Cara Budidaya Ikan Gurame yang Efektif

Budidaya ikan gurame merupakan salah satu jenis usaha budidaya yang cukup populer di Indonesia. Melalui budidaya yang satu ini bisa menjadi salah satu aspek bisnis yang sangat menarik karena mengingat harga jualnya yang relatif tinggi dan juga stabil jika dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar lainnya.

Jika dibandingkan dengan jenis usaha budidaya yang lainnya, bisnis budidaya ikan gurame juga menjadi pilihan yang tepat untuk daya saing bisnis karena spesies ikan gurame di Indonesia begitu banyak. Selain itu, habitat yang cukup banyak dan sesuai untuk ikan gurame seperti di rawa, danau, waduk, dan juga situ menjadikan cocok untuk dibudidayakan. Dan alasan yang paling utama biasanya adalah karena harga ikan gurame yang sangat menggiurkan untuk dijadikan bisnis.

Kita bisa memilih sesuai dengan keinginan dan budget yang dimiliki untuk melakukan budidaya ikan gurame di kolam terpal ataupun budidaya ikan gurame di kolam tembok.

Tahapan dan Cara Budidaya Ikan Gurame

Bagi Anda yang saat ini sedang memiliki keinginan untuk melakukan budidaya ikan gurame maka bisa dengan tahapan berikut ini:

1. Seleksi Induk Gurame

Ini merupakan tahap awal dalam melakukan budidaya ikan gurame yaitu dengan memilih indukan dari ikan yang siap untuk dipijahkan. Indukan gurame yang sudah siap untuk dipijahkan adalah yang berusia 3 hingga 7 tahun.

Adapun cara membedakan induk betina dan juga induk jantan dapat dilihat dengan ciri sebagai berikut:

Induk betina,

Tidak adanya tonjolan pada dahi atau cula
Perut yang membulat
Badan yang relatif panjang
Warnanya lebih terang
Sirip yang menjadi dasar warnanya gelap

Induk jantan,

Adanya tonjolan pada dahi
Gerakan ikan gurame jantan lebih lincah
Perutnya dekat dengan anus
Warnanya lebih gelap dan juga pucat

Adapun ciri dari ikan gurame yang siap untuk dipijahkan adalah perut yang membesar ke belakang, anus yang tampak putih dan juga kemerahan, serta perut yang terasa lembek apabila diraba.

2. Menyiapkan kolam untuk pemijahan

Cara untuk melakukan persiapan dalam pemijahan ikan gurame sebagai ikan air tawar adalah dengan cara: membersihkan kolam baik yang konvensional maupun terpal dan juga proses pengeringan, pengisian air, pemasangan sosog dan juga penyediaan bahan untuk membuat sarang.

3. Proses Pemijahan,

Untuk melakukan proses pemijahan pada ikan gurame dapat dilakukan beberapa tahap berikut ini:

  • Pertama masukkan induk dari gurame yang lolos seleksi pada kolam yang akan dijadikan tempat untuk pemijahan.
  • Pastikan jumlah ikan gurame antara yang jantan dan juga betina perbandingannya adalah 1:3.
  • Biarkan induk jantan membuat sarangnya sendiri secara alami. Proses ini biasanya memerlukan waktu selama 15 hari.
  • Apabila sarang sudah siap maka proses selanjutnya induk jantan akan melakukan proses pemijahan pada sarang dengan indukan betina.
  • Setelah proses pemijahan selesai, maka induk betina akan menutup lubang dan menggunakan rumput kering.
  • Induk yang bertugas menjaga anaknya adalah indukan betina. Cara ini biasanya dilakukan dengan sirip ikan dari indukan betina akan mengipas sirip pada arah sarang yang sudah dibuat.

4. Cara memelihara telur untuk budidaya ikan gurame

Untuk memelihara telur ikan gurame, maka langkah yang perlu dilakukan adalah dengan langkah sebagai berikut:

  • Pertama, ambil terlebih dahulu sarang yang isinya telur lalu simpan pada ember yang ada airnya.
  • Bersihkan telur menggunakan serok.
  • Pisahkan telur dan sarangnya, lalu masukkan pada ember yang lainnya.
  • Cuci terlebih dahulu telur sampai bersih.
  • Tambahkan suplemen saat mencuci yaitu cairan organisk spesialis untuk kolam tambak dan keramba dalam mencegah serangan hama.
  • Masukkan telur yang sudah dicuci pada bak untuk ditetaskan sehingga sudah dipasangi sekresi dan juga hitter.

5. Pemeliharaan serta penetasan

Telur ikan gurame akan menetas pada waktu 2 hingga 3 hari setelah proses pemijahan. Namun sebelumnya usahakan telur dalam kondisi suhu yang stabil yaitu antara 270 hingga 280 C.

Setelah itu biarkan benih dari ikan gurame ada pada bak untuk penetasan sampai umur kurang lebih 10 hari. Lalu pada umur 11 hari, pindahkan pada bak pendederan yang pertama.

6. Siapkan bak pendederan

Untuk ukuran bak yang akan digunakan sebagai tempat pendederan yaitu dengan ukuran 2,5 x 4,5 m. Ukuran bak tersebut untuk ternak ikan air tawar memiliki daya tampung sekitar 2000 ekor.

7. Pendederan

Dalam budidaya ikan air tawar berupa gurame ini maka tahapan untuk proses pendederan sebaiknya dilakukan jika bak untuk pendederan telah disiapkan sebelumnya. Jika sudah siap, maka ikan dapat dimasukkan ke dalam bak yang dikhususkan untuk proses pendederan.

8. Siapkan kolam

Pemindahan gurame dari bak ke kolam sebaiknya dilakukan pada pagi hari yaitu kisaran waktu antara pukul 7 hingga 9 pagi. Hal ini untuk mengurangi tingkat stress yang dialami oleh ikan. Maka dari itu diperlukan penyiapan kolam terlebih dahulu sebelum dipindahkan.

Untuk tahapan persiapan dalam membuat kolam gurame adalah sebagai berikut:

  • Kolam terlebih dahulu dibersihkan atau dikeringkan.
  • Persiapkan dasar kolam. Cangkul tanah agar proses dekomposisi lebih cepat.
  • Saluran untuk masuk air pada kolam dibersihkan terlebih dahulu dengan memasang filter atau saringan pada pintu saluran masuk untuk air.
  • Proses pengapuran kolam sebaiknya menggunakan dolomit. Hal ini agar ph air menjadi tetap stabil pada saat diisi air.
  • Pemupukan pada dasar kolam dengan menggunakan pupuk. Untuk pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk kandang. Karena sangat penting sebagai pupuk alami.
  • Untuk proses selanjutnya adalah penambahan bio-organik. Ini dimaksudkan agar tumbuh plankton sebagai pakan gurame yang alami.

9. Pemindahan benih

Proses selanjutnya dalam melakukan budidaya ternak ikan air tawar berupa ikan gurame yang satu ini adalah pemindahan benih yaitu dengan tahapan:

  • Air dikeluarkan dari bak pendederan. Proses dilakukan sedikit demi sedikit.
  • Gunakan scoop nett untuk menangkap ikan dengan hati-hati.
  • Simpan benih pada wadah, lalu masukkan ikan pada kolam yang utama.

10. Proses pembesaran

Luas kolam yang digunakan untuk tahapan pembesaran ikan gurame berbeda-beda sesuai dengan jenis kolam yang digunakan. Rata-rata yang sesuai atau ukuran optimum kolam yaitu 200 m2. Kedalam dari kolam sekitar 1 m. Dengan ukuran seperti itu maka sangat sesuai untuk masa panen nantinya.

Penutup

Itulah beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk budidaya berupa ikan gurame. Sebaiknya dalam melakukan proses budidaya, Anda juga harus dapat memperhitungkan bagaimana koefisien konservasi ikan gurame dan juga tingkat nutrisi yang dibutuhkan dalam memberikan pakan sehingga dapat sukses dalam melakukan budidaya. Namun sebenarnya sebagai ikan air tawar, melakukan budidaya berupa ikan gurame sangat sesuai jika dilakukan di lokasi yang memiliki suhu antara 240 hingga 300 C. Selain itu, kualitas air yang ada juga harus bersih. Usahakan tidak mengandung air racun dari limbah pabrik, dan juga airnya tidak terlalu keruh. Nilai pH yang dianjurkan untuk keasamannya adalah 7 hingga 8, memiliki kandungan oksigen larut minimal 2 mg setiap liternya. Dan juga ketinggian dari lokasi budidaya ikan ini kisaran 50 hingga 400 mdpl.

Leave a Reply