat over budget. Karena peralatan dan bahan permulaan yang disiapkan untuk membangun tidaklah banyak dan riweuh, hanya terpal dan beberapa komponen yang lain.

Kisaran biaya ternak lele kolam terpal juga tergantung akan seberapa besar Anda akan membangun kolam lele terpal Anda. Semakin luas maka biaya ternak lele kolam terpal semakin banyak namun hasil/keuntungan juga semakin banyak dan sebaliknya.

2. Mudah Dalam Pembuatannya

Media kolam terpal untuk lele memang lebih mudah daripada harus membuat kolam lele beton/tembok. Selain itu waktu pengerjaannya juga lebih cepat, jika pembuatan kolam beton/tembok membutuhkan waktu sekitar 7-8 hari dengan bantuan tukang bangunan.

Maka berbeda jika Anda menggunakan media kolam terpal lele, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 2 hari dan tidak perlu membutuhkan banyak orang untuk membantu Anda, tentu saja dalam hal ini dapat mengurangi pengeluaran Anda.

3. Fleksibel

Anda dapat merancang sesuai dengan selera Anda bagaimana bentuk kolam terpal untuk tempat tinggal ikan lele. Anda juga mampu merubah ulang kapan saja, namun yang paling perlu diperhatikan adalah penataan tempat dan pembagian ikan lele dalam satu kolam agar tidak sesak dan membuat ikan lele merasa nyaman sehingga tidak stress yang bisa berakibat kematian ikan lele dalam jumlah yang massive.

4. Lebih Terkontrol

Media kolam terpal untuk ikan lele ternyata usut punya usut dapat memudahkan Anda dalam melakukan pemeliharaan terhadap ikan lele dalam kolam. Anda dapat dengan mudah memberikan vaksin dan vitamin serta pakannya secara rutin.

Dengan cakupan area yang dapat terlihat Anda juga dapat emlihat jika terdapat predator yang mungkin akan menyerang ikan lele. Selain itu ternak ikan lele dengan kolam terpal juga memiliki kelebihan lain yaitu memudahkan Anda dalam mengontrol cuaca, suhu dan juga intensitas air.

5. Mudah Dalam Pembersihan atau Sterilisasi Kolam

Tempat tinggal ikan lele juga harus sesering mungkin Anda bersihkan. Kebersihan kolam terpal juga berpengaruh dalam proses perkembangbiakan ikan lele. Seperti misalnya banyaknya tanah yang masuk ke dalam kolam terpal akibat hujan turun sedangkan permukaan kolam terlalu rendah akan mengakibatkan area kolam kotor.

Ikan lele pun bisa stress dan dapat menghambat pertumbuhan ikan lele. Oleh karena itu, rajin-rajinlah membersihkan area kolam terpal ikan lele. Karena pada akhirnya semua perlakuan yang Anda berikan juga akan berdampak pada produktivitas ikan lele tersebut. Semakin baik perlakuan Anda maka ikan lele akan tetap bertahan hidup hingga masa panen tiba.

Nah di atas adalah sedikit kisaran biaya ternak lele kolam yang mungkin dapat Anda jadikan referensi saat ingin memulai usaha budidaya ikan lele.

Jika memang Anda memiliki modal yang lebih besar, tidak ada salahnya juga untuk membuat kolam terpal yang lebih besar.

Selain itu juga terdapat alasan kenapa sih Anda lebih baik jika menggunakan media terpal sebagai tempat tinggal ikan lele daripada membuat kolam beton/tembok.

Apakah Anda mulai tertarik? Jika iya, maka selamat mencoba dan good luck!

 

Raup Jutaan Rupiah Dari Budidaya Ikan Mas Di Kolam Terpal

Raup Jutaan Rupiah Dari Budidaya Ikan Mas Di Kolam Terpal

Siapa sih yang tidak ingin memulai bisnis kecil namun dapat meraih omset jutaan rupiah tiap bulannya? Apalagi bagi Anda yang ingin memiliki pekerjaan yang tidak sering keluar rumah dan ingin lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Maka pilihan yang mungkin sesuai dengan Anda adalah mencoba usaha budidaya ikan.

Saat ini budidaya ikan tengah menjadi usaha yang mulai banyak di cari dan di bangun oleh sebagian orang. Pasalnya budidaya ikan dapat memberikan keuntungan yang lumayan menjanjikan untuk kedepannya. Nah, saat ini banyak sekali ditemukan budidaya ikan mas dalam kolam beton, kolam biasa dan bahkan budidaya ikan mas di kolam terpal.

Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa Anda harus memulai budidaya ikan dengan jenis ikan mas? Berikut adalah beberapa alasan kenapa Anda harus memulai niat usaha budidaya ikan mas di kolam terpal. Yuk simak!

Besarnya Permintaan Pasar

Ikan dengan nama latin Cyprinus carpio ini memang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga orang-orang sekitar. Ikan memiliki habitat asli di air tawar ini memang memiliki banyak peminat tak hanya lokal namun internasional.

Banyak orang mengkonsumsi ikan mas karena rasanya yang lezat dan kandungan gizi yang dimilikinya seperti protein, kalsium dan fosfor yang lumayan tinggi sehingga menjadikannya sebagai jenis ikan yang banyak di cari untuk dikonsumsi sehari-hari.

Jenis Ikan Pemakan Segala (omnivora)

Salah satu keunggulan ikan mas adalah karena ikan ini merupakan ikan omnivora. Ikan mas dapat memakan segala jenis makanan sehingga tidak akan menyusahkan Anda jika Anda berniat membuka usaha budidaya ikan mas di kolam terpal.

Tentunya hal ini lebih menguntungkan bagi Anda karena akan menghemat budget usaha Anda. Dan tentunya beda lagi dengan ikan jenis karnivora yang membutuhkan pakan pabrik atau olahan daging yang tentunya membuat Anda mengeluarkan lebih banyak budget.

Mudah Dalam Budidayanya

Ikan mas terkenal juga dengan mudahnya perawatan dalam perkembangbiakannya. Tidak membutuhkan perlakuan khusus karena ikan mas dapat hidup dengan baik seperti biasa karena ikan mas merupakan ikan yang memiliki kemampuan adaptasi atau dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan amat baik.

Jenis ikan mas dapat hidup di berbagai jenis kolam seperti kolam beton, kolam tanah biasa maupun kolam terpal sehingga tentunya akan memudahkan Anda dalam memulai usaha budidaya ikan mas di kolam terpal.

Proses Pertumbuhan Relatif Cepat

Alasan inilah yang nantinya akan membuat budidaya ikan mas di kolam terpal Anda akan meraup keuntungan yang banyak. Pasalnya ikan mas merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki tingkat pertumbuhan yang besar mencapai sekitar 25 kg dalam waktu yang relatif sangat cepat.

Selain itu, Anda tak perlu menunggu terlalu lama karena ikan mas dapat mulai dikonsumsi sehingga dapat di panen saat berat ikan mencapai 300-400 gram per ekornya. Biasanya perkembangbiakan ikan mas tidak memerlukan waktu tunggu sampai setahun, pada masa tunggu 6-8 bulan ikan mas sudah dapat di panen.

Memiliki Nilai Jual yang Tinggi

Hal ini dapat Anda jadikan salah satu motivasi bagi Anda untuk memulai usaha budidaya ikan mas di kolam terpal. Tentunya usaha yang Anda lakukan ini bertujuan utama untuk meraih keuntungan sehingga menjadikan penghasilan bagi Anda. Nah kabar gembiranya harga jual ikan mas tergolong tinggi di pasaran sekitar 30-50 ribu rupiah.

Mayoritas orang-orang membeli ikan mas untuk konsumsi sehari-hari karena cita rasa lezat yang dimilikinya dan kandungan gizi yang banyak dan baik untuk kesehatan tubuh manusia.

Namun ternyata ada juga beberapa orang yang membeli ikan mas sebagai ikan hias seperti ikan mas koki dan ikan koi, yang ternyata dalam harga pasarannya memiliki angka yang lumayan fantastis yakni jutaan rupiah per ekornya. Beberapa ikan mas hias yang di cari adalah ikan mas yang memiliki warna indah, cara berenang dan bentuk tubuhnya.

Nah, setelah membahas alasan kenapa Anda harus memilih ikan mas sebagai jenis ikan yang akan Anda budidaya, Anda juga harus tahu beberapa tips dan trik budidaya ikan mas di kolam terpal yang mungkin akan Anda lakoni dalam waktu dekat. Anda penasaran kan? Berikut ini adalah beberapa tips memulai usaha budidaya ikan mas di kolam terpal :

1. Sediakan Lahan

Mulailah mencari lahan untuk memulai budidaya ikan mas. Tidak perlu terlalu merisaukan ketersediaan lahan luas jika lahan yang Anda miliki tidak terlalu luas. Siapkan kira-kira lahan dengan ukuran panjang lahan 10 meter dengan lebar 5 meter.

2. Persiapkan Alat dan Bahan

Hal pertama yang harus Anda perhatikan dengan baik adalah mencatat dan mempersiapkan apa saja yang akan Anda gunakan untuk memulai budidaya ikan mas di kolam terpal. Nah tentu saja persiapan yang krusial adalah membuat tempat tinggal ikan mas.

 

Buatlah kolam terpal dengan bahan yang kuat dan tebal agar tidak mudah bocor. Dan pastikan juga memilih terpal dengan ukuran yang sesuai dengan kolam terpal Anda.

3. Pilih Bibit dan Tabur Bibit yang Sesuai

Sediakan bibit-bibit ikan mas dan pilihlah bibit yang unggul. Anda dapat membeli bibit ikan mas di pasar ataupun melakukan pembibitan dengan cara Anda sendiri. Dalam hal pembibitan, Anda harus benar-benar memilih bibit yang baik yang bertujuan agar saat panen, ikan mas yang akan Anda peroleh juga memiliki kualitas yang baik dan maksimal sehingga harga jual semakin tinggi.

4. Pemberian Makan dan Vaksin yang Tepat

Memang ikan mas menjadi salah satu jenis ikan yang tergolong mudah dalam kembang biaknya karena ikan mas tidak rewel dan dapat memakan segala jenis pakan. Namun tetap saja Anda juga harus memperhatikan pola dan jenis makanannya.

Ikan mas paling menyukai pakan kroto, cacing tanah, cacing sutera, sekam padi dan juga ulat daun pisang. Selain itu sering-seringlah memberikan vaksin untuk ikan mas di budidaya ikan mas di kolam terpal Anda agar tidak rentan terserang penyakit.

5. Atur Suhu dan Kualitas Air

Tips kali ini yang perlu Anda lakukan untuk membuat budidaya ikan mas di kolam terpal yang Anda miliki menghasilkan hasil panen yang maksimal adalah dengan memperhatikan suhu kolam dan derajat keasaman (Ph) air dalam kolam.

Anda perlu melakukan pemeriksaan sesekali terhadap air dalam kolam terpal Anda demi mengetahui apakah terdapat zat berbahaya yang dapat menganggu kelangsungan hidup ikan mas Anda.

Sering-seringlah menguras kolam terpal Anda agar ikan mas dapat hidup dan berkembangbiak dengan tenang. Bersihkan endapan-endapan tanah yang mungkin banyak terdapat di dalam kolam terpal ikan mas.

Nah di atas adalah beberapa alasan kenapa sih Anda harus mencoba budidaya ikan dengan memilih jenis ikan yaitu ikan mas. Selain itu ada juga beberapa tips dan trik agar Anda sukses melakoni usaha budidaya ikan mas di kolam terpal dan meraup keuntungan hingga jutaan rupiah tiap masa panennya.

Jadi tunggu apalagi? Segera bulatkan tekad dan niat Anda, dan mulai lakukan budidaya ikan mas di kolam terpal dalam waktu dekat ini. Selamat mencoba, good luck!

 

Cara Mudah Untuk Budidaya Lele Organik

Cara Mudah Untuk Budidaya Lele Organik

Budidaya ikan lele merupakan salah satu usaha yang bisa dibilang cukup menjanjikan. Penghasilan yang bisa didapatkan dari usaha yang satu ini juga bisa dibilang cukup besar jika Anda bisa mengelolanya dengan baik.

Apalagi, kandungan nutrisi yang ada di dalam ikan lele cukup banyak dan lengkap untuk menjaga kesehatan tubuh dan otak sehingga tak ayal jika banyak orang yang menyukai ikan satu ini.

Apalagi, untuk memelihara ikan lele bisa dibilang gampang-gampang susah. Butuh ketelatenan agar bisa menciptakan kualitas ikan yang unggulan. Budidaya ikan lele organik bisa dibilang sebagai salah satu budidaya yang sedang trend beberapa waktu terakhir ini.

Budidaya lele organik juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Agar bisa menghasilkan kualitas yang baik, Anda harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini.

Persiapkan Sarana Kolam Lele Organik

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk budidaya lele organik yang satu ini ialah dengan menyiapkan kolam terbaik. Pada umumnya, untuk budidaya lele tersebut, orang menggunakan kolam tembok sebagai sarana budidaya. Namun, Anda juga bisa menggunakan kolam terpal yang memiliki harga lebih murah jika harus menggunakan kolam tembok.

Selain itu, kualitas yang dihasilkan dengan menggunakan kolam terpal yang satu ini juga sama. Nah, bagi Anda yang ingin menggunakan kolam terpal perhatikan kedalaman kolam yang akan dibuat.

Pada umumnya, kolam terpal yang biasa digunakan memiliki ukuran 4×6 meter dengan kedalaman 100 cm. Akan tetapi, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan dan jumlah bibit. Apabila bibit sudah besar, Anda bisa membuat kolam dengan ukuran yang lebih besar.

Mengatur Kolam yang Akan Digunakan

Dalam membudidayakan ikan lele organik memang butuh perhatian khusus. Salah satunya yakni dengan menggunakan kompos. Penggunaan pupuk kompos atau popok kandang harus benar-benar matang. Cara penggunaannya hanya dengan ditaburkan saja pada kolam dan tambahkan bakteri penumbuh seperti probiotik.

Nah, untuk bakteri penumbuh probiotik yang satu ini Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di beberapa toko ikan. Jika sudah, tutup kolam ikan tersebut dengan menggunakan terpal plastik untuk proses fermentasi selama kurang lebih I hingga 2 minggu lamanya.

Cek Hasil Fermentasi

Setelah Anda melakukan proses fermentasi, cara selanjutnya yang harus Anda lakukan ialah dengan mengecek hasil fermentasi tersebut. cara untuk mengecek fermentasi juga sangatlah mudah.

Pada saat proses fermentasi, mikroorganisme yang ada di dalamnya akan menghasilkan gas meta, dimana gas ini akan memberikan tanda bahwa proses fermentasi sudah selesai apa belum.

Jika Anda memberikan api pada gas meta tersebut dan kemudian api menyala, maka proses fermentasi belum selesai. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu menambahkan air dengan kedalaman 40cm kemudian biarkan selama 1 minggu.

Selanjutnya tambahkan lagi ketinggian air sebanyak 15cm setiap 2 minggu sekali hingga mencapai 70cm sampai 80cm.

Memilih Bibit Terbaik

Satu hal lagi yang penting dalam budidaya lele organik ialah pemilihan bibit terbaik. Dengan memilih bibit terbaik hal ini sangat berpengaruh sebanyak 50% pada hasil ikan nantinya.

Salah satu bibit lele terbaik yang banyak menghasilkan lele dengan kualitas tinggi adalah lele jenis sangkuriang. Namun, masih ada lagi jenis lele terbaik lainnya yang bisa Anda pilih untuk dibudidayakan.

Pilihlah bibit ikan yang sehat dan lincah tidak ada luka goresan ataupun terkena penyakit. Selain itu, sangat penting juga bagi Anda untuk memilih bibit yang memiliki ukuran sama. Hal tersebut karena sangat berkaitan dengan hasil pakan pada setiap lele.

Penebaran Benih

Jika kolam organik sudah siap dan bibit sudah dibeli, maka langkah selanjutnya yakni penyebaran benih. Untuk menyebarkan benih lele yang satu ini juga tidak boleh sembarangan. Untuk membantu penyesuaian lele dengan kolam baru, biarkan benih lele tersebut keluar sendiri dari wadahnya.

Waktu penebaran benih lele yang satu ini juga tidak boleh sembarangan. Waktu terbaik yakni pukul 19.00 hingga pukul 07.00, hal ini karena pada waktu tersebut sinar matahari tidak terlalu terik.

Gunakan ketinggian air 40cm dan tambahkan air hingga 50cm setiap 10 hari sekali. Lakukan hal tersebut terus menerus hingga mencapai ketinggian 1 meter.

Memberikan Pakan

Dalam budidaya lele organic Anda juga harus memperhatikan pakan lele yang dibutuhkan. Proses yang satu ini juga menjadi salah satu proses yang membedakannya dengan ternak lele pada umumnya. Untuk budidaya lele organik Anda membutuhkan pakan pelet yang sudah dicampur dengan organik serta proniotik yang telah melewati masa fermentasi.

Beri pakan setiap 2 kali sehari pada jam-jam tertentu, yakni pada pukul 6 hingga 7 pagi dan pukul 5 hingga 6 sore hari. Beri pakan organik yang satu ini secara rutin agar lele yang Anda budidayakan bisa tumbuh lebih besar dengan cepat.

Menjaga Kebersihan Kolam Lele

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan agar bisa mendapatkan hasil ikan yang berkualitas tinggi ialah dengan memperhatikan kebersihan kolam. Kotoran ikan yang menumpuk di dasar kolam bisa menjadi racun dan membunuh mikroorganisme baik di dalamnya.

Nah, jika air kolam sudah berubah menjadi merah pekat, maka sudah dipastikan bahwa air di dalam kolam tersebut sudah rusak. Untuk mengatasinya, Anda hanya cukup menambahkan air dan probiotik.

Air sumur serta air yang telah diendapkan adalah salah satu air terbaik yang bisa digunakan. Namun, apabila air yang ada di kolam sudah benar-benar pekat dan keruh, maka wajib bagi Anda untuk mengganti airnya sebanyak 50%. Namun pastikan lele organik yang ada di dalamnya tidak stress.

Panen Ikan Lele Organik

Nah, jika Anda sudah melewati beberapa hal di atas selama budidaya lele organik maka langkah selanjutnya ialah panen lele. Masa panen ikan lele yang satu ini jauh lebih singkat yakni selama 45 hingga 60 hari lamanya. Sangat cepat bukan? Apalagi, proses pembudidayaannya juga sangat mudah.

Lele organik memiliki rasa daging yang lebih gurih pada ikan lele umumnya. Selain itu, banyak sekali keunggulan dari budidaya ikan lele yang satu ini seperti pada pembahasan berikut.

  1. Memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dan kandungan kolesterol yang lebih rendah
  2. Sangat ramah lingkungan
  3. Menghemat biaya pakan
  4. Lebih aman untuk dikonsumsi
  5. Presentasi kematian bisa diminimalisir
  6. Proses panen yang lebih cepat
  7. Memiliki tekstur daging yang jauh lebih halus dan guris
  8. Membantu menghemat biaya budidaya

Sangat menguntungkan bukan? Tentu saja dengan berbagai macam kelebihan yang dimiliki lele organik tersebut banyak orang yang menyukainya untuk dikonsumsi. Jadi tunggu apalagi, segera manfaatkan lahan kosong yang Anda miliki untuk melakukan budidaya ikan lele organik yang satu ini. Selain itu, Anda juga tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk budidaya lele organik.

Bagaimana? Apakah Anda cukup tertarik untuk mencobanya?

 

Cara Tepat Budidaya Kolam Ikan Nila Untuk Mendapatkan Keuntungan Yang Berlipat Ganda

Cara Tepat Budidaya Kolam Ikan Nila Untuk Mendapatkan Keuntungan Yang Berlipat Ganda

Ikan nila merupakan salah satu ikan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi di dalamnya. Tak heran jika ikan nila banyak diminati oleh sebagian besar orang. Di dalam ikan nila terkandung protein, kalori, lemak serta zat besi yang sangat baik untuk perkembangan serta kecerdasan otak.

Selain itu, kandungan lemak serta kalori yang ada di dalam ikan nila tersebut juga lebih sedikit jadi sangat cocok sebagai santapan menu bagi Anda yang sedang menjalankan program diet.

Banyaknya orang yang menyukai ikan nila membuat sebagian orang berusaha untuk membudidayakan ikan yang satu ini. Nah,bagi Anda para pemula, sebelum memutuskan untuk melakukan budidaya ikan nila, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal sebelum membuat kolam ikan nila. Ada apa sajakah itu?

Memilih Lokasi yang Tepat Untuk Budidaya

Pada saat melakukan budidaya, lokasi merupakan salah satu hal penting yang harus Anda pikirkan dengan matang. Nah, untuk medianya sendiri Anda bisa menggunakan kolam beton, kolam tanah ataupun dengan menggunakan aquarium. Atau yang lebih praktis dan efektif lagi Anda bisa menggunakan kolam terpal yang memiliki biaya lebih murah dan perawatan ikan yang lebih mudah.

Untuk menentukan lokasi dari kolam ikan nila tersebut, nampaknya Anda harus memperhatikan beberapa hal seperti di bawah ini:

  • Memilih lokasi yang dekat dengan pengawasan, hal ini bertujuan agar Anda bisa mengawasi kondisi ikan nila dengan mudah.
  • Perhatikan apakah sekitar kolam ikan nila ditumbuhi rumput liar atau pohon besar. Jika demikian, hal tersebut malah akan mengganggu proses budidaya yang Anda lakukan.
  • kolam ikan nila harus memiliki penyinaran yang cukup, tidak terlalu berlebihan atau kurang. Usahakan juga untuk membuat kolam ikan yang jauh dari pemukiman karena beberapa kondisi dapat mengganggu.
  • Lingkungan sekitar kolam harus bersih dan terhindar dari pencemaran atau peternakan ataupun hewan buas.
    Membuat Tempat Budidaya Ikan Nila

Membuat Tempat Budidaya Ikan Nila

Jika Anda sudah menentukan lokasi dari kolam ikan nila yang akan dibuat, maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan ialah dengan membuat media untuk budidaya ikan nila. Cara pembuatannya pun cukup mudah, Anda hanya tinggal memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Langkah pertama, jika lahan yang akan Anda gunakan dipenuhi dengan rumput liar atau bebatuan maka segera bersihkan. Jika sudah benar-benar bersih, langkah selanjutnya yang bisa Anda gunakan ialah dengan menggali tanah sedalam 70cm dengan menggunakan sekop ataupun cangkul kemudian ratakan pada bagian dasarnya.
  • Tata batu pada bagian dasar kolam dengan rata dan sama tinggi agar bisa mempermudah mengecek ketinggian air nantinya.
  • Pasang tanggul pada kolam terpal agar bisa lebih kuat dan tidak mudah rusak. Jika sudah, Anda bisa menaburkan sekam secara merata pada bagian dasar dari kolam ikan nila
  • Pasang terpal, untuk menjaga posisi agar tidak mudah goyah dan bergeser pada saat hujan, Anda bisa memasang beberapa patok pada setiap sisi dari kolam terpal.
  • Perhatikan pula sanitasi air. Memantau kebersihan air kolam setiap waktu memang sangat penting untuk Anda lakukan. Hal ini karena ikan nila cukup berbeda dengan ikan pada umumnya dimana tidak bisa hidup di air yang kotor dan hanya bisa hidup di air yang bersih dan tidak tercemar limbah.

Memilih Bibit Nila Terbaik

Bibit ikan nila terbaik dan berkualitas tinggi tentu saja akan sangat berpengaruh pada mutu ikan yang dihasilkan nantinya.

Memilih bibit ikan yang tidak sakit merupakan salah satu langkah terbaik yang harus Anda lakukan. Sebenarnya, ada 2 cara yang bisa Anda gunakan untuk bisa menghasilkan ikan nila dengan kualitas yang tinggi.

Cara pertama, Anda bisa mendapatkan bibit unggulan dari perkawinan sepasang induk yang berkualitas tinggi.

Cara kedua yang bisa Anda lakukan ialah dengan membeli bibit ikan nila dibeberapa toko yang menjual bibit ikan. Nah, melakukan budidaya dengan bibit ikan juga tidak boleh sembarangan, Anda harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Hal pertama yang harus diperhatikan pada saat membeli bibit ialah dengan memperhatikan ukuran bibit ikan nila tersebut dengan baik. Pada umumnya, bibit ikan nila memiliki panjang 12cm dengan warna belang yang lebih jelas.
  • Sebelum Anda membeli bibit ikan nila, pastikan bahwa Anda membeli bibit ikan nila dengan warna yang sama dengan berat masing-masing dari bibit kurang lebih 30gram.
  • Pilihlah bibit ikan nila yang lincah serta tidak cacat.

Menyebarkan Bibit Ikan Nila

 

Setelah semuanya siap, maka langkah berikutnya yang harus Anda lakukan ialah dengan menyebarkan bibit ikan nila. Nah, sebelum Anda menebarkan bibit ikan nila ke dalam kolam, alangkah baiknya jika bibit ikan nila tersebut dikarantina terlebih dahulu.

Jika sudah layak untuk dibudidayakan, baru Anda bisa membudidayakan ikan nila tersebut di kolam yang sudah disediakan. Beberapa poin di bawah ini merupakan cara yang tepat untuk budidaya ikan nila:

  • Siapkan wadah atau ember yang bersih. Tambahkan air bersih sebanyak setengah ember lalu masukkan bibit ikan kedalamnya selama kurang lebih 10 menit.
  • Apabila sudah lewat 10 menit, Anda bisa menambahkan air kolam dan membiarkannya selama 5 menit. Hal ini bertujuan agar ikan tidak mudah stress saat dibudidaya nantinya.
  • Setelah itu, Anda baru bisa menebarkan ke dalam kolam dengan sangat hati-hati
  • Untuk penebaran bibit kolam tergantung pada luasnya kolam yang Anda buat, namun pada umumnya Anda bisa memasukkan maksimal 100 bibit ikan nila pada setiap kolamnya.

Lakukan Perawatan dan Panen Ikan Dengan Cara yang Benar

Melakukan perawatan ikan nila bisa dibilang gampang-gampang susah. Agar bisa mendapatkan kualitas ikan yang terbaik, Anda juga harus memperhatikan nutrisi pakan dan kebersihan lingkungan itu sendiri.

Yang mana, kedua faktor ini sangat penting dalam budidaya ikan nila. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah rinciannya untuk Anda:

  • Pada saat melakukan perawatan ikan nila, maka Anda diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dari ikan nila itu sendiri. Dimana dalam pemberian pakan, sekurang-kurangnya Anda memberikan pakan minimal 2 kali sehari atau bisa lebih baik 3 kali sehari namun jangan terlalu banyak.
  • Beri makan pelet ikan yang mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin serta mineral yang lengkap.
  • Sebagai makanan tambahan, Anda bisa menambahkan siput sawah atau sayuran hijau yang telah dicincang.
  • Ikan nila baru bisa dipanen jika sudah berusia 6 bulan atau sudah memiliki berat 500 gram.

Sortir dengan baik ikan nila pada saat dipanen. Pilih mana yang akan dijual ke pasar dan dikonsumsi sendiri.
Sangat gampang bukan cara budidaya kolam ikan nila yang satu ini? Nah, jika Anda melakukannya dengan benar Anda bisa mendapatkan ikan nila dengan kualitas yang super, bagaimana? Apakah Anda mulai tertarik untuk mencobanya?

 

Usaha Ternak Lele Dapatkan Omset Ratusan Juta Rupiah

Usaha Ternak Lele Dapatkan Omset Ratusan Juta Rupiah

Banyak sekali cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan usaha di rumah. Salah satunya dengan melakukan budidaya ikan lele.

Bahkan, budidaya ikan lele bisa dikatakan sebagai salah satu bisnis yang menguntungkan karena omset yang bisa Anda dapatkan lumayan banyak jika Anda dapat melakukan budidaya dengan telaten.

Apalagi, nilai gizi yang tinggi yang ada di dalam ikan lele juga sangat baik untuk tubuh dan perkembangan otak. Tak heran, jika kebutuhan ikan lele di pasaran terus meningkat.

Hal ini membuka peluang bagi beberapa orang untuk melakukan usaha ternak lele yang satu ini. Bagi Anda yang baru akan memulai usaha yang satu ini, nampaknya harus memperhatikan beberapa hal penting berikut.

Memakai Kolam Terpal Sebagai Media Budidaya

Kolam terpal sedang menjadi trend budidaya ikan lele. Hal ini karena kolam terpal itu sendiri memiliki banyak sekali kelebihan dan tidak menurunkan kualitas ikan lele yang dibudidayakan.

  • Kolam terpa lebih mudah cara pembuatannya
  • Dengan menggunakan kolam terpal terbebas dari kontaminasi tanah dan menjadikan ikan lebih bersih
  • Lebih mudah untuk mengatur volume serta ketinggian air kolam
  • Biaya yang harus Anda keluarkan untuk membuat kolam terpal yang satu ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan kolam semen.

Memilih Bibit yang Unggul dan Terbaik

Agar bisa mendapatkan kualitas ikan lele terbaik, sangat penting bagi Anda untuk memilih bibit yang unggul. Bibit yang unggul ialah bibit yang memiliki ukuran sama rata, lebih agresif, gesit dan memiliki warna yang lebih terang.

Jadi, pada saat pembelian bibit untuk usaha ternak lele yang satu ini Anda harus benar-benar jeli dalam memilihnya.

Pemilihan bibit dengan ukuran yang tidak sama juga akan berpengaruh pada porsi makan dimana lele yang lebih besar akan makan lebih banyak dan membuatnya lebih cepat besar.

Sedangkan lele dengan ukuran yang lebih kecil justru akan kalah karena tidak mendapatkan porsi makan yang cukup.

Menjaga Kualitas Air

 

Langkah selanjutnya yakni dengan menjaga kualitas air yang ada di kolam untuk ikan lele. Ikan lele yang satu ini bisa dibilang cukup unik karena tidak bisa hidup di air yang bersih. Dimana kondisi air untuk ikan lele tersebut haruslah berwarna pekat namun bukan berarti menggunakan air yang jorok.

Warna air yang bagus untuk budidaya ikan lele adalah warna hijau. Warna yang satu ini memiliki arti bahwa lele sedang berkembang, namun jika warna kolam sudah berubah menjadi kemerahan, itu tandanya lele sudah siap untuk dipanen.

Pada saat usaha ternak lele Anda bisa menggunakan tanaman eceng gondok atau talas untuk memperkeruh bagian dalam kolam. Hal ini tentu sangat baik bagi lele karena ikan tersebut bernapas dengan menggunakan labirin. Selain itu, tanaman seperti eceng gondok dan talas juga sangat baik untuk mengikat racun yang ada di dalam kolam sehingga membuat lele tetap sehat.

Mengatur Ketinggian Air Di Kolam

Mengatur ketinggian air merupakan salah satu hal terpenting dalam usaha ternak lele yang satu ini. Dengan mengatur ketinggian kolam tersebut, hal ini juga sangat membantu dalam pertumbuhan ikan nantinya.

Pastikan Anda memantau ketinggian air. Hal ini karena air akan terus berkurang karena terjadi penguapan oleh sinar matahari.

Tinggi air yang baik yang bisa Anda gunakan untuk usaha ternak lele adalah ketinggian air 20 cm pada bulan pertama, pada bulan kedua ketinggian air mencapai 40cm dan pada bulan ketiga ketinggian air mencapai 80cm.

Usahakan jangan sampai ketinggian air hampir sama dengan ketinggian kolam. Hal ini akan membuat lele menjadi lebih mudah untuk melompat dan banjir pada saat turun hujan.

Beri Pakan Ikan Lele Terbaik

Langkah selanjutnya yang tidak bisa Anda lupakan ialah dengan memberikan pakan ikan lele terbaik. Dengan memberikan pakan ikan lele yang mengandung nilai gizi dan nutrisi yang tinggi hal tersebut akan sangat membantu untuk menghasilkan lele dengan kualitas terbaiknya.

Pakan ikan lele terbaik adalha pelet atau sentrat ikan. Pemberian pakan pada ikan lele yang satu ini juga harus dilakukan secara rutin yakni 3 hingga 4 kali dalam sehari yakni pada pagi, siang dan malam hari.

Namun, pakan ikan pelet yang satu ini bisa dibilang memiliki harga yang cukup mahal di pasaran. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa memanfaatkan ikan kecil, kroto (anakan kerangkang, cacing atau ayam mati dari unggas.

Beberapa pakan tersebut bisa dikatakan sebagai pakan alami yang memiliki kandungan gizi tinggi dan sangat baik bagi tumbuh kembang ikan lele.

Beri Makanan Tambahan

Beri Makanan Tambahan

Yang dimaksud makanan tambahan disini adalah Anda bisa menambahkan vitamin agar lele bisa tumbuh lebih sehat. Namun, pada saat memberikan makanan tambahan ikan lele yang satu ini jangan terlalu banyak agar kesehatan tetap terjaga.

Panen Ikan Lele

Jika Anda sudah melewati beberapa langkah di atas, maka langkah yang terakhir dalam usaha ternak lele adalah saatnya panen. Masa panen ikan lele bisa dibilang cepat yakni sekitar 90 hari lamanya.

Pada saat panen, pilihlah lele yang sudah siap jual. Jika masih ada yang kecil, maka kembalikan lagi ke kolam untuk dibudidayakan kembali.

Setiap 1 kilogramnya berisi 4 hingga 7 ekor lele. Anda bisa menjualnya di pasaran sesuai dengan harga pasar.

Nah, bagi Anda yang menginginkan hasil panen terbaik, maka lele jenis sangkuriang merupakan salah satu lele dengan kualitas tinggi dan merupakan bibit unggul yang bisa menghasilkan lele dengan ukuran dan kualitas yang sangat baik.

Sangat mudah bukan terutama bagi Anda yang seorang pemula untuk memulai usaha ternak lele yang satu ini? Tentu saja, jika dilakukan dengan ulet, makan sangat memungkinkan bagi Anda untuk bisa mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah dan omset yang fantastis.

Salah satu kunci sukses dari pengusaha ikan lele yang satu ini adalah tekun dan bekerja keras. Jadi, agar bisa menghasilkan lele dengan kualitas super, kerja keras Anda juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam budidaya tersebut.

Untuk memasarkannya, Anda tidak harus menjualnya di pasar atau tetangga saja, akan tetapi Anda bisa memasok ke warung penyetan dan lalapan.

Bahkan, jika Anda memiliki relasi yang baik dengan pihak restoran yang menyediakan menu lele, Anda bisa menyetoknya dengan mudah dan mendapatkan banyak sekali keuntungan.

Untuk memulai usaha ternak lele yang satu ini tidak perlu langsung besar, dimana Anda bisa memulainya dengan modal kecil dan jumlah bibit yang tidak terlalu banyak.

Namun, jika Anda cukup ulet dan telaten, Anda bisa mengembangkan usaha ternak lele yang satu ini menjadi lebih besar. Bahkan, untuk memulai usaha yang satu ini tidak pandang usia, siapa saja boleh menjalankan usaha ternak lele yang mneguntungkan satu ini.

 

Harga Terpal Kolam Yang Murah Sangat Tepat Bagi Anda yang Memiliki Modal Kecil

Harga Terpal Kolam Yang Murah Sangat Tepat Bagi Anda yang Memiliki Modal Kecil

Budidaya ikan merupakan salah satu bisnis yang digeluti oleh sebagian besar orang. Budidaya yang satu ini bisa dikatakan sebagai salah satu budidaya yang bisa mendatangkan banyak keuntungan.

Selain itu, untuk melakukan budidaya ikan yang satu ini Anda tidak harus menggunakan kolam permanen sebagai sarana budidaya ikan tersebut.

Hal ini karena Anda bisa menggunakan berbagai macam media untuk membudidayakan ikan.

Salah satunya yakni menggunakan terpal. Ya, dengan menggunakan terpal sebagai sarana budidaya ikan, Anda bisa menghemat tempat serta biaya sarana dan prasarana dari budidaya ikan itu sendiri. Selain itu, dengan menggunakan terpal sebagai kolam ikan hal ini tidak akan menurunkan kualitas dari ikan itu sendiri.

Ditambah lagi, harga terpal kolam yang bisa Anda dapatkan di pasaran juga jauh lebih murah. Jadi, hal ini merupakan salah satu solusi bagi Anda yang ingin berbisnis dengan modal kecil namun bisa mendapatkan banyak keuntungan. Akan tetapi, untuk menggunakan terpal sebagai kolam ikan juga tidak boleh sembarangan.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar budidaya ikan yang Anda lakukan bisa menghasilkan kualitas yang tinggi, yaitu sebagai berikut.

Bersihkan Kolam Terpal Terlebih Dahulu

Berbeda dengan kolam permanen yang dibuat dari semen atau sebagainya, kolam terpal yang satu ini harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Bersihkan kolam terpal tersebut dengan menggunakan air bersih tanpa harus menggunakan sabun.

Hal tersebut bertujuan agar berbagai macam kimia dan bau lem yang menempel dapat hilang. Jika tidak dibersihkan, hal tersebut dapat meracuni ikan.

Bersihkan kolam terpal hingga bersih, kemudian jemur di bawah sinar matahari selama 1 hari.

Selain memiliki harga terpal kolam yang lebih murah ketimbang kolam tembok, ternyata untuk waktu pengeringannya juga jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan kolam tembok. Sangat menguntungkan bukan?

Lokasi Harus Terkena Sinar Matahari


Langkah selanjutnya yang harus Anda perhatikan dalam budidaya ikan yang satu ini adalah dengan memperhatikan lokasi budidaya. Dalam menggunakan kolam terpal sebagai sarana budidaya, Anda harus meletakkannya di tempat yang bisa terkena sinar matahari secara langsung.

Hal ini bertujuan untuk menghindari tumbuhnya bakteri di dalam kolam terpal yang bisa menularkan penyakit pada ikan. Selain itu, Anda juga harus mendekatkannya dengan sumber air yang bersih serta tidak tercemar.

Perhatikan Kedalaman Kolam Ikan


Memperhatikan kedalaman kolam terpal juga sangat penting. Dimana setiap jenis ikan yang Anda budidaya juga memiliki kedalaman kolam yang berbeda-beda. Contohnya, jika Anda ternak ikan lele, maka kedalaman terpal yang harus Anda gunakan yaitu sekitar 1 hingga 1,5cm. Sedangkan jika Anda ternak ikan nila Anda bisa menggunakan kedalaman kolam 80 hingga 120cm.

Namun, Anda juga bisa menyesuaikan kedalaman kolam tergantung kepadatan benih yang Anda tebar. Tentu saja, hal ini sangat penting untuk diperhatikan untuk menghindari kegagalan panen karena banyak ikan yang mati.

Pilih Pakan Ikan yang Berkualitas

Budidaya ikan di kolam terpal juga sama dengan budidaya di kolam tembok. Dimana untuk pakan ikan yang diberikan juga harus memiliki kualitas yang tinggi. Anda harus benar-benar jeli dalam memilih pakan ikan agar bisa menghasilkan kualitas ikan yang bermutu tinggi. Jangan terlalu sering untuk memberikan pakan ikan, Anda cukup memberikannnya pada pagi dan malam hari saat suhu air stabil.

Kebutuhan Pakan Setiap Ikan Berbeda


Pada umumnya, ikan air tawar membutuhkan pakan pelet untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya. Namun, kebutuhan pakan pelet tersebut juga berbeda-beda. Dimana jika Anda membudidayakan ikan lele, Anda membutuhkan pakan pelet yang mengandung 15% lemak dan 20% karbohidrat.

Sedangkan jika Anda membudidayakn ikan nila, makan pakan pelet yang Anda butuhkan harus mengandung 20% hingga 30% protein di dalamnya.

Buat Saluran Pembuangan

Selain memiliki harga terpal kolam yang lebih murah dan cara budidaya yang mudah, Anda juga jangan sampai melupakan saluran pembuangan airnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan air agar terus terjaga.\ Dengan menjaga kebersihan air, hal tersebut bertujuan agar ikan bisa lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Bagaimana? Cukup mudah bukan beberapa hal yang harus Anda lakukan jika ingin melakukan budidaya dengan menggunakan terpal kolam yang satu ini? Supaya Anda bisa terhindar dari berbagai masalah saat melakukan budidaya dengan menggunakan kolam terpal, terlebih dahulu Anda harus memperhatikan kualitas dari terpal tersebut.

Pilihlah terpal yang tebal dan kuat agar tidak mudah sobek atau bocor saat digunakan sebagai sarana budidaya. Jangan mudah tergiur dengan harga terpal kolam yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga terpal pada umumnya, hal tersebut karena biasanya kualitas dari terpal juga tidak bagus.

Jadi, agar bisa menghasilkan kualitas ikan yang lebih baik, Anda perlu mengeluarkan dana sedikit lebih banyak untuk membeli terpal.

Setelah membahas beberapa hal penting saat melakukan budidaya ikan dengan menggunakan kolam terpal, akan dijelaskan juga bagaimana cara membuat saluran pembuangan yang baik untuk kolam terpal seperti yang telah dijelaskan pada poin terakhir. Lalu, bagaimana cara pembuatan saluran pembuangan yang satu ini? Berikut pembahasannya untuk Anda.

Bahan yang dibutuhkan:

  • Pipa paralon
  • Gunting
  • Lakban tebal
  • Sambungan L 1,5”
  • 2 buah karet ban dari kendaraan roda dua

Cara pembuatan:

  1. Langkah pertama yang harus Anda lakukan yakni dengan merekatkan lakban yang tebal pada bagian permukaan dalam serta permukaan luar terpal yang akan dibuat saluran pembuangan air.
  2. Kemudian, belah lakban tebal tersebut sesuai dengan ukuran paralon menggunakan gunting. Jangan belah semua bagian dari lakban tersebut.
  3. Langkah selanjutnya yakni pasang sambungan L dari dalam permukaan terpal. Hal ini dimaksudkan agar permukaan bisa rata dengan sambungan L tersebut.
  4. Langkah terakhir, ikat secara kuat bagian luar sambungan L dengan terpal menggunakan karet ban sepeda motor. Setelah itu, periksa kembali apakah ada celah yang bisa memicu kebocoran.

Nah, cukup mudah bukan untuk membuat saluran pembuangan air yang satu ini? Dengan begitu, Anda bisa jadi lebih mudah untuk merawat dan menjaga kebersihan air. Isi kembali kolam terpal dengan menggunakan air bersih setelah dilakukan pembuangan.

Tentunya, banyak sekali keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari budidaya ikan dengan menggunakan kolam terpal. Anda bisa memanfaatkan lahan yang kosong untuk meraup keuntungan dari budidaya ikan yang satu ini.

Selain itu, harga terpal kolam yang jauh lebih murah jika Anda harus menggunakan kolam tembok juga memberikan banyak sekali keuntungan terutama bagi Anda yang memiliki modal kecil.

Namun, Anda juga tidak boleh tergiur dengan harga terpal kolam yang jauh lebih murah, karena bisa jadi kualitas terpal juga renda sehingga bisa mengakibatkan kebocoran kolam. Pastikan juga bahwa Anda membudidayakan ikan dengan baik dan benar agar bisa menghasilkan ikan dengan kualitas yang tinggi.