Cara Pemijahan Ikan Koi – Budidaya Ikan

Ikan koi dan ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan jenis ikan air tawar yang mempunyai hubungan kekerabatan yang sangat dekat karena berasal dari family, genus dan spesies yang sama namun berbeda ras. Oleh sebab itu, di Indonesia banyak orang yang juga menyebutnya dengan ikan mas koi.

Sudah tidak asing lagi bahwa bagi penggemarnya, ikan koi ini menjadi jenis ikan hias yang dipelihara sebagai hobi. Karena bentuknya yang indah dan cantik, maka ikan koi banyak dipelihara sebagai hiasan untuk keindahkan hingga dijadikan ajang kontes.

Disisi lain, menurut kepercayaan orang bahwa dengan memelihara ikan koi di rumah maka akan dapat membberikan keberuntungan hidup bagi pemiliknya.

Hal yang perlu diketahui oleh pemula bahwa Ikan koi termasuk ke dalam binatang yang berdarah dingin. Ini berarti, temperatur tubuhnya sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh temperature air.

Ikan koi hidup di air tawar dengan iklim sedang yaitu pada suhu berkisar 8-30℃. Ikan koi tidak tahan jika mengalami penurunan suhu yang drastic dan tiba-tiba, misalnya penurunan suhu air hingga 5℃ akan dapat menyebabkan ikan koi menjadi stress.

Jenis-Jenis Ikan Mas Koi

  1. Kohaku, ikan koi berwarna putih dengan bercak merah dibadanya.
  2. Taisho-Sanke, ikan koi mempunyai warna badan putih dengan bercak merak pada bagian badannya.
  3. Show-sanke, ikan koi yang berwarna hitam dengan bercak putih dan merah didadannya.
  4. Utsurimono, ikan koi yang mempunyai warna hitam dengan bercak berwana putih berbentuk kerucut di bagian badanya.
  5. Bekko, ikan koi yang mempunyai putih, merah dan kuning.
  6. Asagi, ikan koi yang mempunyai badan berwarna biru atau kuning kebiruan.
  7. Shusui, ikan koi yang mempunyai sisik besar-besar, kulitnya lembut danmempunyai tanda merah ditubuhnya.
  8. Goromo, ikan koi yang mempunyai warna hitam yang bercampur ke setiap skala merah.
  9. Kawarimono, ikan koi yang mempunyai warna hitam,kuning, hitam putih danhijau.
  10. Ogon, ikan koi yang badannya berwarna keemasan (golden) 
  11. Hikarimono, ikan koi mempunyai warna emas dan perak dengan kepala jernih
  12. Kinginrin, ikan koi yang mempunyai tanda perak dibadannya.
  13. Tancho, ikan koi yang mempunyai warna putih dengan tanda merah hanya pada bagian kepalanya.

Di kalangan para penggemar ikan koi dikenal juga berbagai jenis ikan koi lainnya yang namanya didasarkan pada keindahan warna yang dimiliki ikan koi. Yakni seperti Goshiki, Hariwake, Matsuba, Shiro Utsuri, Hi Utsuri, Ki Utsuri, Koi Slayer, Chagoi, Ochiba Shigure, Kumonryu, Soragoi, Kikokuryu.

Pakan Ikan Koi dan Kebiasaan Makan

Ikan koi termasuk dalam golongan ikan omnivora atau pemakan segalanya. Lalu apa sebenarnya makanan ikan koi?. Jadi begini. Saat masih kecil, ikan koi akan menyantap udang-udangan renik serta dapnia. Setelah dewasa, ikan koi mulai memakan jentik nyamuk, serangga air, dan juga lumut.

Kualitas Air yang Bagus untuk Budidaya Ikan Koi

Kualitas air merupakan salah satu syarat kunci keberhasilan dalam budidaya ikan. Berikut ini adalah beberapa parameter kualitas air perlu diperhatikan:

1. Suhu Air

Ikan koi dapat hidup pada pada air dengan suhu berkisar 8-30℃. Namun demikian, pada suhu yang terlalu ekstrim kecenderungan ikan akan berhenti makan dan system kekebalan tubuhnya akan hilang.

Suhu air yang ideal untuk ikan koi adalah 15-25℃.

2. Derajat keasaman (pH)

Kadar pH yang ideal untuk ikan koi agar tumbuh sehat yaitu berkisar 6,5-8,5. pH air pada pagi hari cenderung rendah, sedangkan pH air pada siang hari cenderung lebih stabil.

3. Kadar Oksigen (O2)

Kandungan oksigen yang baik untuk ikan koi berkisar 5-7 ppm. Pada kondisi ini ikan koi akan merasa cukup mendapatkan oksigen sehingga koi dapat bergerak santai, tidak gelisah dan responsive terhadapa pakan.

4. Amoniak

Konsentrasi amoniak dapat terjadi karena pengeluaran hasil metabolism, proses dekomposisi dari sisa pakan atau plankton yang mati. Konsentrasi amoniak dibawah 0,002 ppm relative aman untuk ikan koi. Namun, jika diatas angka tersebut akan dapat menyebabkan timbulnya keracunan pada ikan.

Proses Pemijahan Ikan Koi

Pemijahan adalah adalah proses mempertemukan sel telur dan sperma yang umumnya terjadi secara eksternal. Keberhasilan pemijahan sangat tergantung dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

Secara umum, ada dua teknik pemijahan yang sering dilakukan yakni:

  1. Pemijahan alami, merupakan pemijahan ikan yang terjadi secara alami tanpa adanya pemberian rangsangan hormonal maupun perlakuan lainnya.
  2. Pemijahan buatan, merupakan pemijahan yang dilakukan dengan cara pemberian rangsangan hormonal untuk mempercepat proses reproduksi, baik dari indukikan jantan untuk menghasilakan sperma maupun indukan betina untuk menghasilkan sel telur.

1. Pesiapan Kolam Pemijahan Ikan Koi

Siapkan kolam untuk pemijahan ikan koi berukuran kisaran 4×6 meter. Lakukan pencucian kolam dan pengeringan selama 2 hari. Setelah itu baru kemudian dilanjutkan dengan pengisian air ke kolam pemijahan dengan ketinggian 100 cm.

Isi dengan air yang selalu mengalir untuk merangsang pasangan koi yang akan dipijah. Di pintu pemasukannya dipasang saringan untuk mencegah telur yang mungkin hanyut.

Sifat dari telur ikan adalah adesif atau menempel. Maka, sediakan penempel telur yang memadai agar telur koi bisa selamat.

Media untuk telur harus mengapung, bisa menggunakan ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku. Media yang baik terbuat dari ijuk yang panjang dan rata, panjangnya berkisar 120cm x 40cm.

Jumlah media tempel telur ini disesuaikan dengan seberapa besar induk betina, biasanya 4-6 buah untuk setiap 1 kg induk betina.

2. Pemilihan Induk Ikan Koi

Gambar: Cara Memilih induk ikan koi

Pemilihan induk ikan koi harus dilakukan dengan cermat dan teliti untuk mendapatkan induk yang baik dan sehat. Memilih indukan ikan koi yang baik bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Umur indukan ikan berkisar antara 2 tahun bagi betina dengan berat 2kg/ ekor. Sedangkan induk ikan koi jantan berumur 1 tahun dengan berat 1 kg/ ekor.
  2. Bentuk badan keselurahan mulai mulut sampai sirip ekor harus mulus, sehat, sirip tidak rusak, garis sisik linear literalis posisinya sama.
  3. Bagian kepala induk ikan koi relative lebih kecil dari pada bagian badannya.
  4. Sisik induk ikan koi lebih tersusun secara teratur
  5. Pangkal ekor ikan koi yang besar dan kuat, tidak melengkung

3. Perbedaan Ikan Koi Jantan dan Betina

Sebelum memulai pemilihan induk ikan koi, tentu harus tau dulu cara membedakan ikan koi jantan dan betina bagaiman, dan juga ciri ciri ikan koi jantan dan betina bagaimana.

Nah, agat tidak salah dalam menentukan induk jantan dengan induk betina. Ada berapa perbedaan antara ikan koi jantan dengan ikan koi betina. Apa saja itu, yuk dilihat perbedaanya pada table berikut ini.

NoCiri CiriJantanBetina
1TubuhRampingGendut
2PerutMengecilMembesar
3AnusMenonjolCengkung ke dalam
4InsangTutup insang kasarTutup insang halus 
5Bagian perut ke anusBila dipijit akan mengeluarkan seperti susuBila dipijit akan mengeluarkan cairan bening kekuningan
6Geraka berenangGesitLambat
7PertumbuhanLebih cepatLambat

4. Pemijahan Ikan Koi

Setelah dilakukan pemilihan indukan betina, maka proses berikutnya adalah memasukkannya ke dalam kolam pemijahan yang sudah dipersiapkan.

Masukkan induk ikan koi sekitar pukul 16-00. Masukan indukan betina dulu kedalam kolam agar melakukan adaptasi yang cukup sehingga induk betina tidak stress. Setelah 2 hingga 3 jam, susul masukkan induk jantan ke kolam pemijahan dengan perbandingan 1 induk betina berbanding 3-4 ekor induk jantan.

Pemijahan biasanya terjadi pada tengah malam hari, induk betina akan berenang mengelilingi kolam dengan diikuti induk jantan di belakang. Sperma yang dihasilkan oleh induk jantan akan membuahi sel telur yang menempel pada media telur dari ijuk.

Setelah media telur dari ijuk dipenuhi dengan telur ikan koi, maka langkah selanjutnya adalah bersiap untuk melakukan pemindahan telur untuk penetasan.

Foto telur ikan koi dan Bibit ikan koi

5. Penetasan Telur Ikan Koi

Penetasan telur ikan koi dapat dilakukan dengan membiarkan media telur yang telah ditempelin telur tetap pada kolam pemijahan dan memindahkan induk dari kolam pemijahan. Jadi telur akan menetas di kolam pemijahan tersebut. Atau dapat juga dilakukan dengan memindahkan media telur ikan koi ke kolam khusus untuk penetasan telur.

Namun, cara penetasan telur yang pertama dengan membiarkan telur menetas pada kolam pemijahan tentu menjadi pilihan yang lebih praktis karena menghemat lahan.

Untuk penetasan, jangan biarkan telur kontak langsung dengan udara. Jadi harus dipastikan media tempel telur terendam dalam air.

Agar telur ikan koi dapat menetas dengan baik, maka sebaiknya atur suhu air tetap stabil. Suhu yang normal dalam penetasan telur ikan koi yakni antara 27-30℃.

Jika suhu terlalu dingin maka penetasan telur ikan koi akan berlangsung lama. Sedangkan jika suhu terlalu tinggi maka kemungkinan telur-telur akan membusuk dan tidak dapat menetas.

Setelah 28-29jam, telur yang terbuahi akan berubah warna menjadi kuning dan akan mulai terlihat bintik mata dari telur tersebut. Kemudian setelah 48-72jam telur akan menetas dan larva akan terlihat bergerombol disekitar media tempel telur dan pinggiran kolam.

Sampai pada tahap ini kolam air perlu ditingkatkan kandungan oksigennya di dalam air. Dapat dilakukan dengan penambahan aerasi agar penetasan telur lebih berlangsung dengan baik.

Pemeliharaan larva/ Bibit Ikan Koi

Bibit koi hasil penetasan masih riskan karena masih berada pada kondisi peralihan. Oleh karena itu dibutuhkan pemeliharaan yang baik. Pemberian pakan yang tepat mulai dari ukuran, komposisi, jumlah, dan kualitas akan sangat mempengaruhi kesehatan, perkembangan dan mengurangi resiko kematian bibit koi. Rotifer menjadi pilihan pakan awal yang baik bagi larva ikan koi.

1. Kolam Pembesaran Ikan Koi

Benih ikan koi yang sudah berenang bebas harus dipindahkan kekolam khusus pembesaran. Simak poin poin berikut ini untuk cara mempersiapkan kolam pembesaran ikan koi.

  1. Kolam pembesaran ini harus dipersiapkan seminggu sebelum pemijahan, hal ini dilakukan agar kolam pembesaran telah ditumbuhi pakan alami saat benih dimasukkan.
  2. Kolam dikeringkan selama dua hari di bawah terik matahari dan disemprot dengan pestisida untuk membutnuh binatang yang tidak diperlukan. Pestisida yang dipakai adalah Dipherex atau Nogos dengan dosis 0,5-1,0 ppm.
  3. Kolam dipupuk dengan kotoran ayam dan jerami agar dapat tumbuh pakan alami berupa binatang renik.
  4. Volume kotoran ayam 1,5 kg/m2, sedangkan jerami ditindih dengan batu dan diletakkan di sudut-sudut kolam.
  5. Pintu pemasukan air ke kolam harus diberi saringan.

Dalam beberapa hari, air di dalam kolam yang terkena jerami akan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Beberapa hari kemudian akan jernih kembali, jika pemberian kotoran ayam dan jerami dilakukan dengan tepat makan akan mulai tumbuh infusoria dan fitoplankton.

Pada saat ini benih-benih koi sudah dapat dimasukkan setelah kurang lebih sepuluh hari dan daphnia akan tumbuh.

Jika teknik pembuatan kolam untuk pakan alami tersebut gagal. Maka pemberian pakan bisa dilakukan dengan pakan buatan.

2. Pemberian Pakan

Pakan bagi makhluk hidup merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting sebagai sumber energy untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembang biakannya.

Benih ikan koi perlu diberikan pakan yang baik dan tepat. Ada dua teknik pemberian pakan yakni pakan alami dan pakan buatan.

Pakan alami atau pakan hidup misalnya cacing darah, cacing tanah, daphnia, cacing tubifex cocok diberikan pada benih koi (hingga bobot 50 g/ekor) karena lebih mudah dicerna oleh benih sesuai dengan kondisi sistem pencernaan, selain itu koi juga dapat memakan phitoplankton dalam kolam. Pakan alami sudah tersedia jika kolam pembesaran dengan pakan alami yang telah dibuat seperti di atas berhasil dibuat.

Sedangkan pakan ikan koi buatan yakni seperti kuning telur yang telah direbus, susu bubuk untuk anak sapi, tepung udang, ataupun pakan tepung khusus untuk ikan koi.

Jumlah pakan diberikan berdasarkan jumlah ikan (bobot biomassa) dalamkolam dengan kisaran kebutuhan 3-5% perhari, dengan frekuensi pemberian 2-3kali perhari hal ini juga disesuaikan dengan kondisi ikan dan media air pemeliharaannya.

Penutup

Ada sebuah penelitian menyebutkan bahwa Ikan Koi yang dibudidaya pada kolam lumpur ternyata memiliki kualitas warna yang lebih bagus dibandingkan dengan yang dipelihara pada kolam tembok.

Ternyata hal tersebut karena ikan koi yang dipelihara dalam kolam lumpur banyak menyantap ganggang ataupun makanan alami lainnya yang memang tumbuh di lumpur.

Makanan ikan koi alami berupa ganggang yang dimakan koi tersebut mengandung banyak zat karoten. Oleh karena itu, jika Anda ingin memiliki hasil budidaya ikan koi menjadi lebih cantik, bagus dan sehat. Berikan pakan yang memiliki sumber karoten yang tinggi seperti “krill”, paprika, dan daun marigold, semuanya dapat anda campurkan dalam makanannya. Saat ini sudah banyak makanan sumber karoten yang tersedia dalam bentuk extract, sehingga mudah jika dicampurkan dengan pellet atau roti.

One comment

  1. aku selalu gemes sama mulut ikan koi yang membuka gitu pengen ahahah

    iya ganggang di lumpur katanya bisa membuat warna ikan jadi lebih menarik
    tapi kayaknya warna ikan koi selalu menarik kok
    sayang aku gapunya kolam

Leave a Reply